
Pemandangan hamparan sawah hijau membentang luas sepanjang rute, mulai dari Lamongan, Babat, Bojonegoro, Cepu, Randublatung, Kradenan, Ngrombo, hingga Semarang Tawang dan Semarang Poncol.
Perjalanan dimulai dari Stasiun Pasarturi Surabaya. Kereta Api Ambarawa Ekspres, yang mengambil nama dari sebuah kecamatan di Kabupaten Semarang, menjadi pilihan ideal. Ambarawa sendiri dikenal dengan sejarah militernya, Benteng Pendem Ambarawa (Benteng Fort Willem I), dan Museum Kereta Api Ambarawa yang dulunya adalah stasiun.
Bergabung dengan ratusan penumpang lainnya, perjalanan selama kurang lebih empat jam dua puluh dua menit terasa nyaman. Kereta berangkat pukul 13.45 WIB, diperkirakan tiba di Stasiun Semarang Tawang menjelang Magrib.
Baca juga: Menikmati Pesona Pedesaan di Ujung Barat Lamongan
Pemandangan hamparan sawah hijau membentang luas sepanjang rute, mulai dari Lamongan, Babat, Bojonegoro, Cepu, Randublatung, Kradenan, Ngrombo, hingga Semarang Tawang dan Semarang Poncol. Pemandangan ini menjadi suguhan tersendiri bagi para penumpang.
Meskipun berlabel ekonomi, kenyamanan tetap menjadi prioritas. Gerbong ber-AC, tempat duduk yang dapat direbahkan, bagasi untuk barang bawaan, serta toilet yang bersih dan wangi, menambah kenyamanan perjalanan. Layanan kuliner di dalam kereta juga membuat perjalanan terasa lebih menyenangkan.

Untuk memanjakan penumpang, Ambarawa Ekspres menyediakan beragam pilihan makanan dan minuman, mulai dari makanan berat hingga ringan, dengan harga yang terjangkau.
Pemesanan pun dimudahkan dengan aplikasi KAI Access. Penumpang dapat memesan makanan secara online melalui fitur RailFood di aplikasi tersebut, tanpa perlu menunggu pramugara. Cukup dengan memasukkan kode booking tiket, memilih menu, dan melakukan pembayaran, pesanan akan diantarkan langsung ke tempat duduk.
Perjalanan semakin berkesan dengan pemandangan sawah hijau yang segar, terutama di musim penghujan ini.
Pukul 17.55 WIB, kereta tiba di Stasiun Semarang Tawang, menandai akhir dari perjalanan kereta dan dilanjutkan menuju Ambarawa. Sebuah pengalaman perjalanan yang nyaman dan berkesan. (#)
Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni












