
Sinergi SD Mutu Dukun dan TK Aisyiyah 10 hadirkan sosialisasi interaktif melalui teknologi IFPD dengan gim kreasi IPM Kids untuk mencetak generasi berakhlak mulia sejak dini di Gresik.
Tagar.co — Sinar matahari pagi menyapa hangat kompleks Perguruan Muhammadiyah Padang Bandung, Dukun, Gresik, Jawa Timur, Sabtu, 24 Januari 2026. Suasana tawa ceria terdengar dari 40 anak TK Aisyiyah 10 Dukunanyar.
Sebanyak 21 siswa laki-laki dan 19 perempuan melangkah antusias saat jinggel khas sekolah menyambut kedatangan mereka. Hari itu, SD Muhammadiyah 1 Dukun (SD Mutu Dukun) dan SD Muhammadiyah 2 Dukun (SD Muda) menggelar Sosialisasi Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) dengan cara yang tak biasa.
Kepala SD Mutu Dukun, Zakiyatul Faikhah, S.Pd., menyambut para wali murid dengan senyum hangat. Ia menegaskan, pendidikan bukan sekadar urusan nilai di atas kertas.
“Kami berkomitmen bukan hanya mencerdaskan anak secara akademik, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak mulia melalui program literasi serta pembelajaran agama,” ungkap Zakiyah. Baginya, mendidik adalah amanah besar yang menuntut ketulusan hati.
Kemudian, Zakiyah mengibaratkan sinergi antara sekolah dan orang tua seperti dua sayap burung. “Keduanya harus kuat dan seimbang agar anak-anak dapat terbang tinggi menggapai cita-cita,” ujarnya.
Dalam sosialisasi tersebut, ia juga memaparkan berbagai fasilitas unggulan di sekolah dengan jargon “Terampil, Optimis, Peduli, dan Semangat” alias (TOPS) itu. Mulai dari beasiswa Lazismu, Program Orang Tua Asuh, hingga Program Indonesia Pintar (PIP).
“Semua ini bertujuan memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan terbaik tanpa terkendala biaya,” imbuhnya.

Kolaborasi Dua Sayap Pendidikan
Sebelumnya, Kepala SD Muda, Muhammad Musholli, S.Pd., turut memberikan apresiasi atas kunjungan keluarga besar TK Aisyiyah 10. Ia menekankan, guru-guru di SD Muhammadiyah Dukun mengajar dengan hati dan keikhlasan. Kurikulum yang mereka terapkan merupakan perpaduan apik antara kurikulum nasional dan nilai-nilai Kemuhammadiyahan.
“Harapan kami, anak-anak TK ABA 10 dapat melanjutkan jenjang pendidikan ke SD Mutu Dukun dan SD Muda sebagai sekolah lanjutan yang terintegrasi,” tuturnya.
Selanjutnya, dukungan serupa mengalir dari Majelis Dikdasmen dan PNF Cabang Dukun, H. Mudlofar, S.Pd.I. Ia mengingatkan pentingnya pondasi iman sejak dini.
“Dengan iman dan akhlak saya menjadi kuat, tanpa iman dan akhlak saya menjadi lemah,” tegasnya mengutip filosofi Tapak Suci.
Setelah doa penutup yang dipimpin oleh Dewi Eny Tsaniyah, S.Ag., anak-anak pun mencicipi keseruan latihan Tapak Suci bersama para kakak kelas. Petualangan berlanjut dengan kegiatan tur sekolah. Para siswa laki-laki menuju SD Mutu Dukun, sementara siswa perempuan mengeksplorasi SD Muda.
Mereka mengunjungi berbagai fasilitas mulai dari kantin yang bersih, UKS, laboratorium komputer, hingga pojok baca yang tersedia di setiap kelas. Di sanalah, sekolah memperkenalkan teknologi Interactive Flat Panel Display (IFPD) yang menjadi primadona baru dalam proses pembelajaran visual dan kinestetik.

Kreasi Digital dan Aroma Hamburger
Teknologi IFPD bantuan pemerintah ini tidak hanya menjadi pajangan. Siswa-siswi TK Aisyiyah 10 diajak bermain gim interaktif yang sangat seru.
Menariknya, gim tersebut menggunakan perintah (prompt) hasil kreasi kakak kelas mereka dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kids, yakni Muhammad Rafif Alfarisi dan Muhammad Abid Aqila Pranaja. Alhasil, di bawah bimbingan guru TIK, Widadussamiyah, S.Pd., Gr. dan Lailatul Maghfiroh, S.Pd., Gr., para siswa belajar bahwa teknologi bisa menjadi alat kreativitas yang menyenangkan.
Keseruan memuncak saat sesi cooking class. Bersama kakak-kakak Pimpinan Ranting IPM Kids SD Mutu Dukun, para calon siswa baru ini belajar membuat hamburger. Bahkan, bau harum daging panggang memenuhi ruangan saat jemari mungil mereka menyusun roti, sayuran, dan daging dengan penuh konsentrasi.
Di sela-sela kegiatan, lantunan jinggel SD Mutu Dukun terus membakar semangat mereka. Berikut liriknya:
SD Muhammadiyah 1 Dukun
SD Mutu Tops Dukun tercinta
Kami datang tiap pagi
Dengan doa
Dengan gembira
Sang Surya tinggi berkibar
Simbol mulia persyarikatan
Nama Muhammad jadi teladan
Kami ikuti dengan keteguhan
SD Mutu Tops Dukun
Rumah prestasi
Akhlak dan ilmu tumbuh di hati
Kami putra- putra pilihan
Siap berprestasi
SD Muhammadiyah
Membangun negeri
Guru sabar membimbing kami
Langkah pasti
Jiwa berani
Tiada takut jatuh dan gagal
Bangkit lagi
Raih prestasi
SD Mutu Tops Dukun
Kibarkan nama
Sang Surya terang di tiap jiwa
Kami putra Muhammadiyah
Pantang menyerah
SD Mutu Tops Dukun
kreatif dan membangun karakter
Jaya selamanya.
Setelah itu, acara berakhir dengan sesi penutupan yang manis. Melalui kegiatan ini, SD Mutu Dukun membuktikan bahwa transisi dari taman kanak-kanak ke sekolah dasar bisa menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan. Sekolah bukan lagi tempat yang menakutkan, melainkan rumah kedua untuk berprestasi, berinovasi, dan memperkuat jati diri sebagai putra-putri Muhammadiyah yang tangguh dan kreatif. (#)
Jurnalis Mohammad Hasbi Amirudin Penyunting Sayyidah Nuriyah












