
Para guru ESC Mumtas tak sekadar mendampingi siswa belajar di Kampung Inggris Pare, tapi ikut terjun menyerap ilmu, mempraktikkan metode baru, dan pulang membawa inspirasi segar untuk sekolah.
Tagar.co – “Ibarat pepatah, menyelam sambil minum susu.” Kalimat ini paling pas menggambarkan semangat para pembina dan pendamping English Study Club (ESC) Mumtas dalam kegiatan edukatif bertajuk ESC Mumtas Exploring Disneyland and HEC 1 Kampung Inggris Pare Kediri, Sabtu (24/5/2025).
Bukan hanya 46 siswa yang belajar dan mengeksplorasi pengalaman baru, para guru pun ikut terjun, menyerap ilmu, dan mengasah kemampuan agar dapat menularkannya kepada murid di sekolah.
Baca juga: Drama Ungu Emak-Emak ESC Mumtas: Dari Berburu Baju hingga Kardus Snack
Sesampainya di gerbang HEC 1 (Happy English Course 1) yang beralamat di Jalan Langkat No. 34, Singgahan, Pare, Kediri, rombongan ESC Mumtas disambut hangat oleh Wahyu Kurniawati, S.Pd., Direktur HEC 1, bersama para mentor lainnya. Senyum tulus, sambutan ramah, dan suasana tempat belajar yang penuh semangat seolah menyuntikkan motivasi luar biasa bagi para peserta, terutama guru-guru.
Dalam sesi khusus bersama Slamet Agung Wahyudi, S.Pd., salah satu mentor HEC 1, para guru tidak hanya belajar teori, tetapi langsung praktik. Materi yang dibawakan meliputi greeting expressions, yaitu cara menyampaikan sapaan dalam bahasa Inggris dengan intonasi dan ekspresi yang tepat.
Pria asal Jombang ini juga mengenalkan jenis-jenis ekspresi seperti warning, command, dan instruction, lengkap dengan contoh kalimat serta praktik penyampaian yang ekspresif. Misalnya, saat menyampaikan peringatan seperti “High Voltage! Danger!” guru diajak menirukan dengan nada cepat dan ekspresi serius, menciptakan nuansa situasi darurat yang sesungguhnya.
Indah Fitriana, S.Pd., wali kelas 2 yang ikut dalam kegiatan ini, mengungkapkan rasa kagumnya. “Kami mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda. Melihat langsung bagaimana metode pembelajaran bahasa Inggris yang menyenangkan bisa diaplikasikan di sekolah. Ini sangat menginspirasi,” ujarnya penuh semangat.

Lebih dari sekadar mendampingi siswa, para guru SD Mumtas hadir sebagai pembelajar sejati. Hal ini sejalan dengan komitmen M. Khoirul Anam, Kepala SD Muhammadiyah 10 Surabaya (SD Mumtas), yang menekankan pentingnya guru untuk selalu kulakan ilmu — mencari, menggali, dan memperbarui pengetahuan.
“Anak-anak zaman sekarang itu cerdas, mereka bisa cari informasi hanya dengan satu klik di Google. Kalau guru tidak terus belajar, bagaimana bisa menyajikan ilmu yang segar dan relevan?” tegasnya. “Update ilmu adalah harga mati.”
Kegiatan di HEC 1 bukan hanya menjadi ajang belajar, tetapi juga refleksi diri bagi para guru. Di tengah derasnya arus informasi dan teknologi, semangat untuk terus belajar dan berkembang menjadi keharusan bagi pendidik. Guru bukan sekadar pengajar, tetapi juga pembelajar yang semangatnya terus menyala.
ESC Mumtas telah membuktikan bahwa pembelajaran bermakna tidak hanya untuk siswa, tetapi juga untuk guru. Dengan semangat belajar yang tinggi, para guru siap kembali ke kelas membawa energi baru, metode baru, dan tentu saja, inspirasi baru. (#)
Jurnalis M. Khoirul Anam dan Eka Ade Anjani P. Penyunting Mohammad Nurfatoni












