Feature

Peci Tinggi Ustaz Mistari Jadi Sorotan Safari Ahad Subuh di Jabon

41
×

Peci Tinggi Ustaz Mistari Jadi Sorotan Safari Ahad Subuh di Jabon

Sebarkan artikel ini
Ustaz Mistari memberikan sambutan (Tagar.co/Ridwan Manan)

Safari Ahad Subuh di Masjid At-Thohir Jabon menghadirkan suasana hangat, dari jamaah yang berangkat dini hari hingga tausiah penuh makna. Peci tinggi Ustaz Mistari pun menambah warna khas dalam kebersamaan itu.

Tagar.co – Suasana dini hari di selatan tanggul Kali Porong masih gelap ketika jamaah mulai berdatangan ke Masjid At-Thohir, Kedungcangkring, Jabon, Ahad (24/8/2025).

Sejak pukul 04.30 WIB, derap langkah para tamu Allah itu mengisi masjid yang berada di ujung selatan dan timur Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur itu.

Baca juga: Penghapusan Tujuh Kata Piagam Jakarta: Pengorbanan Umat Islam demi Persatuan Indonesia

Yang hadir bukan hanya warga sekitar. Para takmir masjid Muhammadiyah dari berbagai penjuru Sidoarjo juga menyempatkan diri hadir. Ada yang berangkat sejak pukul 02.30 WIB, menembus gelapnya malam, bahkan melewati jalan-jalan yang ditutup karena perayaan HUT Ke-80 Republik Indonesia.

Saya berangkat pukul 03.00 WIB, supaya bisa sampai sebelum salat Subuh tutur salah seorang jemaah.

Safari Ahad Subuh ini memang agenda rutin yang digelar Badan Koordinasi Masjid Muhammadiyah Sidoarjo (BKMMS) setiap Ahad pekan kedua dan keempat. Kali ini, giliran Masjid At0Thohir Jabon yang menjadi tuan rumah.

Penyerahan paket sembako dari Lazismu Sidoarjo (Tagar.co/Ridwan Manan)

Peci Tinggi yang Mencuri Perhatian

Begitu tiba sekitar pukul 03.45 WIB, jemaah disambut hangat oleh Ketua Takmir Masjid At-Thohir, Ustaz Mistari, bersama pengurus lainnya. Ada pemandangan unik yang langsung mencuri perhatian: peci hitam tinggi menjulang yang dikenakan Ustaz Mistari.

Pria yang juga menjabat Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jabon itu tampil berbeda dari kebiasaan warga Muhammadiyah Sidoarjo, yang umumnya memakai peci ukuran sedang.

Peci tinggi itu seolah memberi simbol tersendiri, mengingat dalam beberapa budaya Nusantara, tinggi rendahnya peci sering dikaitkan dengan status sosial maupun identitas tradisi.

Pimpinan dan jemaah berfoto bersama (Tagar.co/Ridwan Manan)

Tausiah tentang Bermuhammadiyah

Setelah sambutan dari Ustaz Mistari dan Ketua BKMMS Ustaz Ahmad Haris, M.Pd.I., acara dilanjutkan dengan tausiah Subuh oleh Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo, Ustaz Burhanuddin, S.Th.I., M.Pd.I.

Guru SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo sekaligus mahasiswa S3 Universitas Muhammadiyah Malang itu menekankan pentingnya berorganisasi, khususnya bermuhammadiyah. Ia menyebut ada tiga keuntungan yang bisa diraih:

  1. Menggapai rida Allah – sehingga hidup memperoleh kesalehan spiritual, pribadi, dan sosial.

  2. Saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran – sebab kewajiban seorang muslim adalah saling menasihati.

  3. Bertaawun (saling menolong) – menguatkan dan membantu sesama jamaah persyarikatan.

Pesan yang disampaikan terasa sederhana, tetapi mengena. Jamaah pun menyimak dengan khidmat.

Penutup dengan Doa dan Kepedulian Sosial

Safari Ahad Subuh ditutup dengan doa bersama. Usai itu, diserahkan secara simbolis paket sembako dari Lazismu Sidoarjo dan Komunitas Peduli Sesama (KPS) Gedangan untuk warga yang membutuhkan.

Pagi itu, selain ukhuwah yang terjalin, Safari Ahad Subuh di Masjid At Thohir juga meninggalkan kesan istimewa: sebuah pemandangan tentang keberagaman ekspresi budaya dalam bingkai dakwah Muhammadiyah, yang salah satunya hadir lewat peci tinggi sang takmir. (#)

Jurnalis Ridwan Manan Penyunting Mohammad Nurfatoni