
Perjalanan edukatif ke Semarang mempertemukan siswa Smedaka Krian dengan praktik industri modern serta warisan sejarah yang membentuk identitas kota.
Tagar.co — Upaya memperkenalkan dunia kerja sekaligus memperluas wawasan budaya terus dilakukan SMK Pemuda Krian (Smedaka) yang kini dikenalkan sebagai SMK Muhammadiyah Krian, Sidoarjo, Jawa Timur.
Pada Senin, 9 Februari 2026, sekolah ini menggelar kunjungan industri bagi siswa kelas X dari berbagai program keahlian, meliputi Akuntansi, Bisnis Daring dan Pemasaran, Desain Komunikasi Visual, serta Reknik Instalasi Tenaga Listrik.
Kepala Smedaka Desy Kartikaningtyastuti, S.Pd. menjelaskan, kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk mengenalkan praktik kerja profesional, tetapi juga untuk menumbuhkan pemahaman siswa terhadap nilai sejarah dan budaya daerah.
“Kunjungan industri bukan hanya tentang jalan -jalan tetapi lebih ke pencarian ilmu pengetahuan, keterampilan, dan tentang budaya kerja dalam perusahaan,” ujarnya,
Tiga lokasi dipilih sebagai tujuan kunjungan, yakni PT Victoria Care Indonesia Tbk (Oemah Herborist Semarang), Lawang Sewu, dan Kota Lama Semarang.
Ke Oemah Herborist Semarang
Kunjungan pertama dilakukan ke Oemah Herborist Semarang. Di lokasi ini, para siswa diajak melihat langsung proses produksi produk perawatan kulit. Mereka berkeliling ke area produksi untuk menyaksikan bagaimana karyawan bekerja secara sistematis dan terstandar dalam menghasilkan produk siap edar.
Tidak hanya belajar tentang proses produksi, siswa juga diperkenalkan dengan instalasi pengolahan air limbah milik perusahaan. Fasilitas ini menjadi contoh nyata penerapan tanggung jawab industri terhadap kelestarian lingkungan agar limbah produksi tidak mencemari area sekitar.
Rombongan kemudian diajak mengunjungi laboratorium pengembangan produk, tempat riset dan inovasi dilakukan sebelum produk dipasarkan ke konsumen. Kunjungan diakhiri di aula perusahaan dengan pemaparan menyeluruh mengenai profil, budaya kerja, dan strategi pengembangan usaha.
Pada sesi diskusi, siswa mendapat kesempatan mengajukan pertanyaan, khususnya terkait pemasaran produk. Penjelasan disampaikan langsung oleh Kiki Nugrawati, manajer pemasaran Oemah Herborist Semarang, yang memberikan gambaran praktis tentang tantangan dan peluang pemasaran di industri kosmetik.

Ke Lawang Sewu
Usai dari dunia industri, rombongan melanjutkan perjalanan ke Lawang Sewu, salah satu bangunan bersejarah ikonik di Kota Semarang. Dengan pendampingan pemandu wisata, siswa diajak mengenal sejarah gedung yang dibangun pada 27 Februari 1904 hingga Juli 1907 tersebut.
Lawang Sewu awalnya difungsikan sebagai kantor pusat perkeretaapian dan pusat percetakan tiket kereta api. Setelah Indonesia merdeka pada 1946, bangunan ini sempat digunakan sebagai markas Belanda sebelum akhirnya dialihfungsikan kembali. Sejak 2009, PT KAI melakukan restorasi, dan pada 5 Juli 2011, Gedung A Lawang Sewu resmi dibuka sebagai cagar budaya.
Kunjungan ditutup dengan menyusuri kawasan Kota Lama Semarang. Di kawasan yang kerap dijuluki Little Netherlands ini, siswa menikmati deretan bangunan kolonial yang masih terawat dan memiliki nilai sejarah tinggi. Sejumlah bangunan ikonik seperti Gereja Blenduk, Gedung Marabunta, Gedung Spiegel, Semarang Contemporary Art Gallery, Rumah Akar, hingga Gedung Jiwasraya menjadi daya tarik tersendiri.
Melalui kunjungan industri ini, siswa Smekda Krian tidak hanya memperoleh gambaran nyata tentang budaya kerja profesional, tetapi juga diajak memahami sejarah dan identitas Kota Semarang. Pengalaman belajar langsung ini diharapkan dapat memperkaya wawasan, membentuk karakter, serta mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja di masa depan.
Jurnais Rusiati Penyunting Mohammad Nurfatoni












