
Pertemuan hangat eks peserta Program Sekolah Penggerak PAUD Gresik di Warung Apung Rahmawati jadi ruang lepas rindu dan tawa. Meski program usai, semangat kebersamaan mereka tetap hidup.
Tagar.co – Suasana hangat penuh canda tawa membalut pertemuan para praktisi pendidikan eks Program Sekolah Penggerak (PSP) PAUD Angkatan 2 dan 3 Kabupaten Gresik. Bertempat di Warung Apung Rahmawati, Gresik, Senin (21/4/2025), mereka datang dari berbagai penjuru—dari wilayah utara dan selatan Gresik hingga Pulau Bawean—semata karena satu hal: rindu bertemu sahabat seperjuangan.
Pertemuan ini digagas secara spontan oleh Triya Angga Rika, Kepala TK Kusuma Bangsa, setelah mengetahui bahwa Novi Saodah, Kepala TK Umar Masud Bawean, tengah berada di Gresik. Ia langsung mengirim undangan melalui grup WhatsApp komunitas.
Baca juga: Persahabatan Tak Lekang oleh Tempat dan Waktu: Sahabat Ambyar Gelar Halalbihalal
“Mumpung Bu Novi masih ada di Gresik,” tulis Triya disambut hangat oleh 19 anggota komunitas lainnya. “Tanggal 21 April 2025, pukul 12.00 WIB di RM Apung Rahmawati,” lanjutnya.
Tak perlu menunggu lama, satu per satu mereka mulai berdatangan. Triya, bersama Yonathan Triantoro dari TK Sharon, dan Rehayuni dari TK Aisyiyah 36 PPI menjadi yang pertama tiba. Disusul oleh Endah Sri Wahyuni dari TK Islam Unggulan Attawfiq dan Yuyun Purniawanti dari TK DWP Sumengko.
Nofia Firdawati dari TK Aisyiyah 41 pun hadir, ditemani senyum sahabat yang telah lama tak bersua. Tak lama, Hilyatus Sa’ihah dari TK Islamiyah datang bersama Saidatur Rofi’ah dari TK Muslimat NU 41 Hidayatul Mubtadiin dan Khumayah dari TK Aisyiyah 5 Bungah.

Suasana makin semarak saat Marita Narulita dari TK Matahari Terbit, Siti Mucharromah dari TK Irada, Siti Nur Asiah dari TK DWP Karangan, dan Novi Saodah dari Bawean ikut bergabung. Kejutan hangat datang dari Siti Bunayyah yang hadir dengan kebaya kuning cerah, baru saja usai memperingati Hari Kartini di sekolahnya, TK Islam Al-Baqy.
Uswatun Khasanah dari TK Mutiara Bening menjadi peserta terakhir yang hadir, namun kehadirannya membawa semangat tersendiri. Dari PSP PAUD Angkatan 3, hadir pula Sulatin Ruliati dari TK DWP Kedanyang sebagai bentuk dukungan lintas angkatan.
Meski suasana terasa lengkap, tetap ada ruang rindu bagi mereka yang berhalangan hadir: Umul Farida (TKIT Handayani), Andik Purnomo (TK Kartika Mulya), Sari Febriana Lestari (TK Ananda), Helmiyati Nengsih (TK Aisyiyah Bustanul Athfal 8), dan Rahmatul Illiyah (TKS Muslimat NU 166 Nahdlatul Ummah).
“Semoga lain waktu bisa lengkap semua ya,” ucap Yonathan, Ketua Komunitas, mengakhiri pertemuan yang tak sekadar ajang temu kangen, tetapi juga pengingat akan kuatnya ikatan yang pernah terjalin selama dua tahun lebih menjalani pelatihan rutin dalam Program Sekolah Penggerak.
Meski program telah usai, semangat dan persaudaraan mereka belum pudar. Justru terus tumbuh, menyatu dalam harapan agar kebersamaan itu tetap terjaga—mengakar dalam niat mulia memajukan pendidikan anak usia dini. (#)
Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni











