Feature

Filosofi Ki Hajar Dewantara Menggema di SD Muri pada Peringatan Hari Guru

32
×

Filosofi Ki Hajar Dewantara Menggema di SD Muri pada Peringatan Hari Guru

Sebarkan artikel ini
Pembina upacara Ir. Dodik Priyambada, S.Akt, M.M. Peringatan Hari Guru Nasional dan Semarak Milad Ke-113 Muhammadiyah di SD Muhammadiyah 1 Kebomas, Gresik, Senin (24/11/25) (Tagar.co/Nurul Ainia Rachmayuni)

Peringatan Hari Guru di SD Muri diwarnai amanat mendalam dari pembina upacara yang menekankan pentingnya keteladanan guru dan relevansi tiga semboyan Ki Hajar Dewantara dalam pendidikan berkemajuan. Suasana upacara berlangsung khidmat dan sarat nilai karakter.

Tagar.co – Peringatan Hari Guru Nasional dan Semarak Milad Ke-113 Muhammadiyah  di SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri), Gresik, Jawa Timur, tahun ini berlangsung dengan penekanan khusus pada penguatan nilai keteladanan dan karakter.

Upacara bendera yang digelar di lapangan sekolah menjadi ruang refleksi bagi siswa tentang peran penting guru dalam kehidupan mereka.

Baca juga: Harmoni Seribu Pianika: Persembahan Siswa SD Muri untuk Guru Tercinta

Seluruh siswa kelas I hingga VI mengikuti upacara dengan tertib. Para ustaz dan ustazah SD Muri tampil sebagai petugas upacara, mulai dari pembawa acara, pemimpin barisan, pembaca doa, pengibar bendera, hingga pembaca teks Pancasila dan UUD 1945. Pelaksanaan tugas yang rapi ini menjadi contoh nyata kedisiplinan dan keteladanan yang ingin ditanamkan kepada para siswa.

Baca Juga:  Tilawah dan Sambung Ayat Menggema, Open School SD Muri Sarat Nuansa Qur’ani

Pembina upacara, Ir. Dodik Priyambada, S.Akt., MM., Penasehat Ahli Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik, menyampaikan amanat yang menitikberatkan pada peran guru sebagai pendidik, pembimbing, sekaligus teladan. Ia menegaskan bahwa guru tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu, tetapi juga membentuk akhlak, karakter, dan kemandirian peserta didik.

Dalam amanatnya, Dodik mengangkat kembali ajaran Ki Hajar Dewantara yang terdiri dari tiga semboyan penting:

  • Ing ngarsa sung tuladha — di depan memberi teladan.

  • Ing madya mangun karsa — di tengah membangun kemauan.

  • Tut wuri handayani — di belakang memberi dorongan.

Menurutnya, ketiga prinsip tersebut tetap relevan dan sejalan dengan semangat pendidikan Muhammadiyah yang berkomitmen mencerdaskan kehidupan bangsa melalui nilai-nilai Islam berkemajuan.

Pembina upacara Ir. Dodik Priyambada, S.Akt, M.M. dalam peringatan Hari Guru Nasional dan Semarak Milad Ke-113 Muhammadiyah di SD Muhammadiyah 1 Kebomas, Gresik, Senin (24/11/25) (Tagar.co/Nurul Ainia Rachmayuni)

Respon Siswa

Upacara ini mendapat respons positif dari siswa. “Aku senang mengikuti upacara Hari Guru karena bisa menunjukkan rasa terima kasihku kepada bapak ibu guru,” ujar Kayla Athaya Zhafira, siswa kelas III Faqih Usman.

Diana Rahmania dari kelas V Syafi’i Maarif juga mengungkapkan penghormatannya. “Guru-guru di SD Muri selalu sabar mengajari kami. Aku ingin menjadi murid yang lebih rajin supaya bisa membanggakan mereka,” ujarnya.

Baca Juga:  Misi Kemanusiaan Mewarnai Open School SD Muhammadiyah 1 Kebomas

Setelah upacara, siswa-siswi menampilkan lagu Guruku Tersayang yang dibawakan dengan penuh penghayatan, diiringi lebih dari 100 pemain pianika. Momen ini menjadi bentuk apresiasi spontan bagi guru-guru yang selama ini mendampingi mereka.

“Aku suka banget latihan pianika untuk tampil. Aku ingin membuat guru-guru bahagia,” kata Zulmi Elghifari Faroby, siswa kelas IV Ahmad Azhar Basyir.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemberian karangan bunga dari siswa kepada para guru, sebagai simbol rasa hormat dan cinta kepada pendidik mereka. Suasana hangat tersebut menegaskan kuatnya hubungan guru dan murid di SD Muri.

Peringatan Hari Guru tahun ini diharapkan dapat meneguhkan kembali komitmen seluruh keluarga besar SD Muri untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak mulia sesuai nilai-nilai Muhammadiyah.

Jurnalis Ika Heri Pratiwi Penyunting Mohammad Nurfatoni