
Tantangan dan peluang budidaya udang: Kuliah Tamu Shrimp Club Indonesia di UMM diikuti mahasiswa Center of Excellence (CoE) Udang.
Tagar.co – Demi mencetak sumber daya manusia unggul di bidang budidaya udang, Program Studi Akuakultur Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tak main-main. Akhir Desember lalu, mereka menghadirkan Shrimp Club Indonesia (SCI) dalam kuliah tamu yang diikuti puluhan mahasiswa peserta Center of Excellence (CoE) Udang. Kuliah tamu ini menjadi ajang transfer ilmu dan pengalaman, sekaligus membedah tantangan serta peluang di industri udang yang kian menjanjikan.
Mila Ayu Ambarsari, M.Pi., pemateri dari SCI, memaparkan berbagai tantangan yang kini dihadapi industri udang. “Pengelolaan lingkungan perairan di Indonesia yang belum optimal, terbatasnya sumber daya manusia yang kompeten, hingga tingginya serangan penyakit udang seperti vibrio dan AHPNP, menjadi batu sandungan yang harus diatasi,” ungkapnya. Serangan virus udang, lanjut Mila, menjadi momok yang cukup menakutkan karena berpotensi menurunkan kapasitas produksi, bahkan menyebabkan gagal panen.
Namun, di balik tantangan itu, tersimpan segudang peluang yang menggiurkan. “Peluang industri ekspor udang masih sangat tinggi. Bahkan, kebutuhan udang dalam negeri pun masih belum terpenuhi,” jelas Mila. Ditambah lagi, program pemerintah yang kini fokus pada ketahanan pangan, khususnya di bidang blue economy, menjadi angin segar bagi industri udang untuk terus berkembang dan berproduksi.
“Ini artinya, industri udang sangat membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten, yang benar-benar siap untuk memenuhi target ketahanan pangan,” tegasnya, kutip dari siaran pers Humas UMM yang diterima Tagar.co Jumat (10/1/25) siang.
Bekal Mahasiswa Perikanan
Koordinator CoE Udang UMM, Ganjar Adhywirawan Sutarjo, S.Pi., M.Si., menyadari betul kebutuhan tersebut. Dia menekankan pentingnya membekali mahasiswa dengan berbagai keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan industri.
“Mahasiswa perikanan harus mampu membekali diri, aktif mengikuti sertifikasi kompetensi, membangun networking, disiplin, dan tekun. Dengan begitu, kemampuan mereka akan teruji dan diakui,” ujar Ganjar.
Kuliah tamu ini, menurut Ganjar, merupakan langkah konkret untuk membuka wawasan mahasiswa tentang realita industri udang, baik dari segi peluang maupun tantangannya. “Peluang dan serapan kerja di industri udang sangat tinggi. Namun, industri ini membutuhkan kompetensi yang sesuai dengan standar prosedur perusahaan agar target produksi tercapai. Di sinilah peran CoE Udang UMM, untuk membantu mahasiswa mencapai standar tersebut,” tandasnya.
Baca juga: Bongkar Rahasia Dompet Milenial: Pameran Poster Psikologi UMM Ungkap Perilaku Konsumen
Lebih dari sekadar teori, CoE Udang UMM juga memberikan gambaran nyata tentang ritme dan suasana kerja di industri udang. Para pemateri yang berpengalaman memaparkan berbagai profesi yang tersedia, mulai dari analis laboran, manajer, teknisi, hingga asisten teknisi.
Dengan menghadirkan praktisi langsung dari SCI, mahasiswa didorong untuk mempersiapkan diri, tak hanya dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga dengan mental dan etos kerja yang dibutuhkan untuk bersaing di dunia industri.
Melalui CoE Udang, UMM berharap dapat melahirkan petambak-petambak udang andal yang siap berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan dan memajukan blue economy Indonesia. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












