Feature

Puasa Orang-Orang Terdahulu Diceritakan di Acara Ini

47
×

Puasa Orang-Orang Terdahulu Diceritakan di Acara Ini

Sebarkan artikel ini
Puasa orang-orang terdahulu dikisahkan dalam tausiah acara pembagian 350 paket Kado Ramadan oleh Lazismu Lumajang di Pendapa Pemkab, Senin (9/3/2026).
Suharyo menyampaikan tausiah di acara pembagian kado Ramadan Lazismu Lumajang. (Tagar.co/Rizal Mazaki)

Tagar.co – Puasa orang-orang terdahulu dikisahkan dalam tausiah acara pembagian 350 paket Kado Ramadan oleh Lazismu Lumajang di Pendapa Pemkab, Senin (9/3/2026).

Cerita tersebut disampaikan Penasihat Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lumajang, Suharyo kepada guru honorer, guru TPQ, marbot masjid, serta relawan penjaga perlintasan kereta api penerima kado Ramadan.

Membuka ceramahnya, Suharyo menyampaikan, sebaik-baik manusia adalah mereka yang menebar manfaat bagi sesama.

Ia menyampaikan, keberadaan manusia di tengah kehidupan semestinya diisi dengan upaya berbuat baik kepada sesama.

Menurutnya, kegiatan sosial yang dilakukan Lazismu juga menjadi bagian dari upaya menebar kemaslahatan di tengah masyarakat.

“Bapak ibu di dunia pendidikan terus menebar ilmu untuk kebaikan. Guru TPQ membekali anak didik agar mengenal Al-Qur’an, sementara petugas rel kereta api menjaga keselamatan bersama. Semua itu adalah bentuk menebar kemaslahatan,” ujarnya.

Suharyo menjelaskan, pesan tersebut selaras dengan sabda Rasulullah Saw: khairunaas anfaukum linnaas. Manusia terbaik adalah mereka yang memberi manfaat bagi orang lain.

Ia menilai para penerima manfaat yang hadir dalam kegiatan itu telah menjalankan nilai tersebut melalui peran masing-masing di masyarakat.

Baca Juga:  Mengenalkan Lazismu ke Anak-Anak lewat Dongeng  

Dia juga menyinggung makna ibadah puasa sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Baqarah: 183, bahwa puasa diwajibkan kepada umat Islam sebagaimana umat-umat terdahulu agar manusia menjadi pribadi yang bertakwa.

Ia kemudian menjelaskan, tradisi berpuasa telah dilakukan oleh para nabi sebelumnya.

Salah satunya Nabi Nuh yang berpuasa sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah setelah diselamatkan dari bencana besar bersama umatnya.

Selain itu, ia juga mencontohkan Nabi Musa yang pernah menjalankan puasa selama 40 hari.

Menurutnya, kisah tersebut menjadi pengingat bahwa ibadah puasa merupakan bentuk ketaatan sekaligus jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Ampunan

Orang yang menjalankan puasa dengan sungguh-sungguh, dia mengatakan, akan memperoleh banyak keutamaan dari Allah. Salah satu di antaranya adalah ampunan atas dosa-dosa yang pernah dilakukan.

“Allah membuka pintu ampunan seluas-luasnya bagi hambaNya. Bahkan sebesar apa pun dosa seseorang, jika ia datang dengan hati yang ikhlas dan ingin bertaubat, Allah akan mengampuninya,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik antar sesama manusia.

Baca Juga:  Kado Ramadan Lazismu Lumajang Dibagi Dua Tahap

Menurutnya, sikap saling memaafkan menjadi bagian dari ajaran Islam yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, Suharyo menekankan beberapa hal yang dianjurkan untuk segera dilakukan dalam kehidupan, di antaranya menyegerakan membayar utang, menyegerakan berbuka puasa ketika waktu Magrib tiba, serta membantu anak-anak yang telah siap untuk segera membangun keluarga.

Acara pembagian Kado Ramadan tersebut turut dihadiri Bupati Lumajang Indah Amperawati, Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma, Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lumajang Zainal Abidin, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Lumajang Aini Mardiana, serta Ketua Lazismu Lumajang M. Djatto. (#)

Jurnalis Rizal Mazaki Penyunting Sugeng Purwanto