FeatureUtama

Tiga Tokoh Indonesia Masuk Daftar 50 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia 2026

188
×

Tiga Tokoh Indonesia Masuk Daftar 50 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia 2026

Sebarkan artikel ini

Edisi terbaru The Muslim 500: The World’s 500 Most Influential Muslims 2026 menempatkan tiga tokoh Indonesia di antara 50 tokoh Islam paling berpengaruh dunia—bersanding dengan nama besar seperti Erdogan, Khamenei, dan Anwar Ibrahim.

Tagar.coThe Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC) yang berbasis di Amman, Yordania, kembali merilis daftar tahunan The Muslim 500: The World’s 500 Most Influential Muslims 2026.

Baca juga: 50 Peringkat Teratas Daftar 500 Tokoh Islam Paling Berpengaruh di Dunia Tahun 2025

Edisi terbaru yang dirilis 30 Oktober 2025, memuat lima ratus tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia berdasarkan kiprah dan dampaknya di bidang politik, keagamaan, pendidikan, sosial, hingga kebudayaan.

Dari Indonesia, tiga nama besar berhasil menembus daftar 50 teratas, yaitu Presiden Prabowo Subianto, Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf, dan Habib Luthfi bin Yahya. Ketiganya disebut sebagai representasi kekuatan Islam moderat dan kepemimpinan strategis di Asia Tenggara.

Klik dan Unduh: The Muslim 500: The World’s 500 Most Influential Muslims 2026

Daftar 50 Tokoh Dunia dalam The Muslim 500 Tahun 2026

1–10: Emir, Ulama, dan Pemimpin Dunia

Peringkat pertama ditempati Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, Emir Qatar, yang diakui karena perannya dalam diplomasi internasional dan dukungan kemanusiaan global.

Di posisi kedua ada Justice Sheikh Muhammad Taqi Usmani, mufti dan ulama terkemuka asal Pakistan yang berpengaruh besar di bidang keuangan syariah.

Urutan ketiga diisi Sheikh Al-Habib Umar bin Hafiz, cendekiawan Yaman dan pendiri Dar Al-Mustafa di Tarim, simbol dakwah tasawuf yang menyejukkan.

Selanjutnya, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, menempati peringkat keempat; disusul Raja Abdullah II Ibn Al-Hussein dari Yordania di posisi kelima, yang dikenal karena kiprahnya menjaga situs suci di Yerusalem.

Di urutan keenam, Sheikh Ahmad Muhammad Al-Tayyeb, Grand Sheikh Al-Azhar Mesir, terus menjadi rujukan Islam moderat dunia.

Recep Tayyip Erdoğan, Presiden Turki, berada di posisi ketujuh; Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud dari Arab Saudi di peringkat delapan.

Sheikh Mohamed bin Zayed Al-Nahyan, Presiden Uni Emirat Arab, menempati posisi kesembilan, sementara Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia, melengkapi 10 besar.

11–20: Ulama Syiah, Raja, dan Pemimpin Asia-Afrika

Peringkat ke-11 diduduki Ayatollah Sayyid Ali Hussein Al-Sistani, marja agung dari Najaf, Irak. Sementara Raja Mohammed VI dari Maroko menempati urutan ke-12.

Sheikh Salman Al-Ouda, cendekiawan dan pendidik asal Arab Saudi, berada di posisi ke-13, diikuti Putra Mahkota Mohammad bin Salman bin Abdulaziz Al-Saud di peringkat ke-14.

Kabar membanggakan datang dari Indonesia — Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, berada di peringkat ke-15 dunia, sejajar dengan para pemimpin global Muslim lainnya.

Urutan ke-16 diisi Maulana Mahmood Madani, Presiden Jamiat Ulema-e-Hind dari India, diikuti Sultan Muhammadu Sa’adu Abubakar III dari Sokoto, Nigeria (17).

Sheikh Abdullah bin Bayyah dari Mauritania menempati posisi ke-18 atas kiprahnya dalam mempromosikan perdamaian dunia.

Tokoh Indonesia kedua, K.H. Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU, masuk peringkat ke-19, sementara Prof. Ibrahim Kalin, Direktur Badan Intelijen Nasional Turki, melengkapi kelompok 20 besar.

21–30: Cendekiawan, Dai, dan Pemimpin Muslim Dunia

Urutan ke-21 ditempati Sheikh Abdul-Malik Al-Houthi, pemimpin Houthi di Yaman.
Di posisi ke-22 ada Presiden Mesir Abdel Fattah Saeed El-Sisi, disusul Dr. Ali Gomaa, mantan Grand Mufti Mesir, di posisi ke-23.

Habib ‘Ali Zain Al Abiden Al-Jifri, ulama asal Yaman dan Direktur Tabah Foundation, berada di posisi ke-24.
Sheikh Hamza Yusuf Hanson, pendiri Zaytuna College (AS), melengkapi daftar 25 besar dunia.

Posisi ke-26 diisi Sheikh Ahmad Tijani bin Ali Cisse, pemimpin Thariqah Tijaniyah asal Senegal.

Di bawahnya, Sheikh Usama Al-Sayyid Al-Azhari, Menteri Wakaf Mesir, berada di urutan ke-27, diikuti Sheikh Mustafa Hosny, penceramah populer Mesir, di peringkat ke-28.

Peringkat ke-29 ditempati Kapten Ibrahim Traoré, Presiden Interim Burkina Faso.
Sedangkan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev menempati urutan ke-30.

31–40: Dai Asia Selatan dan Tokoh Spiritual Indonesia

Urutan ke-31 menjadi milik Habib Luthfi bin Yahya, ulama karismatik Indonesia yang dikenal karena dakwah cinta tanah air dan harmoni antarumat.

Posisi ke-32 ditempati Maulana Tariq Jameel, penceramah ternama Pakistan, diikuti Sheikh Muhammad Al-Yaqoubi dari Suriah di posisi ke-33.

Prof. Seyyed Hossein Nasr, filsuf Islam kelahiran Iran yang berkiprah di AS, berada di urutan ke-34, sementara Dr. Timothy Winter (Sheikh Abdal Hakim Murad) dari Inggris menempati peringkat ke-35.

Presiden Tanzania Samia Suluhu Hassan menempati posisi ke-36, disusul Sheikh Uthman Taha, kaligrafer Mushaf Al-Qur’an asal Suriah, di peringkat ke-37.

Urutan ke-38 diisi Sheikh Rached Ghannouchi, politisi Tunisia, sedangkan Mohamed Salah, pesepak bola asal Mesir yang menjadi ikon global Muslim, menempati posisi ke-39.

Peringkat ke-40 dipegang Sheikh Muqtada Sadr, ulama dan politisi asal Irak.

41–50: Pemimpin Gerakan dan Cendekiawan Muslim Dunia

Di kelompok terakhir, posisi ke-41 ditempati Maulana Nazar-ur-Rehman, Amir Jamaat Tabligh Pakistan.

Sheikh Ibrahim Saleh Al-Hussaini dari Nigeria menempati posisi ke-42, sementara Mullah Haibatullah Akhundzada, pemimpin Taliban Afghanistan, berada di peringkat ke-43.

Sheikh Muhammad Ilyas Attar Qadiri, pendiri Dawat-e-Islami Movement, berada di posisi ke-44, diikuti Mahmoud Abbas, Presiden Palestina, di peringkat ke-45.

Khaled Mashal, tokoh Hamas Palestina, berada di posisi ke-46; sedangkan Presiden Suriah Ahmed Al-Sharaa menempati peringkat ke-47.

Prof. Syed Muhammad Naquib Al-Attas dari Malaysia — pemikir besar dunia Islam — berada di posisi ke-48.

Urutan ke-49 ditempati Prof. Mustafa Abu Sway, cendekiawan Palestina, dan daftar ditutup oleh Muhammad Yunus, Perdana Menteri Interim Bangladesh, di posisi ke-50.

Islam Moderat dan Diplomasi Global

Edisi 2026 dari The Muslim 500 kembali menegaskan luasnya spektrum pengaruh Islam global—dari istana kerajaan hingga ruang kuliah, dari mimbar keagamaan hingga layar digital.

Kehadiran tiga tokoh asal Indonesia dalam daftar 50 besar dunia menandai pentingnya posisi Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar dengan peran strategis dalam diplomasi Islam moderat.

Laporan ini menutup dengan pesan reflektif: “Influence is not about control, but about the ability to inspire change.” (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni

Keterangan: Angka dalam tanda kurung menunjukkan peringkat tahun lalu)