Feature

Inspirasi dari Batu Berlubang: Kisah Ibnu Hajar Memotivasi Peserta English Camp SD Musix

30
×

Inspirasi dari Batu Berlubang: Kisah Ibnu Hajar Memotivasi Peserta English Camp SD Musix

Sebarkan artikel ini
Para peserta English Camp SD Musix menyimak tausiyah setelah sholat Subuh (Tagar.co/Basirun)

Berkat semangatnya yang terinspirasi dari batu berlubang, Ibnu Hajar kemudian melampaui teman-temannya dan menjadi ulama besar yang karyanya menjadi rujukan bagi para ulama lainnya.

Tagar.co – Suasana pagi di English Camp SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya pada Sabtu (28/12/2024) terasa berbeda. Setelah lantunan ayat suci Al-Qur’an berkumandang usai salat Subuh, para peserta disuguhi tausiah yang membangkitkan semangat.

Nurun Naharo, S.Ag., M.Pd., yang bertugas sebagai imam dan pemberi tausiah pagi itu, mengangkat kisah inspiratif Ibnu Hajar Al-Asqalani, seorang ulama besar, yang terinspirasi dari sebuah batu berlubang.

Mengawali tausiahnya dengan sapaan hangat, Nurun Naharo kemudian membawa para peserta dalam perjalanan hidup Ibnu Hajar. Ia menjelaskan asal-usul nama Ibnu Hajar, yang berarti “anak batu,” dan Asqalani, yang merujuk pada kota asalnya di Palestina, dekat Ghuzzah.

Kisah berawal dari masa muda Ibnu Hajar sebagai seorang murid yang rajin, namun sayangnya, ia juga dikenal kurang cerdas dan sering tertinggal dari teman-temannya. Rasa frustrasi dan patah semangat pun menghantuinya, hingga ia memutuskan untuk meninggalkan sekolah.

Namun, sebuah kejadian mengubah jalan hidupnya. Saat dalam perjalanan pulang di tengah hujan lebat, Ibnu Hajar berteduh di sebuah gua. Di sana, matanya tertuju pada tetesan air yang jatuh secara terus-menerus ke permukaan batu. Ia terkejut melihat batu tersebut berlubang akibat tetesan air tersebut.

“Sungguh sebuah keajaiban,” gumamnya kagum.

Peristiwa sederhana itu membawanya pada perenungan mendalam. Bagaimana mungkin batu sekeras itu bisa berlubang hanya oleh tetesan air yang jatuh berulang-ulang? Setelah mengamati dengan seksama, ia menyadari bahwa ketekunan dan konsistensi adalah kunci dari perubahan.

“Batu yang keras saja bisa terlubangi oleh tetesan air, apalagi kepala saya yang tidak sekeras batu,” batin Ibnu Hajar, menyadari bahwa dengan usaha yang terus-menerus, ia pun bisa meraih kesuksesan.

Motivasi baru pun membara dalam dirinya. Ia kembali ke sekolah, menemui gurunya, dan menceritakan pengalamannya. Kisah ini kemudian menjadi inspirasi bagi banyak orang, termasuk para peserta English Camp SD Musix.

“Anak-anak, ustaz percaya bahwa tidak ada anak yang bodoh, yang ada adalah kemalasan,” tegas Nurun Naharo, pria kelahiran Bojonegoro tersebut, menekankan pentingnya semangat dan ketekunan dalam belajar.

Berkat semangatnya yang terinspirasi dari batu berlubang, Ibnu Hajar kemudian melampaui teman-temannya dan menjadi ulama besar yang karyanya menjadi rujukan bagi para ulama lainnya.

Tausiah Subuh yang inspiratif ini memberikan semangat baru bagi para peserta English Camp. Setelahnya, mereka melanjutkan kegiatan dengan jalan-jalan pagi menikmati udara segar pedesaan, membawa semangat dan inspirasi dari kisah Ibnu Hajar. (#)

Jurnalis Basirun Penyunting Mohammad Nurfatoni