Feature

Lima Pesan PDM Lumajang Sambut Ramadan

89
×

Lima Pesan PDM Lumajang Sambut Ramadan

Sebarkan artikel ini
Lima pesan PDM Lumajang sambut Ramadan 1447 H disampaikan dalam WA yang tersebar di semua pimpinan dan warga Muhammadiyah di daerah ini, Selasa (17/2/2026).
Zainal Abidin, kanan, bersama Muhadjir Effendy. (dokumen)

Tagar.co – Lima pesan PDM Lumajang sambut Ramadan 1447 H disampaikan dalam WA yang tersebar di semua pimpinan dan warga Muhammadiyah di daerah ini, Selasa (17/2/2026).

Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lumajang, Zainal Abidin, menyampaikan, berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah, 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Artinya, Selasa malam sudah salat tarawih pertama.

“Salat tarawih dimulai Selasa malam, 17 Februari 2026 dan pagi harinya memulai shiyam Ramadan,” katanya.

Pesan itu ditujukan kepada seluruh jajaran Pimpinan Daerah, Unsur Pembantu Pimpinan (UPP), Pimpinan Cabang, Pimpinan Ranting, hingga takmir masjid Muhammadiyah se-Lumajang.

Dari satu grup WhatsApp, seruan itu menyebar ke ranting-ranting. Ke cabang-cabang. Ke masjid-masjid. Ke rumah-rumah kader.

Ada lima pesan yang ia tekankan menyambut Ramadan tahun ini adalah

Pertama, memastikan pelaksanaan salat tarawih dan puasa dimulai sesuai Maklumat PP Muhammadiyah.

Kedua, menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat. Masjid bukan hanya tempat sujud, tetapi pusat kajian, pendidikan, dan penguatan ruhani.

Ketiga, menyemarakkan Ramadan dengan aktivitas dakwah. Kajian keislaman, pembinaan generasi muda, hingga kegiatan yang menghidupkan suasana ibadah di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Ramadan dan Pergeseran Silaturahmi Digital

Keempat, memperkuat gerakan filantropi. Ramadan adalah bulan berbagi. Penggalangan infak, santunan, dan kegiatan sosial harus digerakkan lebih intensif.

Kelima, menghimpun zakat fitrah dan zakat mal, lalu melaporkan hasil penghimpunan serta pendistribusiannya kepada Lazismu.

”Di sinilah Ramadan menjadi lebih dari sekadar ibadah pribadi. Ia berubah menjadi gerakan kolektif. Gerakan yang terorganisasi. Terarah. Terukur,” ujarnya.

Zainal Abidin berharap seluruh struktur Muhammadiyah Lumajang bergerak serentak. Masjid dan musala hidup dan makmur dengan ibadah dan kajian.

”Dakwah menggeliat. Kepedulian sosial menguat. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Tapi menghidupkan masjid. Menguatkan umat. Memastikan zakat benar-benar sampai kepada yang berhak,” katanya.

Lima pesan PDM di grup WhatsApp gaungnya bisa menjangkau seluruh Lumajang. Kini Ramadan tinggal menghitung jam. Dan seruan itu sudah lebih dulu sampai ke semua kader. (#)

Jurnalis Kuswantoro  Penyunting Sugeng Purwanto