
Kegiatan Ramadan ini mengajak siswa belajar budaya pondok, praktik salat, hingga menanamkan adab sebagai fondasi utama sebelum ilmu.
Tagar.co — SMK Muhammadiyah Krian, Sidoarjo, atau yang lebih dikenal sebagai SMK Pemuda Krian (Smedaka) menggelar Darul Arqam Ramadan bekerja sama dengan Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Al-Insan Wonoayu, Sidoarjo. Kegiatan ini menjadi salah satu program pembinaan spiritual siswa selama bulan Ramadan.
Baca juga: Menyiapkan Masa Depan: SMK Pemuda Krian Jembatani Siswa Menuju Dunia Kerja
Program tersebut dilaksanakan selama tiga hari, mulai 10–12 Maret 2026. Para peserta didik mengikuti kegiatan secara bergilir berdasarkan jenjang kelas X, XI, dan XII. Selama sehari penuh di lingkungan pondok, para siswa mendapatkan pembinaan keagamaan melalui beberapa materi utama.
Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan pribadi siswa yang tangguh, berakhlak mulia, dan berilmu melalui pengalaman belajar langsung di lingkungan pesantren.
Mengenal Budaya Pondok
Materi pertama adalah pengenalan budaya pondok yang disampaikan oleh Muhammad Anas, S.Sy, pendiri sekaligus pimpinan Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Al Insan.
Sebelum memulai materi, yang akrab disapa Ayah Anas ini menceritakan sejarah berdirinya pondok pada tahun 2015 hingga berkembang seperti sekarang.
Awalnya, lembaga tersebut berdiri sebagai panti asuhan yang mengasuh anak-anak yatim dan kurang mampu di wilayah Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, dan sekitarnya. Saat ini terdapat sekitar 29 anak asuh yang menempuh pendidikan mulai jenjang SD, SMP, SMK, hingga perguruan tinggi.
Dalam pemaparannya, Ayah Anas juga menjelaskan berbagai kebiasaan yang diterapkan di lingkungan pondok, termasuk aturan yang boleh dan tidak boleh dilakukan para santri.
Menariknya, pondok juga menerapkan sistem reward dan konsekuensi. Anak-anak yang rutin melaksanakan salat tahajud mendapatkan tambahan uang saku, sedangkan mereka yang tidak melaksanakan salat fardu lima waktu akan dikenai sanksi berupa peniadaan uang saku.
Pelatihan dan Praktik Salat
Materi kedua masih disampaikan oleh Ayah Anas, yakni pelatihan sekaligus praktik salat fardu. Pada sesi ini, para siswa diajak memahami bacaan doa dan gerakan salat secara benar, mulai dari takbir hingga salam.
Salah satu siswa, Dirga Aswalingga, dari kelas X jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik, ditunjuk untuk mempraktikkan gerakan salat di hadapan teman-temannya.
Melalui praktik langsung ini, para siswa diharapkan semakin memahami tata cara salat yang benar sekaligus memperkuat kesadaran menjalankan ibadah wajib.

Menanamkan Adab dan Akhlak
Materi ketiga bertema adab dan akhlak disampaikan oleh Erlyn Ananda Nur Rohmah, alumni Smedaka tahun 2024/2025.
Dalam pemaparannya, Erlyn menjelaskan pentingnya adab dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari cara berpakaian hingga sikap dalam berinteraksi dengan orang lain. Ia juga menekankan prinsip penting dalam tradisi keilmuan Islam, yakni mendahulukan adab sebelum ilmu.
Peserta didik tampak antusias mengikuti sesi ini. Di akhir kegiatan, setiap kelompok diminta mempresentasikan kembali materi yang telah disampaikan para pemateri.
Dari hasil presentasi tersebut, Kelompok 1 yang dipimpin Siti Surya Bintang dari kelas X Bisnis Digital berhasil meraih juara pertama. Sementara juara kedua diraih Kelompok 3 yang dipimpin Ali Abdussalam, juga dari kelas X Bisnis Digital.
Harapan Perubahan Sikap
Dalam sambutan pembukaan Darul Arqam, Kepal Smeadaka Desi Kertikaningtyastuti, S.Pd, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu meningkatkan iman dan takwa para siswa kepada Allah Swt.
Ia juga berharap pembinaan selama Ramadan ini dapat membawa perubahan perilaku yang lebih baik bagi para peserta didik setelah menjalani bulan suci.
“Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini, siswa tidak hanya bertambah pengetahuan agamanya, tetapi juga menunjukkan perubahan sikap dan akhlak yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. (#)
Jurnalis Rusiati Penyunitng Mohammad Nurfatoni












