Feature

Rakornas LBH AP Muhammadiyah, Lumajang Kehilangan Tokoh Advokat

32
×

Rakornas LBH AP Muhammadiyah, Lumajang Kehilangan Tokoh Advokat

Sebarkan artikel ini
Rakornas LBH AP Muhammadiyah di Yogya utusan Lumajang dua orang. Tapi tiga bed disediakan. Satu bed kosong untuk mengormati tokoh yang wafat.
Foto kenangan Cucuk Hermawan, kiri, bersama Syahrul Ramadhan. (Tagar.co/Kuswantoro)

Rakornas LBH AP Muhammadiyah di Yogya utusan Lumajang dua orang. Tapi tiga bed disediakan. Satu bed kosong untuk menghormati tokoh yang wafat.

Tagar.co – Delegasi Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Publik (LBH AP) PDM Lumajang bertolak menuju Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) LBH AP Muhammadiyah di Yogyakarta, Jumat-Ahad (8-10/8/2025).

Keberangkatan diwakili Ketua LBH AP PDM Lumajang, H. Widyo Rahardyantoko, S.H., dan Sekretaris, Syahrul Ramadhan, S.H., M.Kn.

“Perjalanan ini kami niatkan untuk memperkuat dakwah hukum dan mengokohkan jaringan pengabdian di Persyarikatan,” ujar Widyo.

Mereka berangkat dari Terminal Wonorejo, Lumajang, menggunakan bus. Rombongan menginap di Wisma Sakinah PP Aisyiyah.

Namun, keberangkatan kali ini dibalut suasana duka. Dua hari sebelum berangkat, LBH AP PDM Lumajang kehilangan salah satu advokat terbaiknya, Cucuk Hermawan, S.H. Dia wafat pada 6 Agustus 2025 setelah menjalani perawatan di RSU Muhammadiyah Lumajang.

Almarhum dikenal sebagai sosok yang tulus mengabdi dan berani berada di garis depan pembelaan hukum Persyarikatan.

Ia mengawal berbagai persoalan di SMK Muhammadiyah Jatiroto dan SMA Muhammadiyah 1 Lumajang, memberi pendampingan hukum, advokasi siswa, dan solusi kelembagaan tanpa pamrih.

Baca Juga:  Bupati Hadiri Pembagian Kado Ramadan Lazismu Lumajang

Menjelang keberangkatan, panitia Rakornas memberi kabar bahwa kamar penginapan disiapkan untuk tiga orang.

Bagi rombongan Lumajang, hal itu menjadi simbol penghormatan untuk almarhum.

“Rasanya seperti beliau tetap bersama kami,” kata Widyo. “Semangatnya tetap ada, menemani setiap langkah kami dalam perjalanan dakwah hukum ini.”

Selain membawa duka, rombongan Lumajang juga membawa agenda penting.

Sekretaris Syahrul Ramadhan  menyampaikan dalam forum isu strategis internal Persyarikatan, perlunya kejelasan posisi LBH AP PDM Lumajang sebagai unsur pembantu pimpinan dalam struktur resmi Muhammadiyah.

Selama ini, nomenklatur indeks surat belum secara tegas mengatur kedudukan lembaga ini.

Ketidakjelasan tersebut kerap menimbulkan kendala koordinasi dan administrasi, sehingga perlu ada penegasan melalui forum nasional.

Syahrul juga akan mengusulkan penguatan peran LBH AP sebagai garda depan dalam mitigasi dan perlindungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan lembaga di bawahnya.

Tujuannya, agar tidak ada aset Muhammadiyah yang disalahgunakan oleh oknum.

Menurutnya, LBH AP tidak boleh hanya hadir saat ada kasus besar, tetapi harus proaktif melakukan deteksi dini, pendampingan administratif, dan edukasi hukum di lingkungan AUM.

Baca Juga:  Presiden Korea Selatan Bisa Dihukum Seumur Hidup

“Jangan sampai aset yang dibangun dengan jerih payah umat bertahun-tahun justru dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. LBH AP harus menjadi benteng yang sigap,” tegas Syahrul.

Widyo Rahardiyatoko dan Syahrul Ramadhan di lokasi Rakornas LBH AP di Yogya. (dok)

Rakornas kali ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi nasional para pegiat hukum Muhammadiyah.

Agenda yang dibahas meliputi strategi advokasi publik, penguatan kapasitas advokat, penegasan struktur LBH AP di semua level, hingga pengembangan jaringan perlindungan hukum untuk AUM di seluruh Indonesia.

Bagi LBH AP PDM Lumajang, forum ini bukan hanya tempat berbagi gagasan, tapi juga kesempatan untuk memastikan suara daerah terdengar dan diakomodasi.

Kepergian Cucuk Hermawan tetap menyisakan ruang kosong yang sulit tergantikan.

Namun, semangatnya membela yang lemah, mengabdi pada Persyarikatan, dan menegakkan keadilan akan terus hidup dalam kerja-kerja LBH AP PDM Lumajang. (#)

Jurnalis Kuswantoro  Penyunting Sugeng Purwanto