
Singgah di PWM Sumatra Selatan, relawan Muhammadiyah Jatim menikmati makanan khas Palembang. Aneka varian pempek dan rasanya yang enak memberi energi baru untuk melanjutkan perjalanan ke Langkat dan Aceh Tamiang
Tagar.co – Perjalanan panjang enam relawan Muhammadiyah Jatim akhirnya tiba di cek point pertama, yaitu Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatra Selatan di Kota Palembang, Sabtu (10/1/2026).
Tim relawan yang mengendarai dua mobil bantuan operasional dari PWM Jatim untuk Muhammadiyah Langkat dan Aceh Tamiang ini berangkat dari Gedung Muhammadiyah Jatim, Jalan Kertomenanggal IV/1 Surabaya, Kamis (8/1) sore.
Setelah menempuh perjalanan darat sejauh 1.500 kilometer, tim relawan Muhammadiyah Jatim tiba di Palembang Sabtu dinihari pukul 00.30 WIB.
“Kami tim Lazismu dan MDMC Jatim yang bertugas mengawal mobil operasional bantuan PWM Jatim tadi malam tiba pukul 00.30 WIB di Palembang. Dan beristirahat di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatra Selatan,” ujar M. Rifky Ahmad Zidane – relawan yang berasal dari Lazismu Situbondo.

Palembang Medan 1400 Km
Usai menjalankan salat subuh, enam relawan ini menyiapkan diri untuk melanjutkan perjalanan menuju Medan Provinsi Sumatra Utara.
“Insyaallah tim relawan Muhammadiyah Jatim akan melanjutkan perjalanan ke cek point kedua yaitu PWM Sumatra Utara di Kota Medan. Insyaallah menempuh jarak sekitar 1.400 kilometer,” jelas pria yang juga driver ambulans Lazismu Kabupaten Situbondo ini.
Sekitar pukul 08.00 WIB mereka sudah siap berangkat menuju Medan. Tapi tuan rumah, Lazismu Sumatra Selatan mengajak sang tamu untuk menikmati makanan khas Palembang, yaitu Pempek.
Di atas meja makan telah terhidang sepiring Pempek dengan aneka varian bentuk. Ada varian Pempek Lenjer alias lonjong, yang merupakan bentuk pempek pertama sebelum bervariasi.
Kemudian ada varian Pempek Kulit, Pempek Keriting, Pempek Nasi, Pempek Tahu, Pempek Pistel, dan Pempek Kapal Selam. Makanan ini biasanya disajikan dengan kuah, atau dalam bahasa Palembang disebut dengan nama cuko.
“Enak sekali pempeknya. Apa karena makannya di Palembang ya? Yang jelas ikannya sangat terasa. Sepertinya bisa untuk oleh-oleh untuk keluarga dan teman di Situbondo,” ungkap Zidan – sapaan akrabnya. (#)
Jurnalis Sugiran.












