Feature

Tumbuhkan Akhlak, SD Mugres Laksanakan Qiamulail di Masjid Istimewa Ini

74
×

Tumbuhkan Akhlak, SD Mugres Laksanakan Qiamulail di Masjid Istimewa Ini

Sebarkan artikel ini
Siswa SD Mugres
Murid kelas VI SD Mugres Kampus A melaksanakan salat Qiamulail di Masjid KH Ahmad Dahlan, Bunder, Gresik, 24/01/2026 (Tagar.co/Ananda Wahyu Fitria)

Salat di sepertiga malam merupakan paling istimewa. Salat ini memiliki banyak keutamaan, salah satunya semakin dekat dengan Allah.

Tagar.co – SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A menguatkan pembinaan akhlak melalui kegiatan Qiamulail.

Dengan tema Detik-Detik Emas di Sepertiga Malam, kegiatan ini diikuti oleh 121 murid kelas VI dan dilaksanakan di Masjid K.H. Ahmad Dahlan, Bunder, Gresik, Jumat-Sabtu (23-24/01/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Isya berjemaah yang diikuti seluruh murid bersama para guru pendamping. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Rosyidul Arifbillah, S.Pi., S.Pd., M.Pd., guru SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu).

Dalam materinya, Billah, sapaannya, menekankan keutamaan bangun di sepertiga malam, serta pentingnya membangun kesadaran dan kekhusyukan dalam beribadah.

“Salat di sepertiga malam merupakan salat yang paling istimewa. Salat ini memiliki banyak keutamaan, di antaranya doa yang mustajab, diampuni dosa-dosa, semakin dekat dengan Allah, hingga menjadi hamba yang diperhatikan oleh Allah dan penghuni langit,” ujarnya.

Ia juga mengaitkan keutamaan salat malam dengan surah Al-Isra ayat 79 yang menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan salat malam (tahajud) sebagai ibadah tambahan yang dapat mengangkat derajat dan kualitas spiritual seseorang.

Baca Juga:  Membuat Gantungan Kunci Makrame, Merajut Kedekatan Sekolah dan Wali Murid

Seluruh murid juga diberikan pemahaman bahwa salat tahajud tidaklah berat. Banyak orang enggan melaksanakannya karena mengira harus dilakukan sebanyak 11 rakaat.

SD Mugres
Rosyidul Arifibillah, guru Spemutu yang didapuk sebagai pemateri pembinaan qiyamullail SD Mugres Kampus A di Masjid KH Ahmad Dahlan Bunder, Gresik sedang menyampaikan materi (Tagar.Co/Dwi Yoga Purnama)

Padahal, salat tahajud dapat dimulai dari dua rakaat saja dan ditutup dengan witir, asalkan dilakukan dengan ikhlas dan konsisten. Bahkan, dianjurkan untuk tidur terlebih dahulu agar tubuh lebih kuat dan ibadah dapat dilakukan dengan khusyuk.

Sebagai penguatan karakter, murid diajak mengikuti tantangan konsisten bangun malam selama 15 hari berturut-turut.

“Supaya anak-anak terbiasa dengan salat malam, Pak Billah ingin memberikan hadiah kepada siapa pun yang mampu melaksanakan salat malam selama 15 hari tanpa putus. Hal ini dibuktikan dengan mengirimkan foto kepada wali kelas masing-masing,” imbuhnya.

Usai penyampaian materi, seluruh murid diberikan waktu untuk istirahat dan tidur sebagai persiapan menjalankan ibadah malam. Hal ini sejalan dengan penjelasan bahwa salat tahajud sebaiknya diawali dengan tidur terlebih dahulu.

Memasuki waktu sepertiga malam, tepat pukul 02.30 WIB, seluruh peserta dibangunkan untuk melaksanakan salat malam berjamaah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an bersama hingga masuk waktu salat Subuh.

Baca Juga:  Gandeng ITS, Spemdalas Kembangkan Digital Class Program

Kepala Urusan Kehidupan Islami SD Mugres Kampus A, Hadi Purnomo, S.Pd. berharap kegiatan berjalan sesuai dengan lancar.

“Seluruh murid terlihat antusias, meskipun ada beberapa murid yang belum dapat mengikuti kegiatan karena adanya agenda lain yang bersamaan. Besar harapan kami, kegiatan ini dapat menjadi kebiasaan baik yang terus dilanjutkan di rumah masing-masing,” tutur Hadi. (#)

Jurnalis Ananda Wahyu Fitria. Penyunting Ichwan Arif.