
Kick off Ramadan 1447, Lazismu Jatim targetkan penghimpunan ramadan 2026 sebesar 35 miliar rupiah. Naik sebesar 8 miliar rupiah atau 35 persen dari ramadan 1446 yang berhasil menghimpun 27 miliar rupiah
Tagar.co – Lazismu Jatim menggelar Kick off Ramadan 1447 H di Aula Mas Mansur Gedung Muhammadiyah Jatim, Jalan Kertomenanggal IV/1 Surabaya, Kamis (12/2/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini diikuti oleh 38 Lazismu Daerah se-Jatim.
Anggota Bidang SDM dan Kelembagaan Badan Pengurus Lazismu Jatim Agus L. Hidayat dalam paparannya menyampaikan, untuk mencapai target ramadan 35 miliar rupiah memerlukan strategi yang terencana, kolaboratif, dan taktis.
Strategi Target Ramadan
Menurutnya, setidaknya ada lima hal yang dibutuhkan. Pertama, peningkatan skill Amil Lazismu dalam melayani para donatur atau muzakki maupun mustahik. Kedua, fokus pada modal data donatur eksisting dengan strategi intensifikasi dan ekstensifikasi.
“Ketiga, yaitu membuat daftar pipeline atau hot prospek donatur. Keempat adalah pantauan management kepada masing-masing Amil Lazismu dengan buku kinerja harian. Dan kelima, monitoring day to day pergerakan donasi baik jumlah (amount) maupun orang (account) yang bisa dibaca setiap hari. Sehingga menjadi tools untuk mengambil langkah-langkah taktis memacu pertumbuhan donasi Ziska,” jelasnya.
Dia menegaskan, target ramadan 2026 sebesar 35 miliar rupiah harus dipahami bukan sekadar angka penghimpunan. Tetapi sebagai representasi dari peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berdampak luas.
“Oleh karena itu, diperlukan penguatan narasi dakwah filantropi yang menekankan bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen pemberdayaan ekonomi umat,” jelasnya.
“Materi kampanye harus menampilkan kisah nyata keberhasilan program pemberdayaan Lazismu yang mampu mengangkat mustahik menjadi muzakki. Sehingga masyarakat dapat melihat dampak konkret dari donasi yang mereka salurkan,” tambahnya.
Jaringan Muhammadiyah dan Digital
Selain itu, lanjutnya, optimalisasi jaringan kelembagaan Muhammadiyah di Jawa Timur menjadi kunci utama pencapaian target. Sinergi antara Kantor Layanan Lazismu, amal usaha Muhammadiyah, masjid, sekolah, perguruan tinggi, dan komunitas ortom harus diperkuat melalui gerakan bersama Ramadan Berkemajuan.
“Setiap elemen diharapkan menjadi pusat literasi zakat sekaligus kanal penghimpunan yang aktif, dengan memanfaatkan momentum spiritual ramadan yang identik dengan peningkatan kepedulian sosial masyarakat.
Transformasi digital, lanjutnya, juga menjadi strategi penting dalam memperluas jangkauan penghimpunan. “Pemanfaatan platform pembayaran digital, kampanye media sosial, serta penguatan konten edukatif berbasis visual dan testimoni penerima manfaat dapat meningkatkan engagement generasi muda,” paparnya.
Transparansi laporan realisasi penghimpunan dan penyaluran secara berkala juga harus terus ditampilkan untuk menjaga akuntabilitas dan membangun loyalitas donatur.
“Di sisi lain, penguatan layanan donatur menjadi faktor penentu keberhasilan. Pendekatan personal, pelayanan cepat, serta penyediaan berbagai pilihan program donasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat akan meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan para muzakki,” pesannya.
Dengan mengedepankan nilai profesionalitas, amanah, dan kemanfaatan yang terukur, Lazismu Jawa Timur diyakini mampu mencapai bahkan melampaui target Ramadan 2026. Sekaligus memperkuat peran lembaga sebagai motor penggerak kemandirian dan kesejahteraan umat di Jawa Timur. (#)
Jurnalis Yekti Pitoyo. Penyunting Sugiran.












