Feature

Mendata Aset Muhammadiyah hingga Daerah Perbatasan

46
×

Mendata Aset Muhammadiyah hingga Daerah Perbatasan

Sebarkan artikel ini
Mendata Aset Muhammadiyah hingga Menembus Gunung
Pertemuan Tim Satgas Wakaf bersama PCM Rowokangkung. (Tagar.co/Kuswantoro)

Perjuangan dakwah tidak boleh hanya mengandalkan tanah wakaf. Kalau perlu beli sendiri untuk mengukur kesungguhan jamaah.

Tagar.co – Mendata aset tanah Muhammadiyah oleh Satgas Percepatan Wakaf Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lumajang hingga jauh di daerah perbatasan kabupaten.

Senin (30/6/2025), perjalanan dilakukan menuju dua titik. Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Rowokangkung di ujung timur perbatasan Jember, dan PCM Senduro di ujung barat berbatasan dengan Kabupaten Malang.

Tim terdiri Nadjib Faizin, M. Yusuf Hidayatullah, Sahrul, dan Kuswantoro. Mereka berangkat membawa semangat silaturahmi sekaligus misi penguatan tata kelola aset wakaf Muhammadiyah.

Pasar Wakaf

Di PCM Rowokangkung, rombongan Satgas disambut jajaran pimpinan. Pertemuan berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Rowokangkung.

Ketua PCM Mundir, Sekretaris Aulia Basmala, serta Wakil Ketua Bidang Wakaf H. Sochib Wibisono hadir menyambut kedatangan Satgas.

“Di PCM Rowokangkung ini terdapat 31 tanah wakaf milik Muhammadiyah,” ungkap H. Sochib. “Ada yang berupa tanah pertanian, digunakan untuk masjid, tempat pendidikan, dan paling menarik adalah pasar milik Muhammadiyah. Ini satu-satunya cabang di Lumajang yang punya pasar wakaf.”

Baca Juga:  Kado Ramadan Lazismu Lumajang Dibagi Dua Tahap

Menurutnya, selama ini PCM Rowokangkung telah berupaya mandiri dalam mengelola aset-aset wakaf tersebut. Namun, keterbatasan informasi dan pendampingan membuat proses administrasi dan pengamanan aset berjalan lambat.

“Kami sangat senang dengan adanya kunjungan ini. Kami seperti mendapatkan teman seperjuangan. Aset Muhammadiyah ini milik bersama, mari kita urus bersama-sama,” ujarnya.

Mendata aset

PCM Senduro menyerahkan berkas asasmen ke Satgas Wakaf PDM Lumajang. (Tagar.co/Kuswantoro)

Beli Tanah

Usai dari Rowokangkung, rombongan Satgas melanjutkan perjalanan menembus sejuknya udara pegunungan Senduro. Kader-kader PCM Senduro terkenal gigih berdakwah di atas gunung ini.

Satgas disambut Ketua PCM H. Supardi, Sekretaris Saiful, dan sejumlah anggota cabang. Mereka menanti di Gedung Dakwah Muhammadiyah Senduro, bangunan megah hasil swadaya warga Muhammadiyah setempat.

Supardi mengungkapkan, aset PCM Senduro terdapat 11 tanah. Dipakai musala, masjid, lembaga pendidikan, hingga panti asuhan.

Namun ia menegaskan, perjuangan dakwah tidak boleh hanya bergantung pada tanah wakaf.

“Kami ingin meneladani semangat KH Ahmad Dahlan dalam Al-Ma’un. Gedung Dakwah ini contohnya, tanahnya bukan hasil wakaf, tapi kami beli sendiri. Karena dakwah itu harus memberi contoh yang baik agar bisa ditiru oleh yang lainnya,” tegas H. Supardi.

Baca Juga:  Masjid Uranggantung Kejutan Baru PCM Candipuro

Kunjungan ke Senduro berlangsung hingga malam. Usai mendata aset, rombongan makan malam dan ngopi di rumah makan milik Pak Sis, anggota Majelis Ekonomi PDM Lumajang.

Hidangan hangat menjadi penutup hari yang penuh makna, ditemani canda dan diskusi ringan bersama H. Supardi dan Saiful.

Amankan Sertifikat

Dari dua kunjungan di PCM Rowokangkung dan Senduro sepakat menjamin keamanan aset Persyarikatan, seluruh sertifikat wakaf yang telah terbit dikumpulkan dan disimpan di Kantor Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) PDM Lumajang.

Mendata aset untuk memastikan dokumen wakaf tersimpan rapi, aman secara kelembagaan, serta memudahkan koordinasi dan monitoring di tingkat daerah.

Langkah Satgas Percepatan Wakaf ini menjadi pengingat: bahwa wakaf bukan hanya soal legalitas, tetapi amanah perjuangan jangka panjang.

Dari Pasar Muhammadiyah Rowokangkung hingga panti asuhan dan Gedung Dakwah Senduro, semua adalah bagian dari ekosistem dakwah yang harus dijaga, dimanfaatkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dari timur hingga barat Lumajang, jejak dakwah masih menyala dan terus bergerak, menembus batas waktu dan wilayah. (#)

Baca Juga:  Lima Pesan PDM Lumajang Sambut Ramadan

Jurnalis Kuswantoro Penyunting Sugeng Purwanto