
Tingkatkan kompetensi, KKG Bahasa Inggris Kecamatan Dukun ngonthel di Pare. Bersepeda keliling Kampung Inggris, kunjungi rumah perintis kursus pertama di Pare. Lanjut ke pondok baru milik BEC dan dapat ilmu komunikasi
Tagar.co – Kelompok Kerja Guru (KKG) Bahasa Inggris Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Jawa Timur menyelenggarakan program tahunan Refresher Course berupa Benchmarking Study to Basic English Course (BEC) di Pare Kabupaten Kediri, Sabtu (1/11/2025).
Koordinator Guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris Kecamatan Dukun, Zakiyatul Faikhah, S.Pd. menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru. Dan mengangkat tema Empowering Teacher with The Language of The Future.
Dia mengapresiasi kolaborasi solid antara KKG, panitia (Mrs. Fitriyah dan Mrs. Mufidah), serta dukungan penuh dari perwakilan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Dukun, yakni Mrs. Wiwik, Mrs. Aflahah, Mrs. Laily, dan Mr. Mushlikh, yang turut mendampingi.
Menurutnya, tour ini merupakan program KKG sekaligus reward atas kesuksesan penyelenggaraan Competition of Skill Comunication untuk siswa SD/MI se-Kecamatan Dukun pada akhir tahun ajaran 2024-2025.
“Sangat penting bagi guru KKG Dukun yang mayoritas merupakan lulusan S-1 Bahasa Inggris dan alumni Kampung Inggris, untuk terus memperbarui metode ajar. Itu demi mendorong siswa agar berani berkomunikasi dalam Bahasa Inggris,” ujar wanita yang juga Kepala SD Muhammadiyah 1 Dukun.

Kiat Praktis Mengajar Komunikasi
Selama di Pare, rombongan guru yang dipandu oleh Mr. Gatot Winarko, S.S (alumni BEC), diajak berkeliling Kampung Inggris menggunakan sepeda onthel. Mereka mengunjungi situs-situs penting, termasuk rumah Ustadz Muhammad Kalend Osen, perintis kursus Bahasa Inggris pertama di Pare yang berasal dari Kutai Kartanegara. Muhammad Kalend Osen mendirikan kursus tersebut pada 15 Juni 1977 di Desa Tulungrejo Kecamatan Pare. Ini yang kemudian menjadi cikal bakal dari berkembangnya Kampung Inggris.
Para guru juga mengunjungi sebuah pondok baru milik BEC yang terletak di tengah area persawahan. Rombongan KKG Dukun menjadi tamu pertama yang singgah di pondok tersebut dan disambut oleh pengelolanya, Miss Sri Wulandari.
Dalam pertemuan itu, Miss Wulandari berbagi kiat praktis untuk mengajar komunikasi. Yaitu dengan membiasakan penggunaan kalimat-kalimat singkat, positif, dan berulang di kelas, seperti “good job,” “I am happy to meet you,” dan “you are clever.”
Miss Wulandari memuji KKG Dukun sebagai “extraordinary and the best” (luar biasa dan terbaik). “Saya harap kolaborasi ini terus terjalin untuk memajukan pendidikan Bahasa Inggris di Dukun. Khususnya dalam persiapan menghadapi Kurikulum 2027 yang akan datang, yang menekankan pada kemampuan komunikasi,” ungkap Dosen Bahasa Inggris di Universitas Islam Kediri ini
Sebagai penutup kegiatan, rombongan menyempatkan diri mengunjungi obyek wisata Gunung Kelud. Meskipun cuaca mendung dan hujan deras, para guru tetap antusias naik ke puncak kawah untuk mengabadikan momen.
Rombongan tiba dengan selamat di bawah saat adzan Maghrib. Dalam perjalanan pulang, mereka mampir membeli oleh-oleh khas Kediri, Tahu Takwa Mbah Kacung dan tak lupa memborong nanas dari Gunung Kelud. (#)
Jurnalis Mohammad Hasbi Amirudin. Penyunting Sugiran.












