FeatureUtama

Penyintas di Gereja HKBP Wek II Batang Toru Dapat Layanan MDMC

66
×

Penyintas di Gereja HKBP Wek II Batang Toru Dapat Layanan MDMC

Sebarkan artikel ini
Penyintas di Gereja HKBP Wek II Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan mendapatkan layanan medis dan psikososial dari MDMC Jateng. Pendeta gereja ungkapkan kedatangan relawan Muhammadiyah menjadi energi positif bagi jemaat yang tengah mengalami masa sulit
Anak-anak penyintas di Gereja HKBP Wek II Batang Toru mendapatkan layanan psikososial dari MDMC Jateng (Tagar.co/M. Taufiq Ulinuha)

Penyintas di Gereja HKBP Wek II Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan mendapatkan layanan medis dan psikososial dari MDMC Jateng. Pendeta gereja ungkapkan kedatangan relawan Muhammadiyah menjadi energi positif bagi jemaat yang tengah mengalami masa sulit

Tagar.co – Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau lebih dikenal dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Tengah kembali menunjukkan komitmennya terhadap nilai kemanusiaan universal. Prinsip untuk membantu siapa pun tanpa melihat latar belakang suku, agama, maupun kelompok sosial terus menjadi pegangan para relawan ketika terjun ke lapangan.

Sikap tersebut juga terlihat dalam respons darurat bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Tapanuli Selatan Provinsi Sumatra Utara dalam beberapa hari terakhir. Rabu (10/12/2025), rombongan Relawan Muhammadiyah Jateng bergerak menuju Gereja HKBP Wek II Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan. Lokasi tersebut kini menjadi tempat mengungsi sejumlah warga terdampak bencana.

Tim Relawan Muhammadiyah memberikan dua layanan utama, yaitu dukungan psikososial serta pelayanan medis dasar. Tim psikososial berasal dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Tim psikososial terdiri dari Jamaludin Pratama, Ahmad Sidiq Maulana, Aryane Clearesta Maharani, Mohamad Ali Masruri, Marshanda Dwi Sabrina Rahmawati, dan Asyifa Zahra. Sementara layanan kesehatan diberikan oleh Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah yang terdiri atas tenaga medis dari beberapa Rumah Sakit Muhammadiyah Jateng.

Baca Juga:  TBIG Perluas Bantuan Banjir di 25 Titik di Sumatra dengan 10.000 Penerima Manfaat

Pemeriksaan Kesehatan dan Interaksi Psikososial

Sesampainya di gereja, para relawan langsung disambut hangat oleh pendeta dan jemaat yang telah beberapa hari bertahan di tempat pengungsian tersebut. Salah satu jemaat mengaku merasa lebih tenang setelah melihat tim medis dan psikososial dari Muhammadiyah datang. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya karena merasa tidak dibiarkan menghadapi situasi sulit ini seorang diri.

Kegiatan pelayanan berlangsung sepanjang hari. Tim medis memeriksa kondisi para penyintas yang mengeluhkan berbagai keluhan, mulai dari gangguan pernapasan ringan, luka-luka, hingga penyakit kronis yang kambuh akibat kondisi darurat. Dalam proses itu, para tenaga kesehatan memberikan konsultasi, obat-obatan, serta saran penanganan lanjutan jika diperlukan.

Sementara itu, tim psikososial berinteraksi dengan kelompok anak-anak, remaja, hingga orang dewasa untuk membantu meredakan kecemasan dan tekanan emosional yang muncul setelah bencana.

Pemeriksaan kesehatan penyintas bencana banjir dan longsor di Gereja HKBP Wek II Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan (Tagar.co/M. Taufiq Ulinuha)

Relawan EMT Siaga

Hingga kegiatan selesai, tercatat sebanyak 64 orang mendapatkan layanan medis dan 32 orang menerima dukungan psikososial. Relawan menggambarkan bahwa sebagian besar warga masih berada dalam kondisi khawatir karena belum mengetahui kapan bisa kembali ke rumah masing-masing. Namun, sesi konseling yang dilakukan membantu mereka merasa lebih tenang dan punya ruang untuk bercerita tentang pengalaman yang mereka alami.

Baca Juga:  600 KK Penyintas Banjir Sumatra Terima Bantuan TBIG

Selain memberikan layanan, relawan juga melakukan koordinasi lanjutan dengan pihak gereja dan tenaga kesehatan setempat. Koordinasi ini dilakukan agar penanganan penyintas dapat berlangsung lebih efektif, terutama apabila terjadi penambahan jumlah warga yang memerlukan bantuan. Relawan EMT menyampaikan bahwa mereka akan tetap bersiaga untuk tindak lanjut apabila Puskesmas Batang Toru atau pihak desa membutuhkan dukungan tambahan.

Pendeta gereja mengungkapkan bahwa kedatangan relawan Muhammadiyah menjadi energi positif bagi para jemaat yang tengah mengalami masa sulit. Ia mengatakan bahwa bantuan tersebut bukan hanya berupa layanan kesehatan, tetapi juga dukungan moral yang sangat dibutuhkan oleh para penyintas. (#)

Jurnalis M. Taufiq Ulinuha. Penyunting Sugiran.