
Antusiasme peserta Musypimcab I Aisyiyah Sukodono mengalir ketika membahas peran perempuan sebagai motor gerakan Islam berkemajuan sekaligus pilar kehidupan berkeadilan.
Tagar.co – Ruang kelas SD Zam-Zam Sukodono pada Sabtu (20/9/2025) menjadi saksi semangat para perempuan Aisyiyah. Dalam Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab) I Aisyiyah Sukodono, Sidoarjo, mereka mengusung tema “Dinamisasi Perempuan Berkemajuan: Mewujudkan Sukodono Berkeadilan” sebagai wujud komitmen memperkuat peran perempuan dalam membangun masyarakat yang adil dan harmonis.
Peserta tampak antusias mendengarkan paparan Nur Hasanah, Anggota Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus (MTDK) PDA Sidoarjo. Ia menekankan bahwa perempuan berkemajuan adalah mereka yang memiliki kemampuan, pengetahuan, dan sikap positif untuk berkontribusi, serta mampu menjaga keseimbangan antara peran domestik dan kiprah publik.
Menurutnya, ukuran kemuliaan perempuan terletak pada ketaatan, iman, dan amal saleh. “Fitrah biologis seperti haid, hamil, melahirkan, menyusui, maupun menopause adalah anugerah Allah. Itu tidak boleh menjadi penghalang bagi perempuan untuk tetap berkiprah di ruang publik,” ujar Wakil Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sukodono yang membawahi MTDK serta Majelis Pembinaan Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Diskusi juga menyinggung pentingnya kehidupan berkeadilan—sebuah kondisi ketika setiap individu mendapat hak, kewajiban, dan kesempatan yang setara. Nur Hasanah mengutip Al-Qur’an Surah An-Nahl ayat 90 sebagai dasar: Allah memerintahkan berlaku adil, berbuat kebajikan, dan menolong kerabat, sekaligus melarang kemungkaran dan permusuhan.
Musypimcab ini akhirnya meneguhkan tekad PCA Sukodono untuk terus menggerakkan perempuan berkemajuan yang berdaya, setara, dan berakhlak mulia. Dinamisasi itulah yang diharapkan menjadi energi baru bagi terwujudnya Sukodono yang rukun, sejahtera, dan berkeadilan. (#)
Jurnalis Dian Rahayu Agustina Penyunting Mohammad Nurfatoni












