
SMP Muhammadiyah 12 Sendangagung menggelar bukber bersama 310 undangan. Tak hanya takjil dan menu istimewa, tali asih pun dibagikan dalam suasana Ramadan penuh kebersamaan.
Tagar.co – Ahad sore (23/3/2025), langit di atas Sendangagung, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, cerah tak berawan. Suasana tenang di halaman SMP Muhammadiyah 12 Sendangagung terasa istimewa. Tak ada tanda-tanda hujan seperti sehari sebelumnya. Sebaliknya, matahari bersinar ramah, seolah memberi restu atas berlangsungnya acara buka bersama yang disiapkan dengan penuh semangat.
Sejak pukul 16.00 WIB, satu per satu tamu buka bersama (bukber) yang digelar SMP Muhammadiyah 12 ini mulai berdatangan. Kepala Sekolah, Aminuddin, S.Pd., M.Pd., berdiri di pintu masuk dengan senyum ramah, menyalami para undangan yang datang. Tak sekadar menyambut, dia juga mengarahkan tamu untuk duduk di kursi yang telah disediakan, menciptakan suasana akrab dan hangat.
Baca juga: Merajut Kasih di Tengah Hujan: Nasyiah Sendangagung Berbagi Iftar untuk Yatim dan Duafa
Acara dibuka dengan tausiah dari Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Paciran, Anas Ma’ruf, S.Sos. Dalam penyampaiannya, dia mengingatkan tentang keutamaan bulan Ramadan yang penuh berkah dan ampunan.
“Puasa hari ini masuk hitungan ke-23, hari-hari ini keistimewaannya begitu besar, semoga kita semua lulus menggapai predikat sebagai hamba yang mutakin,” harapnya.
Sebanyak 310 undangan hadir dalam kegiatan ini. Mereka terdiri dari anggota Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sendangagung, dewan guru dan pembina ekstra dari PAUD hingga SMP Muhammadiyah, para imam musala dan masjid Muhammadiyah, panitia distribusi amplop Ramadan, simpatisan, serta warga sekitar sekolah.
Saat azan Magrib berkumandang, undangan segera membatalkan puasa dengan menikmati takjil yang telah disiapkan. Di atas meja-meja dalam tenda mini biru, tersaji aneka gorengan buatan warga Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah, seperti tahu walik, bakwan, darlung, martabak, dan tahu isi. Aneka minuman segar seperti es susu cincau, jus buah, dan es degan turut menemani.
Setelah salat Magrib berjemaah, hadirin dipersilakan menyantap hidangan utama. Menu yang disiapkan panitia konsumsi terdiri dari sate ayam, asem-asem balungan, serta semur ikan laut kombinasi tempe. Hidangan sederhana namun menggugah selera itu menambah suasana kekeluargaan di tengah sore Ramadan.

Tak hanya berbuka bersama, para undangan juga mendapatkan bingkisan tali asih. “Undangan sebanyak 310 mendapat jatah selain berbuka bersama, juga bisa membawa pulang bingkisan tali asih yang berupa 5 kg beras, 2 kg gula, 2 liter minyak Sanco, dan satu paket kurma,” ujar Drs. Slamet Mulyadi, salah satu guru SMP Muhammadiyah 12 Sendangagung.
Aminuddin pun merasa bersyukur atas kelancaran acara. “Alhamdulillah cuaca cerah sehingga sangat mendukung kelancaran buka bersama hari ini,” ucapnya.
Lebih dari sekadar berbagi hidangan, kegiatan ini menjadi momen penguat ikatan antarwarga sekolah dan masyarakat sekitar.
“Suasana penuh kehangatan, keakraban, dan kebersamaan, dengan kehadiran mencapai 95%. Kegiatan tahunan ini menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturrahim antara guru, karyawan, dan keluarga besar SMPM 12 Sendangagung dengan tetangga, aparat desa, dan para simpatisan. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan membawa keberkahan bagi semua,” tambahnya.
Menjelang malam dan waktu Tarawih tiba, para hadirin berpamitan. Dengan senyum puas dan bingkisan di tangan, mereka meninggalkan halaman sekolah, menyimpan harapan yang sama di dalam hati: semoga tahun depan acara ini kembali hadir, membawa kehangatan yang tak tergantikan.
Jurnalis Sri Asian Penyunting Mohammad Nurfatoni












