
(Tagar.co/Indah Khoirunnisa)
Di bawah langit mendung, upacara Hardiknas di SD Muri berlangsung khidmat—menghadirkan keteladanan dan kedisiplinan yang menguatkan nilai utama sekolah ini: berbudi, berbudaya, dan unggul
Tagarc.o — Pagi yang diselimuti mendung menghadirkan suasana tenang di halaman SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri) Gresok, Jumat )4/5/26). Di tengah udara sejuk dan semilir angin yang menggerakkan dedaunan, para siswa berdiri rapi membentuk barisan upacara. Nuansa khidmat langsung terasa sejak awal kegiatan dimulai.
Petugas upacara dari kelas 5 tampil sigap dan percaya diri, menjalankan setiap rangkaian dengan tertib. Irama langkah yang teratur, aba-aba yang tegas, hingga lantunan lagu kebangsaan yang menggema, berpadu menciptakan pengalaman yang seolah hidup—terdengar, terlihat, dan terasa oleh seluruh peserta.
Baca juga: Siswa SD Muri Gresik Hidupkan Sudut Baca lewat Infak Buku
Momen pengibaran bendera menjadi salah satu bagian paling mengharukan. Bendera Merah Putih perlahan naik, berkibar di bawah langit mendung, membangkitkan rasa bangga sekaligus haru di hati para siswa dan guru yang mengikuti upacara.
Suasana semakin hangat ketika tim paduan suara Muri Kids Choir tampil membawakan lagu Rukun dengan Teman. Harmoni suara yang merdu berpadu dengan sejuknya pagi, menghadirkan kesan mendalam tentang pentingnya kebersamaan. Beberapa siswa tampak tersenyum, bahkan ikut bersenandung pelan, larut dalam pesan yang disampaikan melalui lagu tersebut.
Upacara semakin bermakna saat pembina upacara, Riza Agustina Wahyu Setiawati, M.Pd., menyampaikan amanat dengan penuh penghayatan.
Suaranya yang jelas terdengar hingga ke barisan belakang mengajak seluruh peserta memahami filosofi pendidikan dari Ki Hajar Dewantara: “Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.”
Dalam penjelasannya, dia mengaitkan filosofi tersebut dengan nilai utama SD Muri, yakni berbudi, berbudaya, dan unggul.
“Berbudi berarti memiliki akhlak mulia dan mampu menjadi teladan. Berbudaya berarti menjaga dan mengembangkan nilai-nilai luhur. Sedangkan unggul adalah terus berprestasi dengan semangat kebersamaan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penerapan ketiga nilai tersebut akan membentuk siswa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat dan siap menghadapi masa depan.
Para siswa tampak menyimak dengan penuh perhatian. Beberapa mengangguk pelan, sementara yang lain berdiri tegap, menyerap setiap pesan yang disampaikan. Meski langit masih mendung, kehangatan amanat terasa menyentuh hati seluruh peserta.
Upacara ditutup dengan doa yang dipanjatkan secara khusyuk, menghadirkan keheningan sejenak sebagai ruang refleksi makna Hari Pendidikan Nasional. (#)
Jurnalis Ika Heri Pratiwi Penyunting Mohammad Nurfatoni












