Rileks

Dari Sarangan ke Miniatur Dunia, Perjalanan Guru TK Menganti Mengisi Energi dan Inspirasi

267
×

Dari Sarangan ke Miniatur Dunia, Perjalanan Guru TK Menganti Mengisi Energi dan Inspirasi

Sebarkan artikel ini
Foto bersama di titik kumpul Masjid Jamik Miftahul Jannah Bringkang, Menganti, Gresik, Jawa Timur, Sabtu, 4 April 2026 (Tagar.co/Tim Nila Outbond)

Kabut Sarangan, tawa di atas telaga, hingga inspirasi dari miniatur dunia di Madiun—perjalanan ini menjadi ruang jeda sekaligus sumber ide baru bagi para guru TK Menganti.

Tagar.co — Kabut tipis yang menggantung di atas Telaga Sarangan, Magetan, menyambut kedatangan rombongan guru TK Gugus 6 Kecamatan Menganti, Gresikm Sabtu (4/4/2026). Udara pegunungan yang dingin seolah menjadi pembuka perjalanan yang tak sekadar wisata, melainkan juga ruang jeda untuk mengisi kembali energi batin.

Baca juga: Melawan Rasa Takut di Telaga Sarangan

Langkah-langkah ringan para guru berpadu dengan tawa dan sapaan hangat. Di tengah rutinitas mengajar yang padat, momen ini menjadi kesempatan berharga untuk berhenti sejenak, merasakan ketenangan, sekaligus mempererat kebersamaan.

Sebagian dari mereka mencoba pengalaman baru dengan menaiki speed boat, membelah tenangnya permukaan telaga. Rasa ragu yang sempat muncul perlahan berubah menjadi gelak tawa ketika perahu melaju. Di sisi lain, aroma khas sate kelinci menghangatkan suasana, melengkapi dinginnya udara Sarangan.

“Di sini kami belajar lagi tentang keberanian—mencoba hal baru dan menikmatinya bersama,” ujar salah satu peserta dengan wajah sumringah.

Baca Juga:  Saf Salat yang Rapat dan Lurus: Disiplin Kecil, Makna Besar
Telaga Sarangan, Magetan, Jawa Timur, Sabtu, 4 April 2026 (Tagar.co/Water Skier)

Tak hanya menikmati panorama, momen di Sarangan juga menjadi ruang refleksi. Di antara semilir angin dan riak air, para guru berbagi cerita, pengalaman, hingga tantangan dalam mendidik anak usia dini. Kebersamaan terasa sederhana, namun sarat makna.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Wisata Lima Negara PSC PRC di Kota Madiun. Berbeda dengan Sarangan yang menenangkan, destinasi ini menghadirkan semarak miniatur dunia dalam satu kawasan.

Rasa takjub menyertai setiap langkah. Replika ikon dunia seperti Patung Merlion, Menara Eiffel, hingga Ka’bah dan Menara Pisa menjadi latar yang memikat. Namun bagi para guru, pengalaman ini lebih dari sekadar wisata visual.

Wahana Ka’bah di Wisata Lima Negara Madiun, Jawa Timur, Sabtu, 4 April 2026 (Tagar.co/Safira)

Di balik keindahan tersebut, mereka menangkap peluang pembelajaran. Imajinasi berkembang, membayangkan bagaimana pengalaman serupa dapat dihadirkan di kelas untuk menciptakan suasana belajar yang lebih hidup dan eksploratif.

“Selain melepas penat, kami juga mendapatkan banyak ide baru untuk pembelajaran di kelas,” ungkap Eka Nurjannah.

Perjalanan hari itu menjadi lebih dari sekadar kunjungan wisata. Ada rasa syukur yang tumbuh, kebersamaan yang kian erat, serta semangat baru yang terpatri.

Baca Juga:  Amplop Kosong di Hari Lebaran

Dari dinginnya kabut Sarangan hingga warna-warni miniatur dunia di Madiun, para guru kembali pulang dengan lebih dari sekadar kenangan—mereka membawa energi baru untuk terus menyalakan cahaya pendidikan. (#)

Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni