Feature

Kantin Kala Makan Mimdaka Terbaik di LLSMS 2025, Berikut Inovasinya

61
×

Kantin Kala Makan Mimdaka Terbaik di LLSMS 2025, Berikut Inovasinya

Sebarkan artikel ini
Kepala Mimdaka Tineke Wulandari menerima penghargaan sebagai Juara I Kategori Khusus Kantin Sehat dan Higienis pada LLSMS Ke-3 Tahun 2025 yang diserahkan Wakil Ketua PDM Gresik Hilmi Aziz Halim, di GDM Gresik, Sabtu (22/11/25). (Tagar.co/AchmadNazaruddin) 

Konsep kantin sehat sekaligus edukatif yang dihadirkan melalui Kala Makan berhasil menarik perhatian dewan juri LLSMS Ke-3 Tahun 2025. Mimdaka tampil unggul berkat kreativitas guru dan dukungan penuh wali murid.

Tagar.co – MI Muhammadiyah 2 Karangrejo (Mimdaka) Manyar, Gresik, Jawa Timur, menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara I Kategori Kantin Sehat dan Higienis pada Lomba Lingkungan Sekolah Muhammadiyah Sehat (LLSMS) Ke-3 Tahun 2025.

Penghargaan diserahkan dalam acara Ganthering Orang Tua Asuh, Awarding Filantropi Cilik 2025, dan Awarding LLSMS 2025 yang digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Gresik, Sabtu 22 November 2025.

Kemenangan ini terasa semakin spesial karena pada LLSMS 2022, Mimdaka baru mampu meraih harapan 3 pada kategori yang sama.

Baca juga: Awarding LLSMS 2025: Inilah para Juara di Empat Kategori

LLSMS merupakan ajang yang diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF bersama Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PDM Gresik. Tahun ini, Mimdaka tampil menonjol lewat inovasi Kantin Literasi Ramah Lingkungan atau Kala Makan—program kantin yang menggabungkan kesehatan, kebersihan, literasi, dan kepedulian lingkungan.

Bangkit dari Pengalaman Sebelumnya

Kepala Mimdaka, Tineke Wulandari, mengaku pencapaian ini tak hadir secara instan. Pengalaman pada LLSMS 2022 menjadi titik tolak melakukan perbaikan menyeluruh.

“Tahun 2022 kami hanya meraih juara harapan 3. Itu menjadi pembelajaran. Begitu juknis LLSMS 2025 keluar, kami langsung berkumpul, membahas apa saja yang harus dibenahi, dan bagaimana membuat kantin kami benar-benar sehat, edukatif, dan ramah lingkungan,” ujar Tineke, Ahad 23 November 2025

Ia menjelaskan bahwa sejak awal, pihak madrasah ingin menjadikan kantin bukan sekadar tempat membeli jajanan, tetapi ruang belajar yang membentuk karakter murid.

Lahirnya Inovasi “Kala Makan”

Dari diskusi intens antara guru dan wali murid, lahirlah konsep Kala Makan. Tineke mengungkapkan bahwa ide ini tumbuh dari kebutuhan untuk menciptakan kantin yang nyaman sekaligus memberi pengalaman belajar yang positif.

“Kami ingin murid senang berada di kantin, tapi juga belajar banyak hal di sana—tentang kesehatan, kebersihan, literasi, numerasi, dan peduli lingkungan,” tutur Tineke.

Kerja Kolektif yang Berbuah Prestasi

Tineke menegaskan bahwa kemenangan Mimdaka bukan hasil kerja individu, melainkan buah kolaborasi panjang.

“Guru, murid, dan wali murid semuanya bergerak bersama. Mereka terlibat, punya ide, dan mau bekerja keras. Prestasi ini milik kita semua,” katanya.

Ia berharap capaian ini tidak membuat madrasah puas diri, tetapi menjadi motivasi untuk terus memperbaiki layanan pendidikan.

“Kami bersyukur bisa meraih Juara I. Semoga bukan hanya dipertahankan, tapi juga melahirkan inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi murid,” kata Tineke.

“Terima kasih kepada seluruh warga madrasah—guru, murid, dan wali murid—yang telah bekerja sama dengan baik sehingga Mimdaka berhasil meraih juara 1. Semoga prestasi ini dapat terus dipertahankan,” harapnya.

Kepala Mimdaka Tineke Wulandari (kedua daei kanan) bersama juara lainnya untuk Kategori Khusus Kantin Sehat dan Higienis pada LLSMS Ke-3 Tahun 2025, di GDM Gresik, Sabtu (22/11/25). (Tagar.co/AchmadNazaruddin) 

Inovasi Kala Makan

Menurut Tineke inovasi-inovasi berikut ini sebgaja diciptakan sebagai upaya memberikan fasilitas yang nyaman dan menyenangkan bagi murid Mimdaka.

  1. Menyiapkan Buku Kebaikan sebagai daftar hadir kunjungan kantin. Pada buku ini setiap murid menuliskan satu kebaikan yang telah dilakukan pada hari tersebut. Pengisian Buku Kebaikan menjadi strategi untuk mencegah murid berebut saat membeli jajanan. Buku dibuat menarik dengan desain berbeda di setiap lembar sehingga murid senang mengisinya.

  2. Membuat meja dari ecobrik sebagai alas penulisan Buku Kebaikan. Ecobrik yang digunakan merupakan hasil program SESA (Satu Anak Satu Ecobrik).

  3. Menempelkan sertifikat halal pada dinding kantin sehingga pengunjung mengetahui bahwa makanan dan minuman yang tersedia telah tersertifikasi halal.

  4. Menempelkan barcode pada setiap jenis makanan dan minuman agar pengunjung dapat mengetahui kandungan nilai gizinya.

  5. Menyiapkan buku menu dan daftar harga yang dibuat menarik seperti di kafe atau rumah makan. Selain pada buku, menu juga ditulis pada papan. Harga yang tertera dirancang untuk melatih numerasi murid, misalnya: bakwan sayur = Rp1.000 + Rp1.000, sehingga murid perlu menghitung total yang harus dibayar.

  6. Menempelkan banner informasi gizi pada meja kantin yang berisi manfaat berbagai jenis sayuran dan buah-buahan.

  7. Menghadirkan gerakan tanpa plastik, yakni makanan dijual tanpa kemasan plastik serta pembiasaan membawa tumbler dan kotak makan.

  8. Menggunakan tudung saji dari daur ulang plastik sebagai penutup makanan, hasil karya Ikwam Mimdaka.

  9. Menyediakan tempat sampah karakter bertema ikan, sesuai ciri khas Desa Karangrejo. Tempat sampah ini dibuat dari galon air mineral oleh wali murid.

  10. Menata rak buku berisi bacaan menarik yang dapat dinikmati murid sambil membeli jajanan. Selain buku, tersedia pula permainan seperti catur, ular tangga, dan lego.

  11. Membuat pohon impian pada sudut-sudut kantin, tempat murid menuliskan dan menempelkan impian mereka.

Jurnalis Mohammad Nurfatoni