
Pelukan orang tua mengharu biru acara perpisahan itu. Selama enam tahun anak-anak dilatih kecerdasan, keterampilan, dan spiritualnya bersama guru menjadi insan kamil yang mandiri.
Tagar.co – Dari atas panggung murid kelas 6 MI Muhammadiyah 28 Lakarsantri Surabaya turun menuju meja. Mereka mengambil sekuntum bunga yang tersedia di atas meja itu.
Lalu berlari menuju ayah bunda di deretan kursi hadirin. Mempersembahkan bunga itu sambil memberikan pelukan dan cium. Orang tua menerima kuntum bunga itu dengan linangan air mata. Derai air mata mengalir dalam pelukan bahagia orang tua dan anak.
Ruangan pun sunyi. Hanya sesenggukan tangis lirih yang terdengar. Itulah suasana pelepasan lulusan MI Muhammadiyah 28 Lakarsantri yang berlangsung di Balai Teknologi Sanitasi Wiyung, Sabtu (14/6/2025) pagi tadi.
Sebanyak 33 murid kelas 6 yang mengakhiri masa belajarnya dilepas kepala madrasah dan guru disaksikan orang tuanya di acara Haflah Akhirussanah IV.
Hadir di acara itu Ketua PCM Lakarsantri Sugeng Purwanto, Ketua PCA Lakarsantri Endang Sriwahyuningsih, Pengawas Madrasah Kemenag Surabaya Swigiono, Ketua Majelis Dikdasmen PCM Lakarsantri Hidayat, Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PDM Surabaya Ranu Wasisto.
Kepala MI Muhammadiyah 28, Rohim MPdI, menyampaikan, sebanyak 33 murid yang lulus tahun 2025 ini dengan prestasi akademik dan keterampilan ekstra kurikuler.
”Dulu ketika anak-anak ini diterima di kelas 1 masih ada yang menangis, ada yang harus ditunggui mamanya karena tak mau ditinggal, sekarang mereka telah tumbuh menjadi anak yang cerdas, saleh, dan mandiri,” katanya.
Selama enam tahun, sambung dia, anak-anak mengikuti proses belajar bersama guru yang berdedikasi. Juga mengikuti berbagai lomba, menjadi juara, dan hafal Al-Quran juz 30.
Sekarang mereka sudah menamatkan belajarnya untuk meneruskan ke jenjang SMP. ”Pesan saya, anak-anak terus rajin belajar dan tidak melupakan salat dan berdoa seperti kebiasaan yang diajarkan di MIM 28,” kata Rohim.
Dia menambahkan, hari ini kami melepas 33 siswa dan menerima siswa baru kelas 1 sebanyak 52 siswa. Ini menandakan MIM 28 makin mendapat kepercayaan masyarakat.
Ketua PCM Lakarsantri Sugeng Purwanto dalam sambutannya mengatakan, pendidikan Muhammadiyah mengajarkan aspek kecerdasan, keterampilan, dan spiritual sehingga anak-anak menjadi insan kamil, manusia sempurna.
”Mereka jadi anak yang cerdas, terampil, dan saleh. Ini sesuai dengan pesan Nabi Muhammad Saw: أَكِرْمُوْا أَوْلاَدَكُمْ وَأَحْسِنُوْا أَدَبَهُمْ akrimu auladakum wa ahsinu adabahum. Muliakan anak-anakmu dan perbaiki adab (sopan santun) mereka,” katanya.
Bersyukurlah orang tua yang mampu mendidik anak-anaknya sendiri, sambung dia, sehingga anak-anak sesuai dengan pewarnaan orang tuanya. Diajari mengaji Al-Quran dan belajar ilmu pengetahuan.
”Namun kalau ada orang tua yang tak mampu mendidik sendiri, madrasah Muhammadiyah ini menjadi pilihan untuk menyerahkan anak-anak belajar dan mengaji Al-Quran,” tandasnya.
MI Muhammadiyah 28, tutur dia, terus berbenah sehingga menjadi pilihan pertama orang untuk menyekolahkan anaknya di sini karena punya keunggulan spiritual.

Di acara ini anak-anak kelas 6 itu menerima ijazah dan syahadah tahfiz juz 30 dari Kepala MIM 28 Rohim. Kemudian bersama-sama naik ke panggung menyanyikan lagu hits Sheila on 7 berjudul Melompat Lebih Tinggi diiringi gerakan koreografi kompak nan menawan yang disambut tepuk tangan bergemuruh penonton memenuhi aula.
Kupetik bintang untuk kau simpan
Cahayanya tenang berikan kau perlindungan
Sebagai pengingat teman
Juga sebagai jawaban
Semua tantangan …. (#)
Jurnalis Mu’amar Kadafi Penyunting Sugeng Purwanto












