
Hidup tak selalu tentang menang. Kadang Allah sengaja membuatmu gagal, bukan untuk menghancurkan, tetapi agar kau belajar bangkit, bersabar, dan semakin dekat kepada-Nya.
Oleh Ridwan Ma’ruf; Oleh Ridwan Ma’ruf: Anggota Majelis Pemberdayaan Wakaf Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sidoarjo, Pendiri Tahfiz Quran Islamic School Al-Fatih Sidoarjo, dan Praktisi Spiritual Parenting Sidoarjo.
Tagar.co – Roda kehidupan tidak akan pernah berhenti. Harapan dan keinginan, kegagalan dan kesuksesan, ibarat dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Begitulah Allah Ta’ala, dengan keagungan-Nya, menciptakan segala sesuatu di dunia ini dengan ilmu hikmah yang hanya diberikan kepada hamba-hamba pilihan-Nya.
Allah Taala berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 140:
وَتِلْكَ ٱلْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ ٱلنَّاسِ
“Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran) …”
Ayat ini mengajarkan bahwa tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang bersifat abadi. Tidak ada manusia yang terus-menerus berada dalam kesuksesan, begitu pula tidak ada yang selamanya terpuruk dalam kegagalan. Hidup adalah tentang pergiliran dan perubahan.
Jangan Baper!
Orang yang mudah baper (bawa perasaan) cenderung merasakan kesedihan mendalam. Ia lebih mudah stres dan depresi karena ekspektasinya terhadap hidup tak sejalan dengan realita. Orang seperti ini juga sulit merasa bahagia.
Allah Ta’ala berfirman dalam Surah Ali Imran 139:
وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman.”
Kesedihan yang berlebihan dapat merusak fisik dan mental, menghambat kemajuan hidup, dan membuat kita lupa akan nikmat Allah.
Segera Bangkit, Jangan Berdiam Diri!
Sadarilah bahwa kesenangan, kesuksesan, kegagalan, dan kesedihan adalah ujian dari Allah Ta’ala. Allah berfirman dalam Surah An-Najm 43L
وَأَنَّهُ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَىٰ
“Dan bahwasanya Dia-lah yang membuat orang tertawa dan menangis.”
Saat berada di puncak, jangan merasa paling hebat. Saat terpuruk, jangan menyalahkan Allah. Ingatlah firman Allah dalam Surah An-Nisa’ ayat 79:
مَّآ أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ ٱللَّهِ ۖ وَمَآ أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٍ فَمِن نَّفْسِكَ ۚ…
“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu maka dari (kesalahan) dirimu sendiri …”
Kebaikan datang dari Allah, sedangkan keburukan adalah akibat kelalaian dan kesalahan kita sendiri.
Bagaimana Solusinya?
Allah telah memberikan solusi atas berbagai kesulitan hidup sejak 14 abad yang lalu. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 153, Allah berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
Jadi, agar kita kuat menghadapi ujian hidup, perkuatlah hubungan kita dengan Allah lewat salat dan kesabaran. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












