Feature

Prabowo Peringkat 15 Dunia, Indonesia Diakui Berpengaruh dalam Dunia Islam Global

460
×

Prabowo Peringkat 15 Dunia, Indonesia Diakui Berpengaruh dalam Dunia Islam Global

Sebarkan artikel ini
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto

Edisi terbaru The Muslim 500 menempatkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di urutan ke-15 dari 500 tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia. Laporan ini menilai kepemimpinannya sebagai simbol Islam moderat dengan diplomasi global yang tegas terhadap agresi di Gaza.

Tagar.co – Nama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi masuk dalam daftar 15 tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia 2026 versi The Muslim 500: The World’s 500 Most Influential Muslims, yang diterbitkan oleh The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC), Amman, Yordania.

Baca juga: Tiga Tokoh Indonesia Masuk Daftar 50 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia 2026

Prabowo menempati peringkat ke-15 dunia, sejajar dengan pemimpin besar dunia Islam seperti Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan, Raja Yordania Abdullah II, dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

Pemimpin Baru dengan Daya Pengaruh Besar

Dalam penjelasan resmi The Muslim 500, Prabowo disebut sebagai figur yang menandai era baru kepemimpinan di Indonesia. Ia diakui karena keberhasilannya memenangkan pemilihan presiden pada Februari 2024 dengan raihan 58,6 persen suara, dan dilantik secara resmi pada 20 Oktober 2024.

Baca Juga:  ICMI Jatim Desak Pemerintah Terbuka soal Mandat Indonesia di Board of Peace

RISSC menilai pelantikannya sebagai,“His inauguration marked the culmination of a political journey spanning decades—one filled with controversy, perseverance, and eventual reconciliation.” Pelantikannya menandai puncak dari perjalanan politik panjang yang penuh kontroversi, keteguhan, dan akhirnya rekonsiliasi.

Sebagai presiden kedelapan Indonesia, Prabowo dinilai berhasil menyatukan kekuatan politik besar sekaligus menghadirkan gaya kepemimpinan nasionalis yang menekankan pembangunan ekonomi, ketahanan pangan, serta keamanan nasional.

Reformasi Kabinet dan Tantangan Sosial

Laporan The Muslim 500 juga mencatat langkah cepat Prabowo melakukan reshuffle kabinet besar-besaran pada September 2025, mengganti posisi penting seperti Menteri Keuangan dan Menteri Keamanan untuk merespons protes nasional terkait biaya hidup dan kesenjangan ekonomi.

Dalam laporannya, RISSC menulis, “As the new president, Prabowo faces the formidable challenge of uniting a divided nation while fulfilling his campaign promises on economic growth and social welfare.”

Sebagai presiden baru, Prabowo menghadapi tantangan besar untuk menyatukan bangsa yang terbelah sekaligus menepati janji kampanyenya tentang pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial.

Baca Juga:  Board of Peace: Tanda Tangan Prabowo Masih Bisa Ditarik

Klik dan Unduh: The Muslim 500

Laporan itu juga menyinggung putusan pengadilan terkait peningkatan kewenangan militer dalam urusan sipil—isu yang menuai kritik dari kalangan masyarakat sipil karena dinilai berpotensi melemahkan norma demokratis.

Karisma dan Kiprah Global

Prabowo juga dipuji karena kemampuan komunikasi publik yang karismatik dan gaya pidato yang menyentuh kalangan kelas menengah serta pekerja. RISSC menulis bahwa Prabowo “dikenal karena kefasihannya berbicara dan kemampuannya menghubungkan isu-isu nasional dengan visi kebangsaan.”

Di dunia internasional, Prabowo dinilai memiliki daya tawar strategis. Ia dihadapkan pada tantangan memperkuat posisi Indonesia di kawasan Asia Tenggara sekaligus meningkatkan pengaruhnya di panggung global.

Sikap Tegas terhadap Isu Gaza

Salah satu faktor utama yang mengangkat posisi Prabowo dalam The Muslim 500 adalah sikap tegas Indonesia terhadap agresi Israel di Gaza.

RISSC menulis, “Indonesia under Prabowo condemned Israel’s disproportionate bombardment of Gaza and supported South Africa’s genocide case against Israel at the International Court of Justice (ICJ).”

Indonesia di bawah Prabowo mengecam keras pemboman tidak proporsional Israel di Gaza dan mendukung gugatan genosida Afrika Selatan terhadap Israel di Mahkamah Internasional.

Baca Juga:  Keberanian di Podium, Ujian di Konstitusi

Langkah diplomatik ini dianggap sebagai bentuk nyata solidaritas Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai suara moral dunia Islam.

Dari Kontroversi ke Konsolidasi

RISSC juga menyinggung perjalanan panjang Prabowo yang “diwarnai tuduhan pelanggaran HAM pada masa lalu,” namun mencatat bahwa ia tidak pernah secara resmi didakwa atau divonis bersalah.

Kini, Prabowo dinilai “berhasil mengubah citra diri menjadi pemimpin nasional yang mampu mengonsolidasikan kekuatan politik dan memperluas pengaruh global.”

Masuknya Prabowo Subianto dalam 15 besar tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia 2026 memperkuat posisi Indonesia sebagai negara Muslim terbesar dengan diplomasi aktif di kancah internasional.

Dengan kebijakan luar negeri yang tegas, gaya kepemimpinan nasionalis, dan solidaritas kuat terhadap Palestina, Prabowo dianggap sebagai wajah baru kepemimpinan Muslim global yang memadukan kekuatan politik, nasionalisme, dan nilai kemanusiaan. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni