
Jurus Tapak Suci, juggling bola tingkat lanjut, hingga panahan presisi membuat panggung Open School SD Muri 2026 berubah menjadi arena unjuk bakat dan karakter.
Tagar.co – Panggung Open School SD Muri, Kamis (12/2/2026), tak sekadar menjadi ajang promosi sekolah. Ia berubah menjadi ruang pertunjukan bakat, keberanian, dan prestasi. Sorak-sorai siswa, orang tua, dan tamu undangan menyatu dalam suasana meriah yang penuh energi sejak awal acara.
Kegiatan dibuka dengan lomba Tapak Suci yang berlangsung penuh semangat. Para peserta tampil percaya diri, memperagakan jurus demi jurus dengan tegas dan terukur. Gerakan yang disiplin dan rapi menunjukkan keseriusan latihan yang telah mereka jalani.
Baca juga: Tak Cukup Angka dan Laporan, Lazismu Butuh Modal Batin
Dukungan dari penonton menambah atmosfer kompetitif sekaligus hangat. Lomba ini bukan sekadar adu kemampuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter—melatih keberanian, fokus, dan pengendalian diri.
Usai Tapak Suci, panggung semakin hidup. Muhammad Fikri Aditya Zaidan, juara futsal tingkat provinsi, tampil memikat lewat aksi juggling bola.
Dengan kontrol yang presisi, ia memainkan bola menggunakan kaki kanan dan kiri secara bergantian, paha, hingga kepala tanpa menyentuh tanah.
Penonton terpukau ketika Fikri menambahkan variasi gerakan memutar badan sambil menjaga bola tetap stabil di udara. Tepuk tangan membahana saat ia menuntaskan rangkaian juggling tingkat lanjut dengan mulus.
“Saya merasa bangga bisa menunjukkan hasil latihan di acara Open School ini. Semoga teman-teman semakin semangat berlatih dan tidak takut tampil,” ujarnya usai pertunjukan.

Panahan Mmesona
Tak kalah memukau, Muhammad Amar Alvaronizam menunjukkan kelasnya di bidang panahan. Siswa berprestasi yang telah menjuarai berbagai kompetisi di sejumlah daerah itu tampil tenang dan fokus.
Satu per satu anak panah dilepaskannya dengan presisi. Beberapa kali tepat mengenai lingkaran tengah sasaran, memancing decak kagum penonton.
Setiap kali Amar menarik busur, suasana mendadak hening. Namun begitu anak panah menancap tepat di titik sasaran, tepuk tangan panjang pun bergema.
“Saya berlatih rutin dan menjaga fokus. Di atas panggung tadi, saya berusaha tetap tenang dan percaya diri. Alhamdulillah, hasilnya sesuai harapan,” tuturnya.
Kepala SD MURI, Riza Agustina Wahyu Setyawati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kerja keras siswa serta dukungan guru dan orang tua. Menurutnya, Open School menjadi wadah untuk menampilkan potensi siswa secara utuh.
“Kami bangga dengan penampilan Fikri dan Amar, juga semangat peserta Tapak Suci. Ini membuktikan bahwa siswa SD Muri tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berprestasi dalam olahraga dan pembentukan karakter,” ujarnya.
Ia menegaskan, sekolah akan terus mendukung pengembangan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Tujuannya jelas: mencetak generasi yang percaya diri, disiplin, dan berani menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Melalui jurus yang tegas, juggling yang enerjik, dan panahan yang presisi, Open School SD Muri 2026 tampil sebagai panggung inspirasi. Sebuah perayaan bakat yang menegaskan komitmen sekolah dalam membina generasi unggul sejak usia dini. (#)
Penulis Nurul Istiqomah | Penyunting Mohammad Nurfatoni












