
English Week 2025 SD Mumtaz, pembuktian bahwa pembelajaran bahasa yang paling efektif seringkali dimulai dari satu hal sederhana, memberanikan diri untuk bersuara
Tagar.co – Di bawah langit pagi Pare yang cerah, riuh rendah tawa dan percakapan dalam bahasa Inggris mengisi sudut-sudut Asrama Kyarra. Bagi sejumlah siswa SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman (SD Mumtaz), pekan itu bukan sekadar program, ini adalah sebuah petualangan bahasa yang menuntut keberanian. Dan dari petualangan itulah, lahir lima bintang yang bersinar paling terang.
Mereka adalah para peraih gelar The Best Student in the Class dalam program English Week by LKP Inggris Go Kampung Inggris Pare Collaborated with SD Muhammadiyah 1&2 Taman 2025. Gelaran ini bukan hanya hadiah untuk nilai ujian semata, melainkan sebuah pengakuan atas nyali, kecerdasan kinestetik, dan kepercayaan diri yang menyala-nyala di dalam kelas. Mereka terpilih karena kemampuan speaking, keaktifan, dan keyakinan diri yang mampu menginspirasi teman sebayanya.
Merekalah para perakit keberanian:
- Aishana Chloelysia Candie (Kelas IV-F) – Sebuah suara lantang yang tak pernah segan memulai percakapan.
- Amara Sheza Hayfa (Kelas IV-H) – Jiwa aktif yang mengubah setiap sesi belajar menjadi dinamika yang hidup.
- Vanessa Aprilia Jesmine (Kelas V-E) – Keyakinan dirinya bagai magnet, menarik partisipasi semua orang di sekelilingnya.
- Falah Arsyil F (Kelas VI-B) – Sebuah contoh bagaimana kepemimpinan terpancar melalui penguasaan bahasa.
- Salman Al-Farisi (Kelas V-E) – Pribadi yang tak hanya aktif, tetapi juga menunjukkan performa akademik yang exceptional.
Dunia Bahasa Inggris
Program yang berlangsung dari 10 hingga 14 November 2025 ini dirancang sebagai sebuah immersive experience. Selama sepekan penuh, dunia para siswa adalah dunia bahasa Inggris.
Dari bangun tidur untuk salat Subuh berjemaah hingga kembali ke pembaringan pukul 21.00 WIB, setiap detik adalah kesempatan belajar. Morning Camp dan Evening Camp menjadi ruang di mana karakter dan kepemimpinan ditempa, sementara sesi kelas intensif mengasah ketajaman berbahasa.
“Ini lebih dari sekadar kursus bahasa. Ini tentang membangun ekosistem keberanian,” ujar Bernika Dwi Arinda Putri, S.Pd., salah satu guru pendamping. Dua puluh empat guru mengawal setiap langkah mereka. Memastikan bahwa lingkungan yang terbentuk bukan hanya edukatif, tetapi juga penuh dengan nilai-nilai spiritual dan kemandirian.
Program English Week 2025 SD Mumtaz telah usai. Namun, gaungnya masih terdengar. SD Mumtaz telah berhasil membuktikan bahwa pembelajaran bahasa yang paling efektif seringkali dimulai dari satu hal sederhana. Memberanikan diri untuk bersuara.
Kelima nama di atas adalah bukti nyata bahwa ketika keberanian itu ditempa dalam lingkungan yang tepat, maka akan melahirkan prestasi yang gemilang. Siap menggores cerita mereka di tahap pendidikan selanjutnya. (#)
Jurnalis Heni Dwi Utami. Penyunting Sugiran.












