Feature

BPMI Setpres Kembalikan Kartu Pers Istana Milik Reporter CNN

57
×

BPMI Setpres Kembalikan Kartu Pers Istana Milik Reporter CNN

Sebarkan artikel ini
Pengembalian kartu identitas liputan Istana. Dari kanan: Yusuf Permana, Diana Valencia, Titin Rosmasari, dan Totok Suryanto. (Firda Cynthia Anggrainy Al Djokya/detik.com)

Diana Valencia kembali memegang kartu khusus wartawan Istana. BPMI Setpres menyampaikan klarifikasi dan menegaskan komitmen untuk menjunjung tinggi kebebasan pers.

Tagar.co — Reporter CNN Indonesia TV, Diana Valencia, akhirnya kembali memegang kartu identitas liputan Istana yang sempat dicabut Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden (Setpres) akhir pekan lalu. Pengembalian dilakukan langsung oleh Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (29/9/2025).

Dalam kesempatan itu, Diana didampingi Pemimpin Redaksi CNN Indonesia TV Titin Rosmasari dan Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto. Diana tampak menunjukkan kartu yang dikembalikan, sementara Yusuf memberikan penjelasan kepada awak media yang hadir.

Baca juga: Jurnalis Korban MBG, Demokrasi Sakit Perut

“Langsung kami serahkan ID-nya Diana,” kata Yusuf. Ia menegaskan, kartu yang sempat ditarik hanyalah identitas khusus untuk wartawan yang meliput kegiatan Istana, bukan kartu pers profesional milik Diana.

“Namun demikian ID khusus Istana itu pun sekarang dikembalikan kepada yang bersangkutan,” tambahnya.

Awal Mula Pencabutan

Peristiwa ini bermula pada Sabtu (27/9/2025) di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Saat Presiden Prabowo Subianto baru tiba dari lawatan luar negeri, Diana melontarkan pertanyaan mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menanyakan apakah Presiden memberi instruksi khusus kepada Badan Gizi Nasional (BGN).

BPMI menilai pertanyaan tersebut di luar konteks acara, sehingga memutuskan mencabut kartu liputan Istana Diana. Kendati demikian, Presiden tetap menanggapi. “Saya monitor perkembangan itu. Habis ini saya akan panggil langsung Kepala BGN dan beberapa pejabat,” ucap Prabowo.

Respons CNN Indonesia

Pencabutan kartu itu segera mendapat respons dari CNN Indonesia. Pemimpin Redaksi Titin Rosmasari mengirim surat resmi kepada BPMI pada Ahad (28/9/2025), mempertanyakan dasar pencabutan sekaligus memprotes cara pengambilannya yang dilakukan langsung di kantor CNN Indonesia.

“Kami kirimkan siang ini. Mungkin kawan-kawan BPMI belum membaca,” kata Titin. Ia menegaskan, pertanyaan yang diajukan Diana relevan dengan situasi dan merupakan kebutuhan publik untuk mendapatkan kejelasan.

Komitmen Kebebasan Pers

Dalam penyerahan kembali kartu pers, Yusuf Permana menyampaikan penyesalannya atas kejadian tersebut. Ia menekankan, BPMI berkomitmen menjaga keterbukaan dan kebebasan pers di lingkungan Istana. “BPMI akan menjunjung tinggi asas keterbukaan dan kebebasan pers,” ujarnya.

Diana sendiri menyambut baik pengembalian kartu itu. Ia berharap peristiwa serupa tidak terulang. “Penarikan ini akan jadi yang terakhir,” katanya.

Senada dengan itu, Titin Rosmasari menegaskan bahwa BPMI telah memberi jaminan agar jurnalis di Istana tetap dapat menjalankan tugasnya secara profesional tanpa hambatan. “Deputi BPMI juga menjamin tidak akan lagi terjadi peristiwa ini,” ujarnya.

CNN Indonesia pun menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung kebebasan pers. Bagi Diana, momen ini menjadi pengingat bahwa kerja jurnalis adalah menyuarakan kepentingan publik, sekaligus menegaskan pentingnya ruang yang aman bagi wartawan untuk bertanya. (#)

Mohammad Nurfatoni, dari berbagai sumber