Feature

Gesid di Empat Masjid, Merawat Empati Siswa Smantis

105
×

Gesid di Empat Masjid, Merawat Empati Siswa Smantis

Sebarkan artikel ini
Melalui Gerakan Membersihkan Masjid (Gesid), SMA Negeri 1 Jetis Ponorogo menanamkan pendidikan karakter, empati, dan kepedulian sosial siswa menjelang Ramadan 1447 Hijriah.
Kepala SMA Negeri 1 Jetis (tengah) bersama para siswa melakukan Gesid. (Tagar.co/Samsul Hidayat)

Melalui Gerakan Membersihkan Masjid (Gesid), SMA Negeri 1 Jetis Ponorogo menanamkan pendidikan karakter, empati, dan kepedulian sosial siswa menjelang Ramadan 1447 Hijriah.

Tagar.co — Pagi itu, derap langkah siswa kelas X dan XI SMA Negeri 1 Jetis (Smantis) Ponorogo berpadu dengan suara alat kebersihan yang mereka bawa dari rumah. Sapu, sabit, pacul, hingga cairan pembersih lantai terselip di tangan-tangan muda yang penuh semangat. Mereka bersiap menjalankan aksi sosial bertajuk Gerakan Membersihkan Masjid (Gesid), Kamis (5/2/2026).

Smantis memaknai pendidikan karakter bukan sekadar teori di ruang kelas. Sekolah ini menanamkan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial melalui pengalaman nyata yang menyentuh batin siswa. Gesid menjadi salah satu wujud konkret ikhtiar tersebut, terlebih pelaksanaannya menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Aksi sosial itu menyasar masjid-masjid di sekitar lingkungan sekolah. Para siswa dan guru bahu-membahu membersihkan halaman, ruang utama masjid, tempat wudu, hingga area pendukung lainnya. Mereka bekerja tanpa canggung, saling membantu, dan menyapa warga sekitar yang menyaksikan kegiatan tersebut.

Baca Juga:  Ada Kehangatan di Kajian Ramadan dan Bukber SD Alam Al-Ghifari Kota Blitar

Baca Juga: Smantis Gelar Semaan Al-Quran dan Doa Bersama Sambut Ramadan

Menanam Empati Lewat Aksi Nyata

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 1 Jetis, Adita Galih Setyoko, mengaku bangga melihat antusiasme seluruh warga sekolah dalam kegiatan Gesid. Menurutnya, program tersebut mendapat dukungan penuh dari guru dan siswa sekaligus menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Teman-teman dan anak-anak sangat antusias dengan adanya program ini. Gerakan ini langsung menyasar jantung masyarakat, yaitu masjid-masjid di lingkungan sekolah, dengan momentum menyongsong bulan suci Ramadan 1447 Hijriah,” ujar Adita saat ditemui seusai kegiatan.

Ia menegaskan, Gesid memberikan pengaruh positif bagi siswa, khususnya dalam aspek sosial dan keagamaan. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang kebersihan, tetapi juga memahami makna merawat rumah ibadah sebagai bagian dari keimanan.

“Masjid merupakan tempat ibadah umat Islam sekaligus rumah Allah yang harus kita rawat dan jaga. Pada tahap inilah, suasana batin dan emosi anak-anak terpatri dan melekat dengan kuat,” lanjutnya.

Baca Juga:  Menteri Kehutanan: Langkah Strategis Tata Kelola Kehutanan Cegah Kegilaan Manusia

Menurut Adita, pengalaman langsung seperti ini jauh lebih efektif dalam membentuk karakter daripada nasihat semata. Interaksi siswa dengan lingkungan sosial dan keagamaan menumbuhkan empati, tanggung jawab, serta kesadaran untuk peduli terhadap fasilitas umum.

Baca Juga: Cakar Emas Smantis: Menjawab Seleksi Alam Dunia Pendidikan

Smantis dan Masyarakat Bertumbuh Bersama

Adita menjelaskan, Gesid telah menjadi agenda sekolah berbasis lingkungan. Smantis, kata dia, menempatkan diri sebagai bagian tak terpisahkan dari masyarakat sekitar. Sekolah berupaya menjaga hubungan timbal balik yang selama ini terjalin dengan baik.

“Smantis sebagai bagian dari masyarakat tidak melupakan masyarakat yang selama ini telah membersamai kami. Ini merupakan bentuk rasa terima kasih kami atas kepercayaan masyarakat,” tuturnya.

Ia menambahkan, kegiatan membersihkan masjid juga menjadi sarana strategis untuk mendekatkan sekolah dengan warga sekitar. Selain itu, Gesid berfungsi sebagai media sosialisasi yang efektif tentang nilai-nilai yang ditanamkan Smantis kepada para siswanya.

“Selain itu, Gesid menjadi sarana mendekatkan Smantis ke masyarakat sekaligus sebagai media sosialisasi yang efektif ke lingkungan,” pungkas Adita.

Baca Juga:  Di Samping Menara Pisa, PRNA Suci Dampingi Kader IPM Belajar Jurnalistik

Dalam pelaksanaannya, Gerakan Membersihkan Masjid menyasar sejumlah masjid di sekitar sekolah. Yakni Masjid Baitul Mustofa di Doyong, Ngampel, Balong, Ponorogo; Masjid Darul Hidayah di Winong, Jetis, Ponorogo; Masjid Al Hasan di Kupuk, Bungkal, Ponorogo; Masjid Baitul Muttaqin di Nglewan, Sambit; serta Masjid Ummul Mukminin di Wringinanom, Sambit, Ponorogo.

Melalui Gesid, Smantis membuktikan, pendidikan karakter tumbuh paling kuat ketika siswa diajak terjun langsung ke tengah masyarakat. Dari masjid-masjid itulah, nilai empati, kepedulian, dan kemanusiaan disemai—menjadi bekal penting bagi generasi penerus peradaban. (#)

Jurnalis Samsul Hidayat Penyunting Sayyidah Nuriyah