Feature

Mumtas, Ajang Talenta Madrasah Muhammadiyah Pantura Diluncurkan

77
×

Mumtas, Ajang Talenta Madrasah Muhammadiyah Pantura Diluncurkan

Sebarkan artikel ini
Rapat bersama kepala MI Muhammadiyah kecamatan Ujungpangkah, Panceng, dan MIM Golokan (Tagar.co/Nurkhan)

Semangat kolaborasi madrasah Muhammadiyah di Pantura melahirkan Mumtas, ajang talenta bergengsi yang bukan sekadar lomba, melainkan ruang silaturahmi, aktualisasi, dan pembinaan berkelanjutan untuk mencetak generasi qur’ani yang unggul, cerdas, dan berakhlak mulia.

Tagar.co – Semangat kolaborasi dan ukhuwah Islamiah melahirkan gebrakan baru di dunia pendidikan Muhammadiyah yang berlokasi di pantai utara alias pantura.

Madrasah-madrasah Muhammadiyah di kawasan pesisir utara Jawa resmi meluncurkan ajang bergengsi bertajuk Mumtas (Muhammadiyah Madrasah Talents of Pantura) pada Rabu (17/9/2025).

Baca juga: Rapat Koordinasi Foskam Gresik Matangkan Agenda Studi Banding ke NTB

Ajang ini bukan sekadar lomba, melainkan ruang silaturahmi dan aktualisasi potensi siswa madrasah ibtidaiyah Muhammadiyah. Mumtas hadir sebagai gerakan bersama untuk menyiapkan generasi unggul, berakhlak mulia, sekaligus siap menghadapi tantangan zaman.

Dari Foskam Menuju Gerakan Bersama

Kelahiran Mumtas berawal dari dinamika positif di akar rumput. Setelah terbentuknya Forum Silaturahmi Kepala Madrasah (Foskam) UjungpPangkah dan Panceng, muncul gagasan bahwa kebersamaan antarmadrasah tak cukup hanya lewat pertemuan rutin. Diperlukan sebuah kegiatan nyata yang bisa menyatukan energi dan potensi bersama.

Baca Juga:  Belajar dari Tetesan Air: Pesan Ketekunan di Pondok Ramadan MI Mutwo

Dari sinilah ide talenta bersama itu lahir. Pada rapat perdana di Ujungpangkah, Senin (15/9/2025), disepakati nama Mumtas. Istilah ini ditegaskan kembali dalam rapat kedua di MI Muhammadiyah 2 Campurejo, Panceng, Gresik.

Dalam bahasa Arab, mumtas berarti unggul, terbaik, dan istimewa—sebuah filosofi yang mencerminkan tekad madrasah Muhammadiyah Pantura mencetak generasi qur’ani yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing.

Tiga Cabang Utama

Ketua Panitia, Moh Wasil, S.Pd., menegaskan bahwa Mumtas tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga merangkul bidang keagamaan, seni, dan penguatan karakter islami.

“Kami ingin anak-anak punya panggung untuk menunjukkan bakatnya. Ada yang menonjol di sains, ada yang kuat dalam hafalan Al-Qur’an, ada pula yang berpotensi jadi duta madrasah. Semua diarahkan agar terbentuk generasi Qur’ani yang mumtaz,” ujarnya penuh semangat.

Pada edisi perdana ini, Mumtas menghadirkan tiga cabang utama:

  1. Olimpiade Akademik Terintegrasi – mencakup Matematika, IPA, dan Kemuhammadiyahan.

  2. Tahfiz Juz 30 – ruang apresiasi bagi anak-anak penghafal Al-Qur’an.

  3. Duta Madrasah – ajang untuk menilai keterampilan komunikasi, kepribadian Islami, dan wawasan calon kader Muhammadiyah.

Baca Juga:  115 Guru Muhammadiyah Panceng Telusuri Jejak Perserikatan di Yogyakarta

Madrasah ibtidaiyah Muhammadiyah dari Ujung Pangkah, Sidayu, hingga Panceng ikut serta, mengirimkan delegasi terbaik dengan dukungan penuh kepala madrasah, guru, dan wali siswa.

Menyiapkan Generasi untuk Ajang Lebih Besar

Lebih dari sekadar silaturahmi, Mumtas membawa visi strategis: mempersiapkan siswa menghadapi kompetisi yang lebih besar, seperti Festival Faqih Usman (FFU) yang digelar Majelis Dikdasmen PDM Gresik maupun Porseni tingkat kabupaten hingga nasional.

“Dengan Mumtas, anak-anak tidak hanya siap lomba, tetapi juga punya mental, pengalaman, dan keterampilan yang lebih matang. Jadi, ini bukan sekadar event sekali selesai, melainkan pembinaan berkelanjutan,” jelas Wasil.

Tonggak Sejarah Pendidikan Pantura

Mumtas menandai tonggak sejarah baru bagi pendidikan Muhammadiyah di Pantura. Ajang ini diharapkan memperkuat sinergi antar-madrasah, membangun citra positif lembaga pendidikan Muhammadiyah, sekaligus menanamkan nilai-nilai Islam sejak dini.

Dengan semangat ukhuwah islamiah, Mumtas diharapkan tumbuh menjadi gerakan kultural pendidikan Muhammadiyah di kawasan pesisir utara Jawa. Gerakan ini diharapkan konsisten melahirkan kader bangsa yang berakhlak mulia, cerdas, kreatif, dan Qur’ani.

Baca Juga:  Fokal Mutwo: Energi Baru Alumni MI Mutwo

“Mumtas adalah bukti bahwa madrasah Muhammadiyah mampu berkolaborasi, berinovasi, dan mencetak generasi mumtaz untuk menghadapi tantangan zaman,” pungkas Wasil.

Jurnalis: Nurkhan