
Workshop inklusif Majelis Dikdasmen-PNF PCM Sidoarjo, beri pengalaman nyata bagi guru mengenali kebutuhan khusus murid lewat simulasi dan studi kasus.
Tagar.co — Workshop pendidikan inklusif yang diselenggarakan Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sidoarjo tidak sekadar teori, peserta diajak praktik melaksanakan Identifikasi Asesmen pada Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK).
Workshop dengan tema “Meningkatkan Kapasitas Amal Usaha Muhammadiyah Bidang Pendidikan Menuju Pendidikan Inklusif Berkeadilan dan Humanis”, itu bertempat di Auditorium Mas Mansyur SD Muhammadiyah 1 Pucanganom, Sidoarjo, Kamis (11/7/25).
Peserta workshop ini berasal dari lima Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bawah naungan PCM Sidoarjo, yaitu SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo, SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo, SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo, SD Muhammadiyah 2 Sdioarjo, dan MI Muhammadiyah Makka.
Masing-masing sekolah/madrasah itu menugaskan tujuh perwakilan dari unsur guru mata pelajaran dan guru kelas, serta satu orang karyawan.
Setelah para peserta mendapatkan materi pendidikan inklusif dalam perspektif Islam dan kebijakan nasional, keberagaman peserta didik dan prinsip layanan inklusif. Para peserta langsung diajak praktik melaksanakan identifikasi asesmen pada PDBK.
Identifikasi Hambatan
Peserta dari beberapa sekolah tersebut dipadukan menjadi dua belas kelompok yang anggotanya berasal lintas sekolah, rata-rata satu kelompok terdiri dari empat hingga lima orang.
Masing-masing kelompok diberi waktu lima belas menit untuk berdiskusi dan mengisi instrumen identifikasi, ada beberapa narasi yang diberikan fasilitator, ada beberapa kelompok yang menerima jenis narasi yang sama, ada juga yang berbeda.
Narasinya berisi tentang kondisi anak ketika di rumah, di sekolah, dan di masyarakat. Lalu setelah mendiskusikan narasi tersebut peserta mengisi instrumen identifikasi untuk mengklasifikasikan anak masuk kategori hambatan apa.
Yakni termasuk mengalami hambatan penglihatan, pendengaran, perkembangan intelektual, perkembangan motorik, hambatan belajar spesifik, Hambatan Pemusatan Perhatian dengan/tanpa hiperaktivitas (ADHD), atau spektrum autistik. Setelah itu masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.
“Untuk hasil identifikasi masing-masing kelompok berbeda dengan narasi yang sama tidak apa-apa, yang terpenting sudah paham ya terkait proses identifikasinya,” ujar Harum Kawaluddin S.Pd, narasumber workshop.

Tingkatkan Mutu
Ketua PCM Sidoarjo Noerwachid Soeprijanto menegaskan tujuan dari workshop ini. Menurutnya, kegiatan ini sebagai upaya serius dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas guru di lingkup PCM Sidoarjo.
“Saya berharap semua peserta dapat memanfaatkan ilmu yang didapatkan, sehingga mampu meningkatkan mutu layanan bagi murid dan orangtua/wali murid,” tegasnya.
Workshop hari kedua yang dilaksanakan Jumat, (11/7/25) membahas materi menyusun profil PDBK, modifikasi kurikulum dan penyusunan RPP Inklusif. Ada juga penyusunan Program Pembelajaran Individual (PPI), simulasi Impelementasi RPP dan PPI, serta analisis studi kasus AUM yang sudah menerapkan inklusi. (#)
Jurnalis Mahyuddin Syaifulloh. Penyunting Darul Setiawan.












