Feature

8 Etos Kerja Profesional untuk Maju bersama Muhammadiyah

62
×

8 Etos Kerja Profesional untuk Maju bersama Muhammadiyah

Sebarkan artikel ini
Ustaz Taufiqurrohman dalam Synergy Building PCM dan PCA Krian (Tagar.co/Aniwati)

8 etos kerja profesional disampaikan oleh Dr. Taufiqurohman dalam Synergy Building AUM dan AUA Krian. Maju bersama Muhammadiyah.

Tagar.co – Di sudut Kota Mojokerto, tepatnya di Hotel Padepokan Cahaya Putera, Trawas, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krian, Sidoarjo, menggelar sebuah acara yang tidak hanya menyajikan kopi dan kue, tapi juga wawasan baru.

Synergy Building digelar amal usaha Muhammadiyah (AUM) dan amal usaha Aisyiyah (AUA) dengan tema “Maju Bersama Persyarikatan” berlangsung dari Jumat-Sabtu, 6-7 Desember 2024.

Baca juga: Candu yang Membelenggu dalam Synergy Building PCM-PCA Krian

Ini bukan sekadar kopi darat, tapi sebuah kumpulan jiwa yang ingin memperkuat sinergi sambil menanamkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).

Di tengah suasana yang penuh semangat, Dr. H. Taufiqurohman, M.SI. naik ke podium, siap membagikan hikmah dengan membahas delapan etos kerja profesional yang bisa jadi kunci untuk memajukan Muhammadiyah.

Delapan Etos Kerja Profesional

Ustaz Taufiqurohman, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sidoarjo menjelaskan 8 etos kerja profesional.

1. Ibadah

Baca Juga:  Saat Doorprize Menghidupkan Suasana Rapat Pimpinan PCA Krian

“Bekerja adalah ibadah,” kata Taufiqurohman, “Tapi jangan kira ini hanya soal menyapu lantai; ini tentang mencintai pekerjaanmu seperti mencintai doa. Segala niat harus karena Allah, dan kerja harus sesuai aturan-Nya. Jangan lupakan salat tepat waktu, ya!”

2. Amanah

Amanah di sini bukan sekadar kata besar; ini tentang bekerja dengan kejujuran dan tanggung jawab.

“Ada tiga cara mengurus amal usaha: tidak diurus, diurus asal-asalan, atau diurus dengan serius. Pilih yang terakhir, ya, dengan good heart, good head, dan good hand.”

3. Rahmat

“Bekerja dengan tulus dan syukur,” pesan Taufiqurohman. “Hidup ini pilihan, dan setiap pilihan harus bermanfaat untuk sesama.”

4. Panggilan

“Kerja dengan integritas dan tuntas,” lanjutnya. “Kesuksesan bukan instant noodle, tapi proses panjang yang perlu kedekatan dengan Allah.”

5. Pelayanan

“Layanilah orang lain dengan kerendahan hati,” ajarkan Taufiqurohman. “Pelayanan bukan sekadar memberi, tapi melihat diri dan orang lain dengan hati yang lapang.”

6. Aktualisasi

“Tidak penting siapa yang terbaik, tapi siapa yang berbuat baik bagi orang lain,” tegasnya.

Baca Juga:  Semangat Kartini Masih Terasa di Krian, Upacara Kolaboratif Hidupkan Nilai Perjuangan

7. Seni

“Kerja butuh kreativitas,” ujar Taufiqurohman, “Karena pekerjaan yang dilakukan dengan seni akan menghasilkan keunikan dan kualitas yang tinggi.”

8. Kehormatan

“Pekerjaan adalah kehormatan,” katanya. “Ini tentang pergerakan, kerja sama tim, ilmu, kerja keras, dan spiritualitas. Inovasi dan jejaring adalah kunci.”

Perenungan dan Komitmen

Wakil Ketua Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur itu mengingatkan, “Allah melihat proses, bukan hanya hasil. Jadi, bekerjalah dengan hati yang bersih.”

Pekerjaan di Muhammadiyah, ujarnya, bukan sekadar pekerjaan, tapi sebuah kehormatan yang mencerminkan integritas dan nilai spiritual. (#)

Jurnalis Aniwati Penyunting Mohammad Nurfatoni