Feature

Tangis Haru di Balik Tembok Panti yang Belum Jadi: Di Balik Hadirnya Tamu Tak Disangka

28
×

Tangis Haru di Balik Tembok Panti yang Belum Jadi: Di Balik Hadirnya Tamu Tak Disangka

Sebarkan artikel ini
Ketua MPKS PP Muhammadiyah Mariman Darto (tengah) hadir di halaman proyek pembangunan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Buya Hamka Surabaya (Tagar.co?Istimewa)

Di hari yang biasa, datang sosok luar biasa. Ketua MPKS PP Muhammadiyah tiba-tiba muncul di LKSA Buya Hamka. Tangis haru menyambutnya, sekaligus menyerukan panggilan nurani untuk kita semua.

Tagar.co — Ahad 8 Juni 2025 pagi, langit tampak biasa saja. Tak ada petir, tak ada hujan. Namun, getaran yang dirasakan para pimpinan Muhammadiyah Simokerto tak kalah menggelegar dari halilintar.

Kejutan datang dalam wujud sosok yang tak disangka-sangka: Ketua Majelis Pelayanan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Mariman Darto, S.E., M.Si. tiba-tiba hadir di halaman proyek pembangunan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Buya Hamka.

Baca juga:Tangis Haru di Balik Tembok Panti yang Belum Jadi: Di Balik Hadirnya Tamu Tak Disangka

Kunjungan mendadak pada Ahad pagi sekitar pukul 10.00 WIB itu berlangsung tanpa protokoler panjang, tanpa pemberitahuan sebelumnya. Seketika, suasana menjadi haru. Sejumlah telepon pun langsung berdering di berbagai penjuru kota.

M. Khoirul Anam, Sekretaris PCM Simokerto, yang saat itu menghadiri undangan pernikahan di Sidotopo Wetan Mulia Kenjeran, segera menyampaikan kabar ke Ketua PCM H. Sudarman yang sedang berada di MTC Jombang, Bendahara Supriyanto di Mojokerto, dan Ketua MPKS M. Ramli yang tengah bertugas di Taman Bungkul.

Baca Juga:  SD Muhammadiyah 10 Surabaya Salurkan Dana Sosial Ramadan Rp34 Juta
Maket Gedung 2 Lantai Lembaga Kesejahteraan Sosial dan Anak (LKSA) Buya Hamka, Pimpinan Cabang Muhammdiyah Simokerto (Tagar.co/Sudarusman)

Namun, takdir berkata baik. Ketua LKSA Thoriq Mahmudin sedang berada di lokasi dan langsung menyambut kehadiran tamu agung tersebut dengan penuh takzim, didampingi anggota PCM lainnya, Istamarudin.

Dengan mata berkaca-kaca, Thoriq menyampaikan rasa harunya. “Beliau datang tanpa pemberitahuan, tapi penuh kepedulian. Di hari libur, beliau menempuh perjalanan jauh hanya untuk melihat langsung kondisi LKSA. Ini contoh nyata pemimpin yang hadir bukan hanya lewat kata, tapi juga langkah,” ujarnya lirih.

Dalam kunjungan tersebut, Mariman Darto menyampaikan ajakan yang tulus kepada keluarga besar Muhammadiyah dan para dermawan untuk ikut menuntaskan pembangunan LKSA Buya Hamka.

“Panti ini bukan sekadar bangunan. Ini adalah harapan bagi masa depan anak-anak kita. Donasi yang Anda berikan adalah bentuk pengorbanan berkualitas, perniagaan terbaik di sisi Allah—terlebih di hari mulia seperti Iduladha,” seru Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta KementereianPendidikan Dasar dan Menengah itu, penuh semangat.

Saat ini, pembangunan gedung dua lantai LKSA Buya Hamka yang terletak di belakang Kompleks Perguruan Muhammadiyah Kapasan Simokerto, Surabaya, masih berjalan dengan target dana hampir Rp700 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan asrama yang layak, menjadi tempat berteduh dan bertumbuh bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang kita semua.

Baca Juga:  Sehari di Taif: Edukasi, Kontemplasi, dan Dingin yang Menguatkan Iman

Harapan Mariman Darto tak berhenti di situ. Ia bahkan bermimpi bisa membebaskan rumah di sebelah bangunan untuk memperluas area asrama.

“Ayo, bareng-bareng kita selesaikan LKSA Buya Hamka. Jangan biarkan impian anak-anak ini terhenti karena keterbatasan dana,” ujarnya.

Salurkan Donasi Anda

Bagi yang tergerak hatinya, berikut adalah nomor rekening donasi yang dapat diakses:

  • Bank Jatim Syariah – 6102202025 (Pembangunan Asrama Buya Hamka)

  • Bank Jatim Syariah – 6102089595 (Operasional Panti Asuhan)

  • BSI – 7232362337 (Operasional LKSA Buya Hamka)

📞 Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

  • 089-6789-6789-1 (LKSA)

  • 0895-2642-8562 (Thoriq Mahmudin)

Karena setiap bata yang Anda bantu letakkan, adalah pondasi bagi masa depan yang lebih cerah. Mari kita bangun bukan hanya gedung, tapi juga harapan dan masa depan anak-anak negeri ini.

Jurnalis M. Khoirul Anam Penyunting Mohammad Nurfatoni