Feature

Inovatif! Guru SD Muri Kembangkan Aplikasi Ujian Komputer Sendiri

92
×

Inovatif! Guru SD Muri Kembangkan Aplikasi Ujian Komputer Sendiri

Sebarkan artikel ini
Siswa SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri) mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS) Komputer menggunakan aplikasi buatan guru mereka sendiri di laboratorium komputer sekolah, Gresik, Kamis (16/10/2025). (Tagar.co/Istimewa)

Ujian komputer di SD Muhammadiyah 1 Kebomas Gresik kini tak lagi menegangkan. Berkat kreativitas sang guru, anak-anak belajar mengetik cepat, mengenal koding, dan menikmati teknologi dengan cara yang menyenangkan.

Tagar.co — Suasana ruang laboratorium komputer SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri) pagi itu tampak berbeda. Deretan siswa berseragam Hizbul Wathan duduk rapi di meja-meja berwarna cerah—kuning, biru, dan hijau—masing-masing dengan laptop terbuka di hadapan mereka.

Jari-jemari kecil mereka lincah menari di atas keyboard, sementara layar menampilkan tampilan biru bertuliskan “Ujian Tengah Semester.”

Namun, kali ini bukan aplikasi buatan luar negeri yang mereka gunakan, melainkan karya inovatif guru mereka sendiri. Abdul Rokhim Ashari, S.Pd., guru TIK SD Muri, berhasil mengembangkan aplikasi Ujian Tengah Semester (UTS) komputer yang dirancang khusus untuk siswanya.

Baca juga: AI, Koding, dan Tantangan Mencetak Generasi Berakhlak

Aplikasi tersebut bukan sekadar alat ujian, tetapi juga ruang belajar digital yang memadukan latihan mengetik cepat, pengenalan perangkat komputer, hingga dasar-dasar koding melalui blok visual berwarna.

Baca Juga:  Dari “Bondo Nekat” ke Berkualitas, Guru SD Muri Diajak Naik Level Menulis

“Anak-anak sekarang sangat dekat dengan teknologi. Jadi saya ingin UTS tidak hanya tentang nilai, tapi juga menjadi pengalaman belajar digital yang menyenangkan,” ujar Rokhim di sela pelaksanaan ujian.

Siswa SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri) mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS) Komputer menggunakan aplikasi buatan guru mereka sendiri di laboratorium komputer sekolah, Gresik, Kamis (16/10/2025). (Tagar.co/Istimewa)

Di dalam kelas, suasana terasa hidup. Para siswa fokus menatap layar, ada yang serius menuntaskan tantangan mengetik cepat, ada pula yang tersenyum puas ketika blok kode yang mereka susun berhasil menampilkan animasi sederhana.

“Senang banget, kayak main game tapi belajar,” ujar seorang siswa dengan mata berbinar.

Aplikasi ini dirancang agar ringan, ramah anak, dan mudah digunakan di perangkat sekolah. Guru dapat memantau hasil ujian secara otomatis, sementara antarmukanya dibuat sederhana dengan ikon besar dan warna-warna cerah yang mudah dikenali anak-anak.

Kepala SD Muhammadiyah 1 Kebomas Riza Agustina Wahyu Setiawati, S.Pd. M.Pd menilai inovasi ini sebagai langkah maju dalam pembelajaran abad ke-21.

“Kami bangga karena guru kami mampu menghadirkan teknologi yang relevan dengan kebutuhan anak-anak SD masa kini. Mereka bukan hanya belajar komputer, tapi juga berpikir logis dan kreatif,” ujarnya.

Baca Juga:  SPMB: Antara Word of Mouth dan Media Sosial

Lewat karya sederhana namun bermakna ini, SD Muri membuktikan bahwa digitalisasi pendidikan tak harus menunggu bantuan dari luar. Dengan semangat dan kreativitas guru, ruang kelas bisa berubah menjadi laboratorium masa depan—tempat di mana anak-anak belajar teknologi dengan gembira. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni