Feature

Prabowo Tutup Munas VI PKS: Politik Adalah Ikhtiar Memperbaiki Kehidupan Rakyat

427
×

Prabowo Tutup Munas VI PKS: Politik Adalah Ikhtiar Memperbaiki Kehidupan Rakyat

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada acara Peresmian Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tahun 2025 di Golden Ballroom, The Sultan Hotel, Jakarta, pada Senin, 29 September 2025. (Foto BPMI Setpres/Cahyo)

Presiden Prabowo Subianto menegaskan politik sejati adalah niat murni untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Hal itu ia sampaikan saat meresmikan penutupan Munas VI PKS di Jakarta, yang juga menjadi momentum merajut sinergi antara pemerintah dan partai politik.

Tagar.co — Presiden Prabowo Subianto menghadiri Peresmian Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Golden Ballroom, The Sultan Hotel, Jakarta,Senin (29/9/25). Kehadiran Presiden dalam forum partai ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk merangkul seluruh kekuatan politik demi persatuan dan penguatan agenda nasional.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, doa bersama, dan pemutaran video bertajuk “11 Bulan Sudah, Presiden Prabowo dan Kabinet Merah Putih Berikhtiar Wujudkan Cita-Cita Indonesia Maju dan PKS serta Presiden Prabowo Majukan Indonesia.”

Baca juga: BPMI Setpres Kembalikan Kartu Pers Istana Milik Reporter CNN

Dalam pidatonya, Presiden menegaskan hakikat politik sejati: bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan niat murni untuk menghadirkan perbaikan dan kesejahteraan rakyat.

“Kalau kita buka buku-buku, arti politik adalah keinginan untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Itu arti politik. Keinginan untuk memperbaiki kehidupan rakyat, itu arti yang murni dari politik,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden PKS Al Muzzamil Yusuf turut menegaskan dukungan partainya terhadap peran aktif Presiden di kancah internasional.

“PKS mengapresiasi peran aktif Presiden Prabowo dalam menjalankan peran diplomasi di berbagai forum internasional untuk memperjuangkan anti penjajahan, memperjuangkan kemanusiaan, dan perdamaian dunia,” ungkapnya.

Acara penutupan Munas turut dihadiri pimpinan lembaga negara, para menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan partai politik, hingga organisasi masyarakat Islam.

Baca Juga:  Dirty Vote II O3: Rahasia Gelap di Balik Tiga O

Indonesia Masih Berdiri Kuat, Prabowo Ingatkan Amanat Konstitusi

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo juga menyampaikan optimisme atas ketahanan bangsa. Menurutnya, perjalanan 80 tahun Indonesia penuh dengan pasang surut, bahkan perang ideologi, namun bangsa ini tetap tegak berdiri.

“Alhamdulillah kita sekarang utuh, kita sekarang kuat, kita sekarang masih berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita mengerti banyak kekurangan antara lain, kita tidak bisa pungkiri korupsi masih sangat berlaku di bangsa kita,” ujar Presiden.

Kepala Negara menegaskan ukuran keberhasilan sebuah negara adalah ketika rakyat hidup dalam kecukupan. “Negara yang berhasil adalah negara di mana semua rakyat bisa hidup dalam kecukupan, kemakmuran dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Itu tujuan kita,” tambahnya.

Prabowo juga menekankan kembali amanat konstitusi agar kekayaan alam sepenuhnya dikuasai negara demi rakyat. “Perintah undang-undang dasar, perintah pendiri-pendiri bangsa kita adalah bahwa bumi dan air, dan semua kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemampuan rakyat,” tegasnya.

Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Peresmian Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tahun 2025 di Golden Ballroom, The Sultan Hotel, Jakarta, pada Senin, 29 September 2025. (Foto BPMI Setpres/Cahyo)

30 Juta Penerima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis

Presiden Prabowo menegaskan capaian penting program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam 11 bulan, program ini telah menjangkau hampir 30 juta penerima manfaat.

“Dalam 11 bulan kita telah membuktikan dengan iktikad yang baik, dengan tujuan yang baik, dengan hati yang ikhlas, dengan cinta Tanah Air dan cinta rakyat, kita bisa berbuat banyak. Kita telah menyelamatkan minimal Rp300 triliun rupiah. Rp300 triliun inilah yang kita pakai untuk makan bergizi gratis,” ujar Presiden.

Baca Juga:  Sinyal Keluarga di Jalur 1,4 GHz

Meski sempat menghadapi kasus kekurangan dan keracunan makanan, tingkat penyimpangan yang tercatat hanya 0,00017 persen. Presiden menyebut hal itu sangat kecil jika dibandingkan skala program.

Ia juga membandingkan dengan Brasil yang membutuhkan 11 tahun untuk menjangkau 40 juta penerima manfaat. “Indonesia, dalam waktu kurang dari satu tahun, sudah mampu menjangkau 30 juta penerima. Ada kekurangan? Ada. Tapi manfaatnya sangat-sangat besar,” jelasnya.

Selain memberi gizi bagi anak-anak dan ibu hamil, program ini juga menggerakkan ekonomi desa. Permintaan bahan pangan langsung diserap dari petani, peternak, dan nelayan lokal. “Dengan program makan bergizi ini, Januari–Februari kita bisa ciptakan 1,5 juta lapangan kerja baru,” kata Presiden.

Tahun depan, alokasi anggaran sebesar Rp335 triliun disiapkan untuk memperluas program hingga menjangkau 82 juta penerima manfaat. “Sebagai seorang pemimpin, sebagai seorang Bapak, saya bangga dengan 30 juta, tapi saya masih ingat 52 juta anak-anak kita masih berharap, masih menunggu dengan ibu-ibu hamil,” tutur Presiden.

Dorong Ekonomi Rakyat, Pemerintah Bangun Koperasi hingga Desa Nelayan

Di forum yang sama, Presiden Prabowo juga menguraikan strategi besar pemerintah memperkuat ekonomi rakyat. Salah satunya melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di 80 ribu desa dan kelurahan. Seluruh warga desa otomatis menjadi anggota koperasi ini.

Baca Juga:  Puncak Peringatan HGN 2025, Presiden: Anggaran Pendidikan Harus Tepat Sasaran

“Jadi dia akan dapat barang-barang dengan harga yang semurah-murah yang kita bisa capai. Kita percepat mata rantai distribusi. Semua produksi mereka kita bisa serap,” kata Presiden.

Selain koperasi, pemerintah mendorong program perumahan dengan target 350 ribu penerima pembiayaan. Tanah negara yang belum dimanfaatkan maksimal akan dialokasikan untuk rumah rakyat.

Di kawasan pesisir, pembangunan desa nelayan terus berjalan. Dari 100 desa nelayan yang ada, pemerintah menargetkan 2.000 desa nelayan baru tahun depan. Fasilitas seperti pabrik es, dermaga, dan cold storage disiapkan untuk meningkatkan pendapatan nelayan. Di Papua, uji coba program desa nelayan bahkan berhasil menaikkan penghasilan hingga 60–100 persen.

Presiden juga menyinggung rencana pembangunan 20 ribu hektare tambak di Pantura Jawa Barat yang akan membuka 130 ribu lapangan kerja. Sementara di sektor pertanian, pencetakan sawah baru seluas 480 ribu hektare tengah berjalan, dengan produksi beras Indonesia mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Untuk mendukung ketahanan pangan, pemerintah menyiapkan pembangunan 100 gudang modern baru bagi Bulog. “Masing-masing di tanah sekitar 5 hektare, gudang tersebut gudang modern,” ujar Presiden.

Di bidang pendidikan, kesejahteraan guru juga menjadi perhatian. Tunjangan guru non-ASN kini ditransfer langsung ke rekening penerima tanpa potongan. Selain itu, pemerintah telah mendirikan sekolah unggul, politeknik di daerah tertinggal, hingga sekolah rakyat di 165 titik yang ditargetkan mencapai 500 titik. (#)

Mohammad Nurfatoni, sumber BPMI Setpres