
Dari deru motor yang mengejutkan hingga mobil listrik buatan siswa, MPLS di SMK Vocatama disulap menjadi panggung inspirasi yang membakar semangat dan membuktikan potensi.
Tagar.co – Senin pagi, 14 Juli 2025, menjadi momen tak terlupakan bagi 281 siswa baru SMK Vocatama (Vocational High School Taman) Sidoarjo. Di bawah langit cerah, mereka mengikuti pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan semangat yang menggebu.
Suasana begitu meriah sejak awal, terlebih ketika suasana formal upacara tiba-tiba berubah menjadi panggung kejutan yang penuh inspirasi.
Baca juga: Dari Panggung Talenta hingga Mozaik Organisasi: Wajah Dinamis Fortasi Smamsatu
Pagi itu, aula dan lapangan dipenuhi para siswa yang berbaris dalam regu-regu rapi. Acara dimulai dengan doa pembuka dan sambutan hangat dari Pembina Vocatama, Dr. H. Badarman, M.A.
Dalam wejangan bersahajanya, ia menekankan pentingnya menyesuaikan diri dan menikmati proses belajar yang berbeda dari masa SMP. “Di Vocatama, kalian akan menemukan cara belajar yang menyenangkan dan sesuai dengan bakat serta minat,” ujarnya.
Tak hanya para guru dan panitia, dua kepala sekolah dari SMK Muhammadiyah 1 dan 2 Taman—bagian dari elite Vocatama—turut hadir memeriahkan acara. Dan di sinilah kejutan dimulai: sirine meraung, suara knalpot memekakkan telinga, dan deru motor menggema dari arah gerbang sekolah.
Dua kepala sekolah datang mengendarai motor, diikuti iring-iringan pengendara lainnya, menembus barisan upacara menuju lapangan utama. Riuh sorak dan tawa mewarnai penyambutan yang tidak biasa itu.

Setelah menyapa para siswa, Kepala SMK Muhammadiyah 1 Taman, Gatot Krisdiyanto, S.Pd., M.Pd., naik ke podium. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kesadaran belajar. “Kalian harus sadar bahwa butuh bimbingan untuk tumbuh. Belajar bukan hanya soal nilai, tetapi membentuk masa depan,” katanya.
Gatot juga menjelaskan bahwa di Vocatama, pembelajaran dibagi menjadi 40 persen pendidikan normatif-adaptif dan 60 persen pendidikan produktif.
“Di sinilah kalian bisa menyalurkan potensi. Mau desain grafis? Ada jurusan Desain Komunikasi Visual. Mau teknik mesin? Bisa belajar membubut. Mau masuk industri? Vocatama siap dengan jurusan teknik listrik, otomotif, hingga wirausaha.”
Belum selesai decak kagum siswa, muncul lagi kejutan: sebuah mobil listrik buatan siswa melaju perlahan ke tengah lapangan. Pengemudinya, Sultan, siswa jurusan Teknik Listrik, membuktikan bahwa karya kolaboratif antarmahasiswa teknik bukan sekadar wacana. Mobil itu hasil kerja sama siswa jurusan Teknik Listrik, Mesin, dan Otomotif—menandai bahwa di Vocatama, inovasi bukan mimpi belaka.
Acara berlanjut dengan pemaparan dari Kepala SMK Muhammadiyah 2 Taman, Rachmat Susilo, S.Pd. Ia menekankan pentingnya komitmen dalam belajar.
“Tujuan kalian di SMK adalah agar mudah bekerja, bisa kuliah, atau jadi pengusaha. Maka, jadilah pribadi yang tekun, disiplin, dan mampu mengevaluasi diri,” ucapnya. Ia menambahkan, dunia terus berubah dan hanya mereka yang fleksibel dan mampu beradaptasi yang akan bertahan.

Materi hari pertama diakhiri dengan sesi keislaman dari Supriadi, S.Ag., dan Suyanto, M.Pd.I. Keduanya menjelaskan bahwa sebagai bagian dari sekolah Muhammadiyah, siswa harus memahami bahwa Muhammadiyah adalah gerakan dakwah Islam yang berdiri sejak 18 November 1912, berlandaskan Al-Qur’an dan sunah Nabi Muhammad Saw.
MPLS Vocatama masih berlanjut. Hari kedua Selasa 15 Juli 2025 diisi dengan pelatihan baris-berbaris bersama personel Angkatan Darat RI, membangun kedisiplinan dan kekompakan. Sementara hari ketiga menjadi ajang unjuk bakat dan minat.
Para siswa dipersilakan menampilkan potensi seni dan olahraga yang mereka miliki—dari menyanyi, menari, hingga bela diri. Senyum dan sorak sorai menjadi bukti bahwa proses adaptasi tak harus membosankan.
Di Vocatama, semangat belajar bukan hanya dimulai, tetapi dirayakan. (#)
Jurnalis Dian Rahayu Agustina Penyunting Mohammad Nurfatoni












