
SD Mumtaz Sidoarjo menyelenggarakan program English Week di Kampung Inggris Pare Kediri. Kegiatan imersif ini efektif meningkatkan kemampuan bicara dan kepercayaan diri siswa.
Tagar.co — SD Muhammadiyah 1 & 2 (SD Mumtaz) Taman, Sidoarjo, sukses menggelar program English Week 2025 di Asrama Kyarra, Kampung Inggris, Pare, Kediri. Kegiatan selama sepekan penuh ini dirancang secara khusus untuk menciptakan lingkungan belajar yang imersif, tujuannya meningkatkan kemampuan bahasa Inggris siswa, terutama dalam keterampilan berbicara (speaking).
Laras Ayuningtyas Manggiasih, Kepala Urusan Bidang SDM dan Bahasa SD Mumtaz, mengatakan, program ini memberikan pengalaman yang sangat bermakna bagi siswa. Laras menjelaskan, “Kami merancang English Week bukan hanya sebagai kegiatan belajar di luar kelas, tetapi sebagai sebuah immersive experience di mana siswa ‘dipaksa’ berkomunikasi dalam bahasa Inggris dalam situasi nyata sehari-hari.”
Menurut Laras, pendekatan ini sangat efektif melatih speaking skill dan membangun kepercayaan diri mereka. “Kepercayaan diri biasanya sulit terbentuk jika hanya belajar di dalam kelas,” tegasnya.
Laras menambahkan, lingkungan yang mendukung dan kegiatan yang variatif membuat siswa tidak merasa sedang belajar, tetapi lebih sedang bermain dan berpetualang dalam bahasa. “Kami menyediakan program seperti project-based learning, movie class, dan camp sessions,” ujar Laras.
Pihaknya melihat antusiasme yang luar biasa dari para peserta. “Mereka menjadi lebih berani mencoba dan tidak takut salah. Inilah kunci utama dalam penguasaan bahasa,” tandasnya.
Program English Week 2025 menitikberatkan pada penguatan keterampilan berbicara (active speaking), tata bahasa, mendengar, serta pengembangan karakter dan kepemimpinan. Siswa tinggal di asrama khusus berbahasa Inggris (English Area Dormitory) dan mengikuti beragam aktivitas terstruktur, mulai dari pagi hingga malam hari.

Fasilitas Komplet dan Rutinitas Terstruktur
Selama mengikuti program, para peserta mendapatkan fasilitas yang lengkap. Fasilitas tersebut mencakup akomodasi asrama, kamar mandi dalam, layanan laundry, konsumsi 3 kali sehari, hingga tas tote dan kaus seragam. Setiap hari, siswa mengikuti lima sesi kelas dengan beragam metode pembelajaran yang menyenangkan.
Program ini tidak hanya fokus pada akademik. SD Mumtaz mengintegrasikan penguatan spiritual melalui kegiatan salat berjemaah dan murajaah. Selain itu, mereka juga mengintegrasikan pengembangan karakter melalui kegiatan kemah pagi (Morning Camp) dan malam (Evening Camp).
Pada hari pertama, Senin, 10 November 2025, para peserta tiba di lokasi. Mereka segera melakukan registrasi ulang, mengikuti welcoming party, dan menjalani tes penempatan untuk pengelompokan.
Selasa hingga Kamis (11–14 November 2025) menjadi hari rutinitas inti pembelajaran. Kegiatan bermula dengan salat Subuh berjemaah, dilanjutkan Morning Camp, sesi belajar, istirahat, dan diakhiri dengan Evening Camp sebelum tidur malam pukul 21.00.
Kamis menjadi hari yang spesial bagi siswa karena adanya agenda wisata. Lalu, Jumat merupakan hari penutupan. Siswa mengikuti acara farewell party sebelum mempersiapkan diri untuk kepulangan.
Sebanyak 24 guru pendamping turut serta mendampingi siswa selama program berlangsung. Mereka bertugas memandu, memantau, dan memastikan kegiatan berjalan lancar serta kondusif untuk pembelajaran. Untuk memudahkan pengawasan dan pembelajaran, sekolah juga telah membagi para siswa ke dalam kelompok kamar di asrama.
Kegiatan English Week 2025 ini tidak hanya sukses meningkatkan kompetensi bahasa Inggris siswa. Program ini juga menjadi wadah yang efektif untuk membentuk karakter islami, kemandirian, dan kepemimpinan yang kuat, sejalan dengan visi misi SD Mumtaz. (#)
Jurnalis Heni Dwi Utami Penyunting Sayyidah Nuriyah












