
Menu bakso Lazismu disajikan dalam pengajian Paguyuban Pensiunan PNS Wal-Ashri Lumajang. Ini produk olahan daging kurban yang praktis untuk dakwah.
Tagar.co – Lazismu Lumajang hadir dalam pengajian rutin Paguyuban Pensiunan PNS Wal-Ashri di Warung Bedjo, Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko, Rabu (13/8/2025).
Pengajian dihadiri 120 orang. Di sela acara hadirin menikmati menu bakso Lazismu. Hadirin dikenalkan cara pengolahan daging kurban oleh Lazismu salah satunya dibentuk menjadi pentol bakso.
Sebagian anggota paguyuban pensiunan sudah ada yang ikut urunan kurban sapi melalui Lazismu tahun 2025. Lantas dijelaskan daging kurban itu diolah menjadi pentol bakso dan rendang kemasan kaleng. Makanan siap saji ini praktis dan tahan lama dibagikan kepada masyarakat.
Lazismu ikut serta dalam pengajian ini atas usul Nugroho Dwi Atmoko, anggota paguyuban pensiunan yang juga pengurus Lazismu Lumajang.
“Dengan penjelasan ini harapannya tahun depan akan lebih banyak pensiunan yang ikut berkurban secara massal lewat Lazismu,” ucapnya.
Suguhan menu bakso mendapat sambutan positif dari peserta. Banyak yang memuji inovasi pengolahan daging kurban menjadi produk siap santap.
”Sengaja kami libatkan Lazismu di sini. Supaya teman-teman pensiunan tahu, Lazismu punya banyak program dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas yang bisa disinergikan dengan berbagai pihak,” ujar Nugroho yang pensiunan Dinas Pekerjaan Umum.
Menurut dia, kampanye pengenalan Lazismu harus digencarkan ke lapisan masyarakat, seperti para pensiunan ini.
“Apalagi hari ini ada Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati M.Si. Itu jadi nilai tambah untuk Lazismu,” katanya.
Nugroho meminta Direktur Lazismu Lumajang, Said Romdhon, untuk memaparkan cara menabung kurban tahun depan melalui Lazismu.
Dengan begitu, para pensiunan memiliki lebih banyak pilihan untuk menetapkan kurbannya.
Di acara itu tim fundraising Lazismu menyebarkan brosur kepada peserta pengajian. Brosur itu dilengkapi kolom nomor WhatsApp dan nama, sehingga yang berminat menabung kurban dapat dihubungi langsung oleh tim.
“Ini cara-cara kita mengajak kebaikan kepada masyarakat luas,” kata Nugroho.
Pengajian dibuka dengan pembacaan Al-Qur’an oleh Rizal Mazaki, amil Lazismu yang juga jurnalis Tagar.co.
Menurut Nugroho, ini menjadi bukti bahwa Lazismu tidak hanya memperkenalkan produk inovasi, tapi juga membina sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Said Romdhon selaku Direktur Lazismu Lumajang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih karena Lazismu diberi ruang untuk berperan aktif dalam kegiatan Paguyuban Wal-Ashri.
“Ketika diminta Pak Nug untuk menyiapkan semuanya, saya langsung mengiyakan,” ujarnya.
Ia mengaku menginstruksikan tim untuk menyiapkan 150 porsi bakso. Alasannya, momen ini menjadi kesempatan berharga bagi Lazismu untuk berkumpul dengan para tokoh hebat.
“Karena dulu, saat masih berdinas, rata-rata mereka ini menjabat sebagai kepala dinas, bahkan ada mantan sekretaris daerah. Kalau momen ini terlewatkan, sangat eman sekali,” ungkapnya.
Said menambahkan, dari brosur yang disebarkan dan penjelasan langsung di lokasi, banyak anggota paguyuban yang tertarik mengikuti tabungan kurban tahun depan. Bahkan, ada yang meminta langsung menghubungi nomor admin Lazismu.
Kegiatan tidak berhenti di sini. Ke depan, jejaring-jejaring seperti pengajian Wal-Ashri akan diperbanyak.
“Apalagi dengan adanya Pak Nug, Lazismu sangat terbantu semakin dikenal oleh banyak orang,” katanya. (#)
Jurnalis Kuswantoro Penyunting Sugeng Purwanto












