Feature

Dua Tokoh “Top Extremists” dalam The Muslim 500 Tahun 2026

42
×

Dua Tokoh “Top Extremists” dalam The Muslim 500 Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Abu Muhammad Al-Maqdisi (kiri) dan Ahmad Diriye

Abu Muhammad Al-Maqdisi dan Ahmad Diriye disorot karena pengaruh ideologi keras di Timur Tengah dan Afrika

Tagar.co – Edisi The Muslim 500: The World’s 500 Most Influential Muslims 2026, yang diterbitkan oleh The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC) di Amman, Yordania, 30 Oktober 2025 menampilkan dua nama dalam kategori “Top Extremists” atau Tokoh Ekstremis Paling Berpengaruh: Abu Muhammad Al-Maqdisi dari Yordania dan Ahmad Diriye dari Somalia.

Baca juga: 50 Peringkat Teratas Daftar 500 Tokoh Islam Paling Berpengaruh di Dunia Tahun 2025

Keduanya disebut bukan karena prestasi spiritual atau sosial, melainkan karena pengaruh ideologinya terhadap jaringan ekstremisme global di dunia Islam modern.

Abu Muhammad Al-Maqdisi: Ideolog Salafi-Jihadi dan Mentor Al-Zarqawi

Lahir dengan nama Isam Muhammad Tahir Al-Barqawi, Al-Maqdisi dikenal sebagai pemikir Salafi-Jihadi asal Yordania-Palestina yang menjadi mentor ideolog bagi Abu Musab Al-Zarqawi, pendiri Al-Qaeda di Irak.

Laporan The Muslim 500 menyebut, tulisan-tulisan Al-Maqdisi tetap menjadi rujukan penting bagi berbagai kelompok jihadis, meskipun ia sendiri pernah mengkritik kekerasan ekstrem yang dilakukan Al-Zarqawi.

Salah satu karya terkenalnya berisi kritik keras terhadap rezim Saudi dan deklarasi takfir terhadap pemerintahan yang dianggap tidak menjalankan hukum Islam secara murni.

RISSC mencatat bahwa Al-Maqdisi pernah divonis lima tahun penjara oleh pengadilan Yordania atas tuduhan terorisme. Meski begitu, ia tetap aktif menulis dan menjadi figur ideolog bagi banyak kelompok Salafi di Timur Tengah.

Klik dan Unduh: The Muslim 500: The World’s 500 Most Influential Muslims 2026

Ahmad Diriye: Pemimpin Al-Shabaab di Afrika Timur

Dari kawasan Afrika Sub-Sahara, laporan tersebut menyoroti Ahmad Diriye, atau Abu Ubaidah, yang menjadi Emir Al-Shabaab sejak 2014 setelah pendahulunya, Ahmed Abdi Godane, tewas dalam serangan udara Amerika Serikat.

Sebagai pemimpin Al-Shabaab, Diriye disebut berpegang pada ideologi takfiri dan terus melanjutkan visi Godane untuk memperluas pengaruh kelompok tersebut di Somalia, Kenya, dan Uganda.

The Muslim 500 mencatat bahwa Al-Shabaab masih aktif melakukan serangan terhadap pasukan pemerintah Somalia dan Uni Afrika, serta menargetkan hotel dan fasilitas publik di Mogadishu.

Pengaruh yang Tidak Selalu Positif

Melalui kategori Top Extremists, The Muslim 500 menegaskan bahwa pengaruh dalam dunia Islam tidak selalu bermakna positif.

RISSC memasukkan figur-figur seperti Al-Maqdisi dan Diriye untuk menunjukkan bagaimana ideologi keras dapat memengaruhi geopolitik dan keamanan regional, sekaligus menjadi peringatan bagi dunia Islam terhadap penyalahgunaan agama untuk tujuan kekerasan. (#)

Mohammad Nurfatoni