Feature

Kolaborasi Lazismu dan ODOJ Kalteng Salurkan Infak Al-Qur’an

58
×

Kolaborasi Lazismu dan ODOJ Kalteng Salurkan Infak Al-Qur’an

Sebarkan artikel ini
Kolaborasi Lazismu dan ODOJ Kalteng salurkan infaq Al Qur'an untuk warga Mentaya Seberang Kabupaten Kotawaringin Timur. Dan mengajak umat untuk tak hanya istiqamah membaca Al Qur’an, tetapi juga berupaya memastikan mushaf Al Qur’an tersedia
Kolaborasi Lazismu dan ODOJ Kalteng salurkan infal Al-Qur’an untuk warga Mentaya Seberang Kabupaten Kotawaringin Timur (Tagar.co/Muhammad Fitriani)

Kolaborasi Lazismu dan ODOJ Kalteng salurkan infak Al-Qur’an untuk warga Mentaya Seberang Kabupaten Kotawaringin Timur. Dan mengajak umat untuk tak hanya istiqamah membaca Al\-Qur’an, tetapi juga berupaya memastikan mushaf Al-Qur’an tersedia

Tagar.co – Upaya memperluas siar Islam sekaligus memperkuat budaya literasi Al-Qur’an terus dilakukan berbagai elemen masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan infaq Al-Qur’an yang digelar oleh Lazismu Kabupaten Kotawaringin Timur bekerja sama dengan komunitas One Day One Juz (ODOJ) Kalimantan Tengah.

Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (17/12/2025) di Langgar Al-Hijrah, Kelurahan Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mendukung aktivitas keagamaan masyarakat, khususnya di lingkungan majelis taklim.

Penyerahan infak Al-Qur’an diterima langsung oleh ibu-ibu pengajian Majelis Taklim An-Nisa Kelurahan Mentaya Seberang, yang selama ini aktif menggelar kajian rutin dan pembelajaran membaca Al-Qur’an.

Perluas Jaringan Program Lazismu

Ketua Lazismu Kotawaringin Timur, Ahirul Agus, menyampaikan bahwa program infaq Al-Qur’an ini merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana umat yang dihimpun melalui Lazismu agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca Juga:  Rakerda Lazismu Bakorwil 5 Jatim: Menyatukan Langkah, Menguatkan Dampak Zakat

Menurut dia, Al-Qur’an tidak hanya menjadi kitab suci, tetapi juga sumber nilai dan pedoman hidup yang harus terus dihidupkan di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, kali ini kami bersama ODOJ Kalimantan Tengah dapat bersilaturahmi sekaligus menyalurkan infaq Al-Qur’an kepada ibu-ibu Majelis Taklim An-Nisa. Mudah-mudahan Al-Qur’an yang diinfakkan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, dibaca, dipelajari, dan diamalkan oleh warga di sini,” ujar Ahirul Agus.

Dia menambahkan, kerja sama dengan komunitas ODOJ menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan program dakwah dan sosial. ODOJ dinilai memiliki semangat kuat dalam membumikan Al-Qur’an melalui gerakan membaca satu juz setiap hari, yang sejalan dengan misi Lazismu dalam pemberdayaan umat.

Gerakan Kebaikan Berkelanjutan

Sementara itu, Ketua ODOJ Kalimantan Tengah, Hj. Sri Rejeki Syachwani, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin dengan Lazismu Kotawaringin Timur. Menurutnya, sinergi antar lembaga dan komunitas menjadi kunci agar gerakan kebaikan dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

“ODOJ tidak hanya mengajak umat untuk istiqamah membaca Al-Qur’an, tetapi juga berupaya memastikan mushaf Al-Qur’an tersedia dan dapat diakses oleh masyarakat. Kami berharap infak Al-Qur’an ini dapat menambah semangat ibu-ibu majelis taklim dalam menghidupkan kegiatan mengaji,” kata Sri Rejeki.

Baca Juga:  Dari Kuitansi Digital hingga Laporan SDGs, Simziska Perkuat Tata Kelola Lazismu Daerah

Perwakilan Majelis Taklim An-Nisa menyambut baik penyerahan infaq Al-Qur’an tersebut. Mereka menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian Lazismu dan ODOJ terhadap kebutuhan sarana ibadah dan pembelajaran di lingkungan mereka. Selama ini, Al-Qur’an yang tersedia digunakan sangat terbatas dalam kegiatan pengajian, sehingga tambahan mushaf sangat membantu kelancaran aktivitas.

Kegiatan infaq Al-Qur’an ini ditutup dengan harapan bersama agar Al-Qur’an yang disalurkan benar-benar membawa manfaat, menambah keberkahan, serta mempererat ukhuah Islamiah di tengah masyarakat Mentaya Seberang. “Mudah-mudahan infak Al-Qur’an ini menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat,” ujar salah satu jamaah. (#)

Jurnalis Muhammad Fitriani. Penyunting Sugiran.