Feature

Merawat Iman Para Mualaf Pontianak lewat Pesantren Ramadan

74
×

Merawat Iman Para Mualaf Pontianak lewat Pesantren Ramadan

Sebarkan artikel ini
Penyerahan bingkisan kepada peserta dalam kegiatan Pesantren Ramadan Mualaf 1447 H di Pontianak sebagai bentuk perhatian dan dukungan bagi para mualaf yang mengikuti pembinaan akidah dan keislaman selama Ramadan. (Tagar.co/Istimewa)

Kegiatan Pesantren Ramadan Mualaf di Pontianak menghadirkan pembinaan akidah, akhlak, dan kebersamaan bagi para muallaf agar semakin mantap menjalani kehidupan sebagai Muslim.

Tagar.co — Pembinaan keagamaan bagi para mualaf terus menjadi perhatian berbagai lembaga dakwah. Salah satunya melalui kegiatan Pesantren Ramadan Mualaf yang diselenggarakan oleh Yayasan Kejayaan Mualaf Indonesia bersama Lembaga Majelis Taklim Mualaf Kalbar dan Persatuan Dayak Muslim Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat-Sabtu, 13-14 Maret 2026, bertepatan dengan 24 Ramadan 1447 Hijriah, ini menjadi ruang pembinaan sekaligus penguatan akidah bagi para mualaf agar semakin mantap menjalani kehidupan sebagai Muslim.

Baca juga: Ihsan dalam Berkawan dan Berpisah

Pesantren Ramadan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak, Dr. H. Ruslan, M.A. Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Kota Pontianak Yuliansyah, M. Pd., para dewan pembina dan penasihat yayasan, serta para peserta mualaf dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Ruslan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, para mualaf membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan agar dapat memahami dan mengamalkan ajaran Islam dengan baik.

Baca Juga:  Ihsan kepada Ahlulbait, Wujud Cinta kepada Rasulullah

“Setiap penganut agama, terlebih mereka yang baru memeluk Islam, perlu mendapatkan pembinaan yang terus-menerus. Kegiatan seperti Pesantren Ramadan Mualaf ini sangat penting untuk memperkuat pemahaman agama sekaligus mempererat ukhuwah,” ujarnya.

Selama dua hari kegiatan, para peserta mendapatkan berbagai materi keislaman yang disampaikan oleh sejumlah pemateri. Hari pertama diisi dengan materi akidah dan tauhid, hari kedua membahas akhlak, adab, dan adat, sedangkan hari ketiga mengangkat tema agama dan budaya.

Panitia dan pemateri berfoto bersama usai kegiatan Pesantren Ramadan Mualaf 1447 H yang berlangsung selama tiga hari dengan materi akidah, akhlak, serta hubungan agama dan budaya. (Tagar.co/Istimewa)

Salah satu pemateri, Hajjah Jamilah, S.Pd.I, mengaku senang dapat berjumpa langsung dengan para mualaf dalam kegiatan tersebut. Ia mengatakan pengalaman ini menjadi momen berharga dalam perjalanan dakwahnya.

“Saya sangat senang bisa bertemu dan berbagi dengan para mualaf. Selama ini saya lebih banyak mengajar di sekolah dan mengajar membaca Al-Qur’an di berbagai tempat, bahkan hingga di luar Pontianak. Ini menjadi pengalaman pertama bagi saya melakukan pembinaan khusus bagi mualaf,” tuturnya.

Selain sesi pembelajaran, kegiatan juga diisi dengan buka puasa bersama yang berlangsung penuh kehangatan. Para peserta mualaf tampak bahagia dapat berkumpul, belajar agama, sekaligus menikmati kebersamaan di bulan Ramadan. Panitia juga memberikan hadiah sebagai bentuk perhatian dan dukungan kepada para peserta.

Baca Juga:  Menjaga Kehormatan Orang Saleh di Tengah Fitnah
Peserta Pesantren Ramadan Mualaf 1447 H berfoto bersama panitia, pembina, dan pemateri usai kegiatan pembinaan keagamaan yang digelar Yayasan Kejayaan Mualaf Indonesia bersama Lembaga Majelis Taklim Mualaf Kalbar di Pontianak, Jumat (13/3/2026). (Tagar.co/Istimewa)

Kegiatan ini turut dihadiri oleh para dewan pembina dan penasihat Yayasan Kejayaan Mualaf Indonesia serta Lembaga Majelis Taklim Mualaf Kalbar yang selama ini aktif mendukung berbagai program pembinaan mualaf.

Menariknya, kegiatan ini juga melibatkan empat mahasiswa IAIN Pontianak yang sedang menjalani program Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Kehadiran para mahasiswa tersebut diharapkan dapat menambah semangat serta kontribusi dalam proses pembinaan keagamaan bagi para mualaf.

Melalui kegiatan Pesantren Ramadan Mualaf ini, para penyelenggara berharap para mualaf semakin kuat dalam akidah, mantap dalam menjalankan ajaran Islam, serta merasa memiliki keluarga baru dalam komunitas umat Islam. (#)

Jurnalis Muhammad Damanhuri | Penyunting Mohammad Nurfatoni