Feature

Kunjungi Batang Toru Tapsel, Ini Pesan Ketua MDMC PP Muhammadiyah kepada Penyintas

47
×

Kunjungi Batang Toru Tapsel, Ini Pesan Ketua MDMC PP Muhammadiyah kepada Penyintas

Sebarkan artikel ini
Kunjungi Batang Toru Tapsel, Ketua MDMC PP Muhammadiyah Budi Setiawan jadi narasumber tasyakuran Hunian Darurat. Aspek spiritual menjadi fondasi penting yang tidak boleh terabaikan di tengah kerja-kerja kemanusiaan
Kunjungi Batang Toru Tapsel, Ketua MDMC PP Muhammadiyah Budi Setiawan jadi narasumber tasyakuran Hunian Darurat, Jumat (9/1/2026) (Tagar.co/M. Taufiq Ulinuha)

Kunjungi Batang Toru Tapsel, Ketua MDMC PP Muhammadiyah Budi Setiawan jadi narasumber tasyakuran Hunian Darurat. Aspek spiritual menjadi fondasi penting yang tidak boleh terabaikan di tengah kerja-kerja kemanusiaan

Tagar.co – Kehadiran Pos Layanan Muhammadiyah di Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara menjadi momentum penting bagi penguatan nilai kemanusiaan dan spiritualitas warga.

Dalam agenda pengajian sekaligus tasyakuran Hunian Darurat (Hundar) Pos Layanan (Posyan) Muhammadiyah Batu Hula yang digelar pada Jumat (9/1/2026), Ketua Lembaga Resiliensi Bencana atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Budi Setiawan, hadir sebagai narasumber.

Acara tersebut berlangsung dalam suasana sederhana namun sarat makna. Warga, relawan, serta unsur Muhammadiyah setempat mengikuti kegiatan itu dengan khidmat. Momentum tasyakuran tidak hanya dimaknai sebagai peresmian layanan, tetapi juga sebagai ruang refleksi bersama atas berbagai ujian yang dihadapi masyarakat, khususnya dalam konteks kebencanaan.

Sabar Hadapi Bencana

Dalam penyampaiannya, Budi Setiawan menekankan pentingnya menjaga dan meningkatkan keimanan serta ketakwaan kepada Allah Swt. Dia menilai, kondisi apa pun yang dihadapi manusia, termasuk situasi darurat akibat bencana, harus dijadikan sarana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Menurutnya, aspek spiritual menjadi fondasi penting yang tidak boleh terabaikan di tengah kerja-kerja kemanusiaan.

Baca Juga:  Banjir Pekalongan, Relawan Muhammadiyah Cepat dan Sigap Evakuasi Warga

“Dalam berbagai kondisi, termasuk saat bencana, kita harus senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt,” ujar Budi Setiawan dalam sambutannya. Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan peserta yang hadir dan mendapat perhatian serius dari warga.

Dia juga mengingatkan, musibah merupakan bagian dari kehidupan yang tidak selalu dapat dihindari. Karena itu, sikap sabar menjadi kunci utama dalam menyikapi bencana yang datang. Budi menuturkan bahwa kesabaran bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan tetap berikhtiar sambil menjaga keteguhan hati.

“Di tengah musibah, masyarakat perlu memperkuat ketahanan batin. Kesabaran atas bencana yang terjadi merupakan bentuk keimanan yang harus terus dirawat,” pesan Budi Setiawan. Ini sebagai pengingat agar warga tidak larut dalam kesedihan berkepanjangan.

Bencana Tak Boleh Memutus Harapan

Selain memberikan pandangan spiritual, kehadiran Budi Setiawan juga dimaknai sebagai bentuk dukungan moral bagi penguatan Posyan Muhammadiyah Batu Hula.

Pos layanan tersebut diharapkan menjadi ruang pelayanan bagi masyarakat, khususnya dalam kondisi darurat maupun kebutuhan sosial lainnya. Tasyakuran yang digelar menjadi simbol rasa syukur sekaligus komitmen bersama untuk melayani sesama.

Baca Juga:  Singgah di PWM Sumatra Selatan, Relawan Muhammadiyah Jatim Nikmati Pempek

Menurut Budi, nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan harus berjalan beriringan. Dia menilai, kerja-kerja pelayanan tidak hanya soal bantuan fisik, tetapi juga menyentuh aspek mental dan spiritual masyarakat terdampak. Dengan cara itu, proses pemulihan dapat berlangsung lebih utuh.

Kegiatan pengajian dan tasyakuran Posyan Muhammadiyah Batu Hula juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Muhammadiyah dan masyarakat setempat. Warga menyambut baik kehadiran pos layanan tersebut, terutama karena wilayah Batang Toru dikenal memiliki tantangan geografis dan potensi kebencanaan.

Melalui forum tersebut, Budi Setiawan kembali menegaskan bahwa bencana tidak boleh memutus harapan. Dia mengajak masyarakat untuk tetap bersabar, memperkuat iman, dan saling menguatkan. (#)

Jurnalis M. Taufiq Ulinuha. Penyunting Sugiran.