Feature

Safari Ahad Subuh di Masangan Kulon Dihadiri Kapolsek Sukodono

45
×

Safari Ahad Subuh di Masangan Kulon Dihadiri Kapolsek Sukodono

Sebarkan artikel ini
Ketua Takmir Musala An-Nahl, Nafi Ihsan memberi sambutan dalam Safari Ahad Subuh (7/12/25) (Tagar.co/Istimewa)

Safari Ahad Subuh di Musala An-Nahl Masangan Kulon, Sukodono, Sidoarjo,  berlangsung hangat dengan hadirnya Kapolsek Sukodono AKP Iqbal Satya Bimantara, bersama puluhan jemaah yang mengikuti salat, pengajian, dan silaturahmi.

Tagar.co — Suasana subuh di Masangan Kulon, Sukodono, terasa lebih hidup pada Ahad, 7 Desember 2025. Di tengah udara yang masih lembap dan hening yang belum sepenuhnya pecah, sekitar 90 warga Muhammadiyah dari berbagai ranting berkumpul di Musala An-Nahl untuk mengikuti Safari Ahad Subuh (SAS) yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (Cabang) Sukodono, Kabupaten, Sidoarjo, Jawa Timur.

Baca juga: Peci Tinggi Ustaz Mistari Jadi Sorotan Safari Ahad Subuh di Jabon

Kegiatan dimulai pukul 04.00 WIB, tepat setelah jemaah menunaikan salat Subuh. Meski digelar di waktu pagi, antusiasme peserta tidak surut. Deretana kursi terisi penuh, menunjukkan komitmen kuat warga Muhammadiyah dalam merawat tradisi dakwah dan pembinaan spiritual melalui agenda rutin ini.

Siar yang Terus Dihidupkan

Ketua Takmir Musala An-Nahl, Nafi Ihsan, membuka kegiatan dengan ungkapan syukur dan apresiasi atas terselenggaranya SAS di ranting mereka.

Baca Juga:  Darul Arqam Vocatama Tempa Karakter Islami Siswa Hadapi Dunia Kerja

“Safari Ahad Subuh ini bukan hanya agenda rutinitas, tetapi juga wadah memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menghidupkan kembali tradisi pengajian subuh yang penuh keberkahan,” ujarnya.

Ia berharap SAS terus digilir di seluruh ranting agar syiar dakwah semakin meluas dan menjadi penguat dalam pembinaan umat.

Kapolsek Sukodono AKP Iqbal Satya Bimantara bersama PCM Sukodono dan jajarannya (Tagar.co/Istimewa)

Pesan Kapolsek Sukodono: Merawat Harmoni Sosial

Kapolsek Sukodono AKP Iqbal Satya Bimantara yang turut hadir menegaskan pentingnya harmoni antara masyarakat, tokoh agama, dan aparat keamanan. Ia menyebut kegiatan keagamaan seperti SAS berperan besar dalam membentuk karakter religius, memperkuat kepedulian sosial, serta menciptakan suasana kondusif di lingkungan.

“Masyarakat yang religius dan saling peduli adalah fondasi utama bagi terciptanya keamanan wilayah. Kehadiran kegiatan seperti Safari Ahad Subuh sangat membantu menjaga harmoni sosial,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kepolisian siap bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat untuk mendukung aktivitas yang berdampak positif bagi moralitas publik.

Tausiah: Ketakwaan sebagai Kompas Moral

Memasuki inti acara, Ustaz Agus Hariadi menyampaikan tausiah bertema ketakwaan. Dalam ceramah yang berlangsung sekitar satu jam, ia menguraikan bahwa ketakwaan bukan sekadar pengakuan lisan, melainkan harus terwujud dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

Baca Juga:  Milad Ke-3 Vocatama Dimeriahkan Seni, Pesan Antiperundungan, dan Tausiah Pencerahan

“Ketakwaan adalah kompas moral. Ia menjadi penuntun yang menjaga seorang hamba berada di jalan yang benar, sekaligus menjauhkannya dari perbuatan zalim dan merusak,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya momentum Subuh sebagai titik awal membangun kekuatan spiritual.

“Ketika subuh kita kuat, maka insyaAllah hari-hari kita juga akan penuh keberkahan,” imbuhnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah menikmati soto betawi. Obrolan hangat muncul di berbagai sudut musala—mulai dari tukar cerita keseharian, diskusi program dakwah ranting, hingga rencana kolaborasi kegiatan ke depan.

SAS tidak hanya menghadirkan tausiah, tetapi juga mempererat rasa kebersamaan warga Muhammadiyah se-Sukodono. (#)

Jurnalis Qonik Hanifa Penyunting Mohammad Nurfatoni