Feature

Candu yang Membelenggu dalam Synergy Building PCM-PCA Krian

49
×

Candu yang Membelenggu dalam Synergy Building PCM-PCA Krian

Sebarkan artikel ini

 

Penampilan Smedaka dalam musikalisasi lagu Judi dan Tobat dalam acara malam kreasi Synergy Building (Tagar.co/Rusiati)

Candu yang Membelenggu adalah puisi persembahan Smedeka dalam Synergy Building PCM dan PCA Krian, Sidoarjo.

Tagar.co – Ada sebuah cerita tentang persatuan dan kekuatan bersama yang sedang diukir oleh amal usaha Muhammadiyah (AUM) dan amal usaha Aisyiyah (AUA) PCM dan PCA Krian, Sidoarjo, di Padepokan Cahaya Putra, Trawas, Mojokerto, Jawa Timur.

Mereka berasal dari SD Muhammadiyah 1 Krian (SD Sakri), SD Muhammadiyah 2 Krian (SD Mukrida), SMP Muhammadiyah 6 Krian (SMP Meka), SMK Pemuda Krian (Smedaka), SLB Aisyiyah Krian, TK Aisiyah atau Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 1 dan 2 Krian, dan Klinik Kesehatan PCM Krian.

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Krian, Sidoarjo membuka lembaran baru dalam bab kolaborasi mereka melalui sebuah acara yang mereka sebut dengan Synergy Building, 6-7 Desember 2024.

Tanggal itu tertulis dalam sejarah kecil mereka, di mana setiap orang dari dua organisasi ini berjanji untuk membangun sesuatu yang lebih besar dari total bagian-bagiannya.

Baca jugaAUM Krian: Mengukir Excellent Service di Tengah Rintik Hujan

Baca Juga:  Darul Arqam Smedaka Krian Hadirkan Pengalaman Belajar Langsung di Pesantren

Bayangkan sebuah pagi yang cerah, di mana udara diisi dengan semangat dan harapan. Di ruang yang penuh dengan wajah-wajah akrab, dari para pendidik hingga pengelola kesehatan, mereka berkumpul.

Acara ini bukan sekadar pertemuan rutin; ini adalah sebuah perayaan kemanunggalan, sebuah upaya untuk merajut benang-benang yang mungkin sudah mulai longgar menjadi satu kain yang kokoh.

Pembukaan acara diisi dengan sambutan yang hangat, di mana para pemimpin dari AUM dan AUA menekankan pentingnya kolaborasi dalam mencapai tujuan bersama.

Pada sesi pertama, Dr. Taufiqurrohman, M.Ag., mengingatkan lembaga pendidikan Muhammadiyah adalah amal usaha yang dirancang untuk mewujudkan tujuan-tujuan mulia Muhammadiyah. Dengan mengutip Surat At-Taubah ayat 105, dia mendorong semua untuk bekerja dengan etos yang baik, dalam ilmu, tempat, waktu, dan keadaan.

Malam harinya, suasana berubah menjadi lebih kreatif dan menghibur dengan Malam Kreasi. Dengan cara hompimpa yang kuno tapi menyenangkan, dipandu oleh Ayu Fitriani dan Imam Rosyidi, peserta menentukan urutan penampilan mereka.

Pertama, SD Mukrida membuka malam itu dengan karaoke lagu “Oleh-Oleh” yang dinyanyikan oleh Rita Sugiarto, membawa semua kembali ke masa kecil mereka.

Baca Juga:  Smedaka Berbagi, Merajut Ukhuah, Mengukir Senyum di Bulan Suci

Kemudian, SMP Meka membuat semua tertawa dengan modish show para guru, menutup dengan tarian Wonderful” yang begitu lemah gemulai.

Klinik Aisyah menyapa dengan parodi menangani anak batuk, sementara TK Aisyiyah menghibur dengan drama Budal Ngaji, menceritakan perjuangan Mak Tun mendaftarkan anaknya, Nisa dan Denti, untuk mengaji, hanya untuk kemudian tergoda oleh papeda dan mimpi-mimpi panggung.

SD Sakri memamerkan prestasi nasional mereka melalui drama, dan SMK Pemuda Krian, atau Smedaka, menyuguhkan musikalisasi lagu Judi dan Tobat dengan puisi yang berbunyi:

Candu yang Membelenggu

Di meja hijau, harapan bergulir
Dadu dilempar, nasib diukur
Mimpi besar mengawang tinggi
Namun, sering jatuh dalam sepi.

Kilauan janji semu memanggil
Menjerat hati yang lemah menggigil
Harta, waktu, keluarga terkorban
Demi asa yang tak pernah bertahan.

Judi, oh judi, candu tanpa henti
Memagut jiwa hingga mati nurani
Kemenangan sesaat, kekalahan panjang
Menggoyahkan iman, menjadikan malang.

Sadarilah, hidup bukan permainan
Harta tak sejati datang dari tipuan
Bangkitlah, wahai jiwa yang terperangkap
Lepaskan diri, jangan terjebak.

Baca Juga:  Dari Dunia Industri hingga Cagar Budaya, Smedaka Menyapa Semarang

Berpaling dari candu yang menipu
Kembali ke jalan yang lurus dan syahdu.

Acara ditutup oleh SLB dengan lagu “Sempurna” dan “Laskar Pelangi”, menyatukan semua dalam harmoni.

Ketua PCM Krian Emil Mukhtar Efendi, S.Kom mengatakan, tujuan dari Synergy Building ini adalah untuk memupuk kerjasama dan kekompakan, agar AUM dapat bekerja sama dalam mensukseskan PPDB, menjadikan pendidikan Muhammadiyah bukan hanya sebuah amal, tapi sebuah kekuatan yang tak tergoyahkan dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak Indonesia. (#)

Jurnalis Rusiati Penyunting Mohammad Nurfatoni