Feature

Melihat Singo Barong, Kuliner, sampai Pijat Gratis di Stand PCM Ponorogo

33
×

Melihat Singo Barong, Kuliner, sampai Pijat Gratis di Stand PCM Ponorogo

Sebarkan artikel ini
Stand PCM Ponorogo
Stand pameran PCM Ponorogo Kota yang menampilkan singo barong (Tagar.co/Ichwan Arif)

Stand di CRM Award VI beradu cantik dan keunikan. Dua hal inilah yang dilakukan PCM Ponorogo Kota ketika menjadi ikon kotanya menjadi magnet bagi pengunjung. Ada makanan gratis lho

Tagar.co – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ponorogo Kota menampilkan 2 singo barong di depan stand di acara Cabang, Ranting, dan Masjid (CRM) Award VI 2025 yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (13/11/2025).

Ketua PCM Ponorogo Kota Drs. Bambang Triatmojo, M.Pd. mengatakan 2 singo barong itu tidak dibawa langsung dari Ponorogo, tetapi itu berasal dari Perkumpulan Warga Ponorogo (Pawargo) yang ada di Banjarmasin.

“Ya, tidak munhkin kami membawa singo barong dari Ponorogo. Apa dia terbang sendiri dari sana (Ponorogo),” katanya sambil tertawa kecil.

reog
Jurnalis Tagar.co Bersama dengan Ketua PCM Ponorogo Kota (Tagar.co/Istimewa)

Dia menurutkan 2 singo barong itu dipinjam dari warga Ponorogo yang sudah menetap di sini. Tujuan utamanya, lanjutnya, kami ingin mengenalkan seni budaya khas Ponorogo, reog.

Selain menampilkan singo barong yang menjadi daya tarik pengunjung stand, PCM Ponorogo Kota pun menampilkan kulineran. Mulai dari nasi pecel dan sate yang merupakan produk rumah penyembelihan unggas.

Baca Juga:  Gesid di Empat Masjid, Merawat Empati Siswa Smantis

“Selain itu, di stand kami juga ada ketela, temulawak, minuman secang, ketan, madomongso, dan kripik singkong produk dari Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam),” ungkapnya.

Selain kulineran, stand juga ramai pengunjung yang sedang antre pelayanan Kesehatan dan pijat gratis. “Untuk tukang pijat gratis itu adalah ‘anak didik’ PCM Ponorogo Kota, yang semula menjadi anak punk. Lihat tangannya penuh dengan tato,” paparnya sambil menunjuk laki-laki yang mengenakan kaos warna merah dan berkaca mata hitam.

Ketika ditanya mengenai tujuan CRM Award ini, Bambang menyampaikan kegiatan semacam ini sangat bermanfaat. Selain bisa memotivasi ranting, cabang, dan masjid untuk menjadi unggul. “Masih banyak ranting, cabang, dan masjid yang perlu pembinaan,” tegasnya. (#)

Jurnalis Ichwan Arif.