Feature

SD Muri Tingkatkan Kompetensi Digital Guru melalui IHT Erapor

95
×

SD Muri Tingkatkan Kompetensi Digital Guru melalui IHT Erapor

Sebarkan artikel ini
Eni Mariana (berdiri) memberikan penjelasan tentang bagaimana cara pengisian erapor kepada ustaz dan ustazah SD Muri, Kamis (11/12/2025) (Tagar.co/Umamah)

Guru-guru SD Muhammadiyah 1 Kebomas menuntaskan pelatihan rapor elektronik (erapor), memperkuat kompetensi digital sekaligus menata administrasi pembelajaran secara modern.

Tagar.co — Kamis, 11 Desember 2025, ruang pertemuan SD Muhammadiyah 1 (SD Muri) Kebomas, Gresik, Jawa Timur, dipenuhi suasana berbeda dari hari-hari biasa. Deretan laptop terbuka, layar besar Interactive Flat Panel (IFP) menyala terang, dan para guru berseragam rapi duduk penuh fokus.

Hari itu, sekolah menggelar In House Training (IHT) pengisian erapor, upaya nyata meningkatkan kemampuan digital para pendidik.

Baca juga: Senyum dan Fokus di Depan Layar, Ujian Komputer SD Muri

Eni Mariana, S.Si, operator SD Muri yang menjadi pemateri utama, memimpin sesi dengan tenang namun tegas. Menggunakan IFP bantuan pemerintah, ia memandu guru langkah demi langkah: mulai login, pengaturan kelas, hingga pengisian nilai dengan tepat. Visualisasi yang jelas di layar besar memudahkan pemahaman alur kerja aplikasi.

“Pelatihan ini penting karena erapor tidak sekadar mengisi nilai, tetapi memastikan data perkembangan belajar siswa tercatat akurat. Saya senang melihat antusiasme guru yang benar-benar ingin memahami sistem ini,” ujar Ustadzah Eni, sapaannya.

Baca Juga:  Sang Juara Futsal dan Panahan Pukau Panggung Open School SD Muri 2026

Di meja-meja peserta, suasana tampak serius namun hangat. Jari-jari guru lincah menari di atas keyboard, sesekali saling berdiskusi atau mengajukan pertanyaan. Kekompakan dan kolaborasi menjadi ciri khas kegiatan internal sekolah ini.

Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum Umamah, S.Ag,, yang turut memantau pelatihan, memberikan apresiasi tinggi.

“Kami ingin semua guru memiliki kemampuan setara dalam pengelolaan erapor. Ini bukan sekadar administrasi, tapi bagian dari transformasi digital sekolah. Dengan IFP bantuan pemerintah, pelatihan menjadi lebih interaktif, jelas, dan efektif,” ujarnya.

Pelatihan berlangsung hingga sore, ditutup dengan simulasi pengisian nilai, pengecekan semua menu, dan review tampilan rapor. Banyak guru mengaku merasa lebih percaya diri setelah mengikuti sesi ini.

Dengan terselenggaranya IHT ini, SD Muhammadiyah 1 Kebomas semakin mantap melangkah dalam peningkatan kualitas administrasi pembelajaran dan pemanfaatan teknologi digital.

Saat layar IFP dimatikan dan laptop ditutup, tersisa rasa puas: guru lebih cakap, sistem lebih tertata, dan sekolah semakin siap memasuki era pendidikan modern yang serba digital. (#)

Baca Juga:  Dari Balik Kamera, Aini Jadi Bintang di Workshop Menulis Berita

Penyunting Mohammad Nurfatoni