Feature

Cahaya Pagi di Minggirsari: Kajian Subuh Penuh Hikmah Masjid Graha NU

73
×

Cahaya Pagi di Minggirsari: Kajian Subuh Penuh Hikmah Masjid Graha NU

Sebarkan artikel ini
Cahaya pagi menerangi hati yang merindu ilmu di Minggirsari. Tampak jemaah memenuhi Kajian Subuh yang penuh hikmah di Masjid Graha NU Kabupaten Blitar. 
Tausiyah Ustaz M. Hamam Alwi, S.Pd. di Kajian Shubuh Masjid Graha NU Cabang Kabupaten Blitar pada hari Ahad (20/4/2025). (Tagar.co/Agus Fawaid)

Cahaya pagi menerangi hati yang merindu ilmu di Minggirsari. Tampak jemaah memenuhi Kajian Subuh yang penuh hikmah di Masjid Graha NU Kabupaten Blitar.

Tagar.co – Udara pagi terasa sejuk di tengah hamparan sawah dan rimbunnya pepohonan. Masjid Graha NU Kabupaten Blitar kembali menjadi tempat berlabuhnya hati yang merindu ilmu, Ahad (20/4/2025).

Takmir Masjid dan pengurus Nahdlatul Ulama setempat kembali menggelar Kajian Subuh rutin. Masjid yang terletak di Dusun Minggirsari 1, Desa Minggirsari, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar ini bukan hanya luas dan megah, namun juga bersahaja.

Suasana asri dikelilingi bunga-bunga, pohon yang rindang, serta fasilitas memadai menjadikan tempat ini ideal untuk majelis ilmu yang menyejukkan jiwa. Seperti sound system, kamar mandi, kran wudu yang cukup, dan tempat parkir luas untuk mobil maupun motor.

Pagi ini, jemaah menyimak dengan khidmat tausiyah oleh Ustaz Mohammad Hamam Alwi, S.Pd., akrab disapa Ustaz Alwi dari Sutojayan Kabupaten Blitar. Mengawali ceramahnya, ia menyampaikan pesan Idulfitri penuh makna.

Baca Juga:  Bawakan Bulan di Atas Kamboja, Mupus Spemdalas Unjuk Gigi di Olympicad Ke-8 Makassar

“Selamat Hari Raya Idulfitri. Mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya dengan suara tenang dan penuh kehangatan.

Ia kemudian mengajak jemaah untuk merenungkan kemudahan beragama di zaman sekarang. “Kalau zaman dulu mau ikut pengajian masih ada yang menghalangi. Tapi sekarang ikut pengajian itu mudah, maka ikutlah pengajian,” pesannya.

“Kalau dulu mau beriman ada yang menghalangi, kalau sekarang beriman tidak ada yang menghalangi. Maka berimanlah!” ungkapnya.

Alwi juga menekankan pentingnya bersyukur atas kesempatan beriman yang kini terbuka lebar. “Makanya sampai saat ini perbanyaklah bersyukur karena bisa beriman tanpa ada yang menghalangi,” lanjutnya.

Mengambil momen Syawal sebagai waktu refleksi, ia mengingatkan, ibadah bukan hanya untuk Ramadan. “Syawal perlu ada peningkatan ibadah setelah latihan selama bulan Ramadan. Ibadah bisa dipertahankan atau ditingkatkan,” katanya.

Lebih lanjut ia menegaskan, “Puasa Ramadan bisa melatih diri untuk menahan dari keburukan.”

Perbaiki Diri

Kajian ini juga mengangkat pesan-pesan luhur tentang memperbaiki diri dan pentingnya saling memaafkan. “Nabi tidak meminta kita menjadi sempurna. Tapi Nabi meminta kita selalu menjadi lebih baik,” ujar Ustaz Alwi.

Baca Juga:  Tumbuhkan Akhlak, SD Mugres Laksanakan Qiamulail di Masjid Istimewa Ini

“Nabi Muhammad itu keren! Karena bisa membuat orang-orang yang benci Nabi menjadi cinta Nabi,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menjelaskan sejarah Halalbihalal yang bermula dari inisiatif para ulama di masa Bung Karno. Bukan dari dalil syariat, namun dari kearifan lokal untuk merawat silaturahmi.

Sebagai penutup, Alwi menyampaikan nasihat penuh harap dan doa. “Usaha dan pekerjaan saat ini terasa berat. Maka jangan berhenti berdoa. Perbanyaklah berdoa dengan cara yang sesuai tuntunan agar bisa Allah ijabah,” ucapnya.

Sebab, ia meyakinkan, Allah lebih tahu doa mana yang terbaik untuk umat-Nya. “Kalau ada masalah, sampaikan kepada Allah. Bisa dengan doa, dengan transaksi yang baik kepada Allah. Sampaikan kebaikan kepada Allah, supaya tidak pamer kepada orang lain.”

Kajian Subuh ini pun berakhir dengan doa bersama.  Ustaz Alwi memimpin langsung, menambah kekhusyukan pagi yang penuh berkah di Masjid ini.

Kegiatan seperti ini menjadi bukti masjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga ruang tumbuhnya kebaikan dan penguat ukhuwah di tengah masyarakat. (#)

Baca Juga:  Jejak Dakwah Sunan Giri di SDIT Ainul Yaqin Sidoarjo

Jurnalis Agus Fawaid Penyunting Sayyidah Nuriyah